Jokowi Keluhkan Indonesia Peringkat Pertama Regulasi Berbelit Dunia | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jokowi Keluhkan Indonesia Peringkat Pertama Regulasi Berbelit Dunia


Presiden RI, Joko Widodo. (FOTO: Istimewa)

POLITIK

Jokowi Keluhkan Indonesia Peringkat Pertama Regulasi Berbelit Dunia


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja sangat dibutuhkan bagi Indonesia ini. Terutama bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menegah (UMKM).

Jokowi mengatakan adanya UU Cipta Kerja ini akan memudahkan pelaku UMKM untuk mengurus perizinan. Sebab dari informasi yang ia dapatkan, Indonesia adalah negara dengan regulasi paling rumit di dunia.

“Memperihatinkan sekali, pada Juni lalu Indonesia ditempatkan nomor satu pada global complexity indeks. Artinya regulasi dan birokrasi Indonesia ditempatkan paling rumit di dunia,” ujar Presiden Jokowi dalam HUT Partai Golkar ke-56 yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (24/10).

Oleh karena itu pemerintah melakukan reformasi struktural, membenahi regulasi dan birokrasi secara besar besaran.

“Walaupun sedang ada pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia tidak menghambat pemerintah untuk melakukan reformasi struktural. Ketika banyak negara maju mengalami kemunduran, ini lah saatnya bagi Indonesia melakukan lompatan kemajuan,” katanya.

Menurut Jokowi, itulah semangat berbagai kebijakan pemerintah termasuk UU Cipta kerja. Reformasi struktural ini dimaksudkan agar UMKM berkembang dengan pesat. Serta industri padat tenaga kerja tumbuh dengam pesat.

“Kita permudah pendirian PT dengan modal minimal dan tak ada pembatasan. Koperasi bisa didirikan dengan hanya 9 orang. Sertifikasi halal bagi UMK kita gratiskan dibiayai oleh APBN. Sekali lagi agar perekonomian rakyat segera cepat bergerak. UMKM tumbuh dan peluang kerja bertambah luas,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi sampaikan apresiasi atas dukungan Golkar baik yang berada di eksekutif dan di DPR yang secara bersungguh-sungguh mendukung transformasi fundamental yang sedang dilakukan sekarang ini.

“Tahun 2021 akan menjadi tahun yang penuh peluang, tahun opportunity, tahun pemulihan ekonomi nasional dan pemulihan ekonomi global,” tuturnya.‎ (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top