Ternyata Hal Ini yang Bikin Kajati NT Setuju Penetapan Tersangka Jonas Salean | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ternyata Hal Ini yang Bikin Kajati NT Setuju Penetapan Tersangka Jonas Salean


Jonas Salean (kanan) dan Thomas More menjalani pemeriksaan petugas saat tiba di Rutan Kupang untuk menjalani penahanan, Kamis (22/10) petang. (FOTO: OBED GERIMU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Ternyata Hal Ini yang Bikin Kajati NT Setuju Penetapan Tersangka Jonas Salean


“Tidak hanya itu, Jonas Salean juga memutuskan di sampingnya ada anaknya, istrinya, menantunya, dan ada kerabatnya. Ada delapan kapling diambil yang bersangkutan. Di situlah saya setuju dengan pendapat penyidik, bahwa telah terjadi perbuatan melawan hukum. Setidaknya menguntungkan dirinya sendiri sudah didapatkan di situ.” Kajati NTT, Yulianto.

KUPANG TIMEXKUPANG.com-Kasus dugaan tindak pidana korupsi pengalihan tanah seluas 770.800 meter persegi dengan tersangka mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean bakal menjalani masa penahanan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT hingga 20 hari ke depan terhitung sejak awal ditahan, Kamis (22/10) sore.

Masa tahanan yang sama juga berlaku untuk tersangka, mantan Kepala BPN Kota Kupang, Thomas More. “Kedua tersangka ditahan selama 20 hari. Setelah itu kalau proses penyidikan belum selesai akan diperpangjang 40 hari,” ungkap Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, Kamis (22/10).

Sementara itu, Kajati NTT, Yulianto menjelaskan, perkara bagi-bagi tanah ini awalnya dilakukan penyelidikan oleh Kejari Kota Kupang, lalu diambil alih Kejati NTT.

“Memang awalnya penyelidikan oleh Kejari Kota Kupang, tapi datanya dari saya. Di sisi lain saya melakukan pemeriksaan yang di Kabupaten Kupang (pengalihan tanah di Jalan Veteran Fatululi), dan yang itu sedang berjalan hingga saat ini. Yang ini yang kita putuskan untuk percepat dalam proses penyidikannya, karena melibatkan beberapa pihak termasuk pejabat publik,” jelas Yulianto.

Terkait potensi tersangka baru, menurut mantan Kajari Sumba Barat itu, siapapun berpotensi dan akan terungkap di fakta persidangan.

“Saya tekankan penyidikan ini, keadilan itu ada di dalam hati, bukan di dalam buku, termasuk di dalam Undang-Undang dan KUHP. Nggak ada,” tandas Kajati.

BACA JUGA: Usai Ditetapkan Tersangka, Jaksa Tahan Mantan Wali Kota Kupang

Dia menambahkan, nilai tanah dimaksud saat itu Rp 3,7 juta/m2, sedangkan kapling rata-rata berukuran 400m2 hingga 600m2.

Sedangkan untuk Jonas Salean ada 600m2 ditambah 180m2, dan dia hanya membayar Rp 200 ribu.

“Tidak hanya itu, Jonas Salean juga memutuskan di sampingnya ada anaknya, istrinya, menantunya, dan ada kerabatnya. Ada delapan kapling diambil yang bersangkutan. Di situlah saya setuju dengan pendapat penyidik, bahwa telah terjadi perbuatan melawan hukum. Setidaknya menguntungkan dirinya sendiri sudah didapatkan di situ,” beber Kajati yang saat itu didampingi Asisten Intelijen Bambang Setyadi, Asisten Pidsus Ilham Samudera, dan Kasi Penkum, Abdul Hakim.

Terkait sikap Kejati terhadap kemungkinan adanya upaya hukum tersangka berupa praperadilan, Kajati Yulianto menegaskan, prapradilan merupakan upaya hukum yang dapat dan diberikan Undang-Undang kepada siapapun atas proses penegakan hukum yang sedang berjalan.

“Siapapun berhak mengajukan praperadilan, dan itu dilindungi oleh Undang-Undang. Dan sikap Kejaksaan sudah siap sekali. Mau diperadilankan, kita sudah siap,” tegasnya.

Terkait upaya permohonan penangguhan penahanan atau pengalihan penahanan, Kajati katakan hal tersebut semata-mata kewenangan penyidik, apakah yang bersangkutan layak untuk diberikan penangguhan dan atau pengalihan penahanan.

Terpisah, kuasa hukum Jonas Salean, Yanto Ekon saat dikonfirmasi media ini terkait rencana mengajukan praperadilan mengatakan pihaknya masih berkoordinasi sesama tim hukum. Mengenai kepastian terhadap langkah hukum tersebut, Yanto mengaku akan menyampaikan kemudian. (joo/ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top