TKW Asal Matim Ditemukan di Tepi Jalan di Malaysia, Begini Penjelasan Nakertrans | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

TKW Asal Matim Ditemukan di Tepi Jalan di Malaysia, Begini Penjelasan Nakertrans


BUTUH PERHATIAN. Getrudis, TKW asal Matim saat ditemukan aktifis lembaga pemantau perdagangan manusia di Malaysia, Rabu (21/10). (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

TKW Asal Matim Ditemukan di Tepi Jalan di Malaysia, Begini Penjelasan Nakertrans


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Getrudis Agung, 40, seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Manggarai Timur (Matim) ditemukan di tepi jalan, di Malaysia oleh aktivis lembaga pemantauan perdagangan manusia luar negeri Malaysia, Rabu (21/10).

Kabar itu pertama disampaikan oleh Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Manggarai, Lody Moa, kepada wartawan Rabu (21/10). Itu setelah Lody mendapat informasi langsung pertelepon dari aktivis Dewi Kholifah dari Malaysia. Informasi itu langsung disikapi oleh Pemda Matim melalui dinas terkait.

“Kami sudah menemui pihak keluarga TKW, Getrudis, di kantor Camat Poco Ranaka. Tujuanya, untuk telusuri identitasnya,” ujar Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Nakertrans Matim, Ibu Marna, S.Pd, kepada TIMEXKUPANG.com di Borong, Kamis (22/10).

Setelah bertemu keluarganya, diketahui Getrudis telah hidup berkeluarga dengan alamat sesuai kartu keluarga (KK) dari Desa Gurung Turi, kecamatan Poco Ranaka. Getrudis sendiri terdata sebagai TKW legal dengan perekrut PT Rimba. Getrudis direkrut ke negara Malaysia pada 20 Agustus 2018. Sesuai kontrak, sudah berakhir tahun 2020.

“Setelah kami dapat informasi identitas dari keluarganya, lalu kami cek  dokumen yang ada dinas Nakertrans. Ternyata dia ini bukan tenaga kerja yang ilegal, tapi legal. Masa kontraknya, hanya dua tahun sejak 2018,” jelas Marna.

Pihaknya pun telah menghubungi PT Rimba sebagai perekrut, untuk bertanggungjawab atas masalah yang sedang dihadapi Getrudis. Marna pun telah meminta perusahaan perekrut untuk segera menghubungi agennya di Malaysia. Agar secepat berkomunikasi dengan majikan dari Getrudis dan mengantar ke KBRI di Malaysia.

“Ada perjanjian kerjanya di Nakertrans dan lengkap dengan perusahaan perekrut. Tugasnya perekrut yang hubungi agenya di Malaysia. Saya juga sudah diinformasi dari pihak perekrut, bahwa kalau mereka sudah hubungi agenya. Nanti perekrut yang tanggung jawab penuh untuk pulangkan Getrudis ke Matim,” kata Marna.

Marna menambahkan, selain menghubungi pihak perusahaan perekrut, pihaknya juga telah menelpon aktivis Dewi Kholifah yang pertama kali menemukan Getrudis di jalan. Informasi dari Kholifah, bahwa saat dia temukan, Getrudis tanpa memiliki identitas dan kondisinya seperti mengalami stres. Bahkan Marna, sempat berbicara dengan Getrudis melalui ponsel milik Kholifah.

“Kalau menurut Kholifah, si Getrudis ini mengalami stres. Tapi waktu bicara dengan saya melalui video call, dia tampaknya tidak stres. Tapi bagi kita, pihak perekrut harus pulangkan dia ke Matim, dan kondisinya dipastikan selalu sehat,” jelasnya.

Marna juga belum tahu, mengapa Getrudis ditemukan di pinggir jalan. Setelah dia kembali ke Matim, pihak dinas Nakertrans akan menanyakan peristiwa yang dialaminya. Termasuk haknya seperti upah selama dua tahun bekerja. Saat ini Getrudis masih berada di tempat penampungan sementara korban perdagangan manusia (shelter human trafficking) di Malaysia.

“Tadi waktu bertemu dengan pihak keluarga, dihadiri juga Camat Poco Ranaka dan Kasat Reskrim Polres Matim sekaligus pokja tenaga kerja migran, Iptu Deddy S. Karimoy. Pihak keluarga yang hadir itu, saudaranya Getrudis dari Desa Rengket. Sementara Getrudis tercatat warga desa Gurung Turi. Kami juga sudah komunikasi dengan suaminya,” pungkas Marna. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top