Debat Publik Pertama, Simak Janji 3 Paslon di Pilkada TTU | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Debat Publik Pertama, Simak Janji 3 Paslon di Pilkada TTU


DEBAT PUBLIK. Tiga Paslon Bupati-Wakil Bupati TTU saat tampil dalam Debat Publik pertama di aula Hotel Ariesta Kefamenanu, Sabtu (24/10). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

POLITIK

Debat Publik Pertama, Simak Janji 3 Paslon di Pilkada TTU


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar kegiatan Debat Publik Pertama dalam rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati TTU 2020 yang berlangsung di aula Hotel Ariesta Kefamenanu, Sabtu (24/10).

Kegiatan bertema “Paradigma Membangun Timor Tengah Utara dalam Semangat Emansipasi dan Rekonsiliasi” tersebut dipandu Dewi Leba sebagai moderator dengan tiga orang panelis, yakni Prof. Adrianus Ambeka, Ph.D, Prof. Dr. Aloysius Leliweri, MS, dan Dr. David B. W. Pandie, MS. Debat publik tersebut berlangsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Masing-masing paslon hanya diizinkan membawa empat pendukung.

Terpantau Timor Express, kegiatan Debat Publik pertama tersebut dimulai tepat pukul 15.00 Wita. Masing-masing pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati TTU 2020 diberi kesempatan menyampaikan visi-misi serta program kerja untuk lima tahun ke depan apabila terpilih menjadi Kepala Daerah (Kada) di wilayah tersebut.

Debat yang terbagi dalam lima sesi tersebut berlangsung sengit karena tiga paslon di Pilkada TTU itu saling mengadu program kerja dalam visi-misi.

Paslon nomor urut 1 Kristiana Muki-Yosep Tanu (Paket Kita Sehati), melalui calon bupatinya, Kristiana Muki menyampaikan visinya membangun TTU jika dipercaya masyarakat, yakni mewujudkan masyarakat TTU yang sejahtera, berdaya saing, adil, profesional, demokratis, dan mandiri melalui pemberdayaan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam secara lestari.

Visi tersebut dijabarkan dalam lima misi membangun TTU. Pertama, memberdayakan ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan daerah yang berwawasan lingkungan hidup secara sinergis dan berkelanjutan. Kedua, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, merata, dan terakses.

Ketiga, meningkatkan aksebilitas melalui pembangunan dan pemerataan infrastruktur daerah. Keempat, mewujudkan tata kepemerintahan yang baik dan bersih, dan kelima mengembangkan kawasan strategis daerah dengan menata Kota Kefamenanu, mengembangkan kawasan pesisir, kawasan perbatasan, serta memberdayakan masyarakat desa.

“Kita akan melanjutkan program kerja dari pemerintahan saat ini karena kita ingin pembangunan itu berkelanjutan bukan menciptakan program kerja baru yang akan dikerjakan dari awal. Kita akan melanjutkan Program Berarti untuk mengentaskan kemiskinan di TTU,” ungkap Kristiana.

Sementara, calon bupati dari paslon nomor urut 2 (Paket Fresh), Hendrikus Frengky Saunoah menyampaikan visinya ingin mewujudkan TTU Bersinar yakni Bermartabat, Sejahtera, Inovatif, Adil, dan Responsif.

Visi tersebut dijabarkan dalam beberapa poin misi dan beberapa program unggulan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Paket Fresh, kata Frengky, menawarkan program penggemukan sapi jantan yang akan dibagikan ke masyarakat yang diawasi tenaga pendamping disetiap desa/kelurahan di TTU.

Untuk mengatasi Kemiskinan yang masih menjadi masalah serius di TTU, lanjut Frengky, salah satu kriteria kemiskinan adalah rumah. Karena itu, Paket Fresh akan memberikan bantuan perumahan bagi masyarakat miskin secara gratis dengan pola kerja tuntas dan masyarakat terima kunci.

Dibidang pemberdayaan, paket Fresh menawarkan pengembangan motif tenunan khas TTU dari tiga wilayah besar yang terus dikembangkan dan dilestarikan dengan membentuk badan usaha untuk menampung semua hasil karya dari masyarakat itu.

Terkait pembangunan di pusat Kota Kefamenanu, lanjut Frengky, Paket Fresh akan membangun Gedung Olahraga, membangun ruang publik yang akan dilengkapi dengan sarana kuliner, taman baca, dan taman bermain bagi anak-anak.

“Kita ingin daerah ini maju dan masyarakat bisa sejahtera. Kita ingin Kota ini berubah menjadi sebuah kota yang bersinar dan diminati oleh masyarakat banyak untuk datang ke Kota ini. Inilah wujud dari visi-misi paket Fresh,” ungkap Frengky.

Sedangkan calon bupati dari paslon nomor urut 3 (Paket Desa Sejahtera), David Juandi mengajak seluruh masyarakat TTU untuk membangun daerah ini menjadi lebih baik dan masyarakat bisa lebih sejahtera melalui tiga program unggulan, yakni membangun pertanian dan perkebunan dengan menjadikan Unimor sebagai mitra strategis.

Untuk mengatasi Kemiskinan di TTU, lanjut David, paket Desa Sejahtera juga memiliki program perumahan bagi masyarakat yang dilengkapi dengan perabot rumah tangga.

Paket Desa Sejahtera, kata David, juga akan membangun sarana dan prasarana dibidang pendidikan dan kesehatan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten TTU.

“Kami paket Desa Sejahtera mengajak seluruh masyarakat TTU untuk mendukung kami dalam Pilkada TTU 2020 ini. Kami akan membawa perubahan bagi daerah ini,” jelasnya.

Juru Bicara KPU TTU, Lukas Neno Oki kepada Timor Express, Sabtu (24/10) mengatakan, kegiatan debat paslon merupakan salah satu tahapan kampanye secara intelektual dalam menyampaikan visi-misi serta program kerja untuk diuji bersama oleh masing-masing paslon.

Lukas menyebutkan, materi debat disusun oleh sejumlah akademisi dari Undana Kupang dan Politeknik Negeri Kupang (PNK).

“Debat Pertama ini kita bagi dalam lima segmen. Segmen pertama penyampaian visi-misi masing-masing Paslon, segmen kedua pendalaman visi-misi dan pertanyaan dari moderator yang disusun panelis, lalu segmen ketiga pertanyaan dari moderator yang disusun panelis dengan pengaturan masing-masing paslon menanggapi paslon yang ditanya. Segmen keempat saling tanya antar paslon lalu saling menanggapi, dan segmen terakhir itu closing statement,” jelas Lukas.

Lukas menambahkan, debat publik tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada masing-masing paslon dalam menyampaikan visi-misi serta program kerja kepada masyarakat yang akan digunakan sebagai refrensi untuk menentukan pilihan politiknya.

“Debat juga salah satu metode kampanye yang difasilitasi oleh KPU. Debat ini kan panggung ilmiah yang disiapkan bagi masing-masing paslon untuk mengasah visi-msi serta program kerja yang ditawarkan untuk satu periode kepemimpinan,” kata Lukas.

Menurut Lukas, Debat Publik antarpaslon ini akan dilaksanakan sebanyak tiga kali, yakni pada 24 Oktober 2020, 14 November 2020, 28 November 2020 sebagai debat publik ketiga atau terakhir sebelum menuju coblosan pada 9 Desember 2020.

“Kita harapkan seluruh masyarakat bisa mengakses dan menonton kegiatan debat publik sehingga bisa menentukan pilihan politiknya sesuai hati nurani. Pemilih yang berkualitas akan menghasilkan pemimpin yang baik dan berkualitas,” katanya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top