Jumlah Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Pemkab Manggarai Tambah Ruang Isolasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jumlah Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Pemkab Manggarai Tambah Ruang Isolasi


TINJAU. Sekda Manggarai, Fansi Jahang saat meninjau pekerjaan penambahan ruang isolasi baru di Stadion Wisma Atlet Golodukal, Jumat (23/10). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Jumlah Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Pemkab Manggarai Tambah Ruang Isolasi


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Jumlah pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Manggarai terus bertambah. Data terbaru dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Manggarai, Kamis (22/10) malam, secara kumulatif jumlah pasien terpaparr korona di wilayah itu mencapai 58 orang.

Dari jumlah ini, yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 21 orang, sedang dalam perawatan berjumlah 36 orang, dan pasien meninggal dunia 1 orang.

“Hari ini (Kamis, 22/10, Red) Manggarai bertambah 10 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Secara kumulatif sampai saat ini jumlah pasien terpapar Covid-19 sebanyak 58 orang,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Manggarai, Lody Moa kepada wartawan, Kamis (22/10) malam.

Penambahan 10 orang terkonfirmasi Covid-19 tersebut, kata Lody, merujuk pada laporan hasil pemeriksaan swab PCR Laboratorium Biologi Molekular RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, Kamis (22/10) petang. Ke-10 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu dari klaster Denpasar, yakni anggota TNI-AD yang baru selesai mengikuti pendidikan militer di Pulau Dewata itu.

Mereka yang terkonfirmasi positif, lanjut Lody, langsung diisolasi dan mendapatkan perawatan di Wisma Atlet Stadion Golodukal.

“Tidak ada pasien Covid-19 yang diisolasi mandiri di rumah. Semuanya di Wisma Atlet Stadion Golodukal. Ada 5 orang pelaku perjalanan, masih dalam pengawasan dan sedang melakukan isolasi. Karena hasil pemeriksaan rapid test-nya dinyatakan reaktif,” ungkap Lody.

Sebelumnya, pada Rabu (21/10) Satgas mendapatkan laporan hasil pemeriksaan sampel swab di Laboratorium Biologi Molekuler RSUD W. Z. Johannes Kupang, dimana ada 7 orang dari Manggarai yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari tujuh pasien tersebut, lima orang dari klaster Denpasar (TNI).

Sementara dua orang lainnya merupakan pasangan suami istri yang merupakan pelaku perjalanan dari Bandung, Jawa Barat. Keduanya beralamat di Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong.

Tambah Ruang Isolasi

Sekertaris Daerah (Sekda) Manggarai, Fansi Jahang, kepada TIMEXKUPANG.com di Ruteng, Jumat (23/10) mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19, Pemkab Manggarai menambah ruang isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Penambahan itu dengan merenovasi sejumlah ruangan di Stadion Golo Dukal, Kelurahan Bangka Leda, Kecamatan Langke Rembong untuk dijadikan sebagai.

“Saat ini tersisa 11 ruangan yang belum ditempati pasien. Tapi untuk antisipasi lonjakan kasus Covid-19, kita ada renovasi bangunan di stadion untuk perbanyak jumlah kamar isolasi. Tahun ini kita bangun 20 kamar dan siap lengkap dengan tempat tidur,” kata Sekda Fansi.

Saat ini, Lanjut Sekda, pengerjaan kamar isolasi itu telah memasuki tahapan finishing. Fasilitas lain disiapkan, termasuk kamar mandi/toilet, termasuk pos jaga di pintu masuk stadion. Targetnya, satu minggu pengerjaanya sudah tuntas.

Sekda Fansi berharap, agar tidak ada lagi penambahan kasus Covid-19 di Manggarai. “Tadi saya sudah pergi tinjau perkembangan kerja untuk penambahan ruang isolasi. Diperkirakan satu minggu ke depan sudah selesai. Kita harapkan tidak ada lonjakan jumlah kasus baru,” harapnya.

Sekda Fansi mengimbau semua pihak di Manggarai untuk tetap waspada dengan penyebaran Covid-19. Tentu dengan disiplin terhadap protokol kesehatan, seperti pakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan hindari kerumunan. “Satu hal yang terpenting adalah selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” pesan Sekda Fansi.

Satgas C-19 Manggarai, tambah Sekda, terus bekerja dan berupaya melakukan giat-giat pencegahan dan pengendalian. Tujuannya agar laju peningkatan jumlah kasus Covid-19 di daerah ini bisa ditekan.

“Giatnya seperti tingkatkan pemeriksaan rapid test dan swab test, penyelidikan epidemiologi dan kontak tracing, serta sosialisasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” pungkas Sekda Fansi. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top