Pemkab Matim Targetkan 2021 Seluruh Wilayah Diterangi Listrik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Matim Targetkan 2021 Seluruh Wilayah Diterangi Listrik


SIMBOLIS. Bupati Matim, Agas Andreas (tengah) secara simbolis menyalakan lampu di salah satu rumah warga saat peresmian listrik masuk Desa Bangka Arus, di Kecamatan Poco Ranaka Timur, Senin (19/10). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab Matim Targetkan 2021 Seluruh Wilayah Diterangi Listrik


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Desa-desa di Manggarai Timur (Matim) belum semuanya terlistriki. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matim pun menargetkan tahun depan seluruh wilayah di kabupaten itu sudah terang dengan pasokan listrik dari pembangkit listrik milik Perusahan Listrik Negara (PLN).

“Ini target. Tentunya Pemda akan bangun kemitraan dengan PLN. Pastinya bertahap, desa yang belum terlistriki, pasti dipasoki listrik,” janji Bupati Matim, Agas Andreas kepada wartawan usai menyalakan listrik secara simbolis di Desa Bangka Arus, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Senin (19/10).

Menurutnya, selain PLN, Pemkab Matim juga akan membangun kemitraan dengan Koperasi Kredit (Kopdit) Abdi Matim (AMT) untuk dapat membantu masyarakat dan mencapai tujuan 2021 Matim Terang.

Menurut Agas, saat ini di Matim ada perubahan yang signifkan, yakni dari desa gelap menjadi terang karena sudah ada pasokan listrik.

Bupati Agas menyebutkan, berdasarkan data PLN, rasio elektrifikasi (RE) untuk semester 1 tahun 2020 di Matim mencapai 70 persen. Persentasi ini meningkat sangat signifikan dari RE 35,78 persen pada 2018.

“Ini semua berkat upaya dan kerja sama Pemkab Matim dengan PLN, dan masyarakat. Kenapa kita gandeng Kopdit AMT, karena koperasi ini kita minta untuk membantu memberi pinjaman lunak kepada masyarakat yang belum mampu biaya instalasi dan pemasangan meteran,” kata Bupati Agas.

Ada juga masyarakat miskin di sejumlah desa di Matim, yang mendapat pemasangan listrik gratis dari CSR PLN dan Bank NTT. Bupati Agas pun berharap kepada masyarakat Matim untuk memanfaatkan arus listrik PLN yang ada untuk meningkatkan produktifitas dan taraf hidup melalui ekonomi kreatif. Salah satunya usaha bengke kayu.

“Dengan adanya listrik, anak-anak sekolah pada malam hari tidak lagi belajar di kegelapan. Saya minta masyarakat Matim, termasuk di desa Bangka Arus manfaatkan arus listrik ini untuk kegiatan ekonomi keluarga,” harapnya.

Bupati Agas menambahkan, bentuk terima kasih sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah dengan membayar angsuran kredit tepat waktu ke Kopdit AMT. Sehingga dana yang ada dapat digunakan untuk membantu masyarakat lain di Matim. “Pemda akan terus berupaya memperbaiki taraf hidup masyarakat, melalui program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” janji Bupati Agas.

Sementara Manager PLN ULP Ruteng, Firman Jayusman, mengatakan dari sekian jaringan listrik yang dibangun tahun 2020 di sejumlah desa di Matim, hampir semuanya sudah dinyalakan dan masyarakatnya sudah menikmati program itu.

Firman mengaku, pihaknya bersama Pemkab Matim akan terus membangun jaringan listrik di desa yang belum mendapat pasokan listrik PLN.

Untuk sejumlah desa di Kecamatan Elar dan Elar Selatan, lanjut Firman, sesuai rencana akan dibangun listrik dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal. PLN pun terus berupaya agar desa-desa di Matim, semuanya teraliri listrik PLN. Untuk desa Bangka Arus sendiri, saat ini ada sekira 425 pelanggan yang sudah langsung menikmati listrik, dari sekira 760 potensi pelanggan.

“Kami dari PLN terus berupaya agar semua desa di Matim akan dibangun jaringan listrik, sehingga masyarakatnya bisa menikmati penerangan. Untuk PLTS komunal, daya dan pemakian oleh pelanggan nanti sama dengan listrik PLN yang biasa. PLTS ini nanti skalanya besar dan setiap desa, kita akan bangun jaringan seperti biasa,” kata Firman.

Kepala Desa Bangka Arus, Adrianus Sarimin Jehamin, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Matim dan PLN. Adrianus mengatakan, sudah sekian lama masyarakat di desa itu dan sekitarnya merindukan penerangan listrik. Kini kerinduan itu telah dijawab. Ini merupakan sebuah kemajuan yang sangat luar biasa di Matim.

“Terima kasih kepada Pemda Matim dan PLN. Terima kasih juga kepada Kopdit AMT yang telah memberikan pinjaman lunak untuk pemasangan listrik di rumah warga. Ada 481 Kepala Keluarga (KK) di Desa Bangka Arus yang telah mendaftar untuk dapatkan meteran listrik. Dari jumlah itu, 80 persen sudah dipasang meteran dan 20 persen sementara proses,” beber Adrianus. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top