14 Persen Wilayah di NTT Belum Dialiri Listrik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

14 Persen Wilayah di NTT Belum Dialiri Listrik


Agustinus Jatmiko

Advetorial

14 Persen Wilayah di NTT Belum Dialiri Listrik


Terbanyak di TTS dan Manggarai Timur

KUPANG, TIMEX- Selasa (27/10) PLN akan merayakan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-27. Memasuki HLN ke-27, masih ada 14 persen wilayah di NTT yang belum dialiri listrik. Dan penyebaran daerah yang belum dialiri listrik ada di Kabupaten TTS dan Manggarai Timur (Matim). Namun demikian, PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT terus berusaha melistrik daerah-daerah yang belum dialiri listrik tersebut. Karena itu maka PLN UIW NTT menargetkan, hingga tahun 2021 nanti ratio elektrifikasi di NTT bisa mencapai 95 persen.

Penegasan ini disampaikan General Manajer (GM) PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko di sela-sela penanaman anakan pohon di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Jumat (23/10). Berdasarkan data yang diperoleh dari PLN UIW NTT, sejak Januari-Okrltober 2020, PLN UIW berhasil melistriki 144 desa di NTT. Ini dilakukan PLN UIW NTT di tengah pandemi Covid-19.

Untuk melistriki ke-144 desa tersebut, PLN UIW NTT membutuhkan Jaringan Tegangan Rendah (jtr) sepanjang 730,11 kms (kilo meter sirkuit), Jaringan Tegangan Menengah (jtm) sepanjang 655,49 kms dan gardu sebanyak 208 dengan daya serta daya sebesar 9.850 kVA. Karena itu maka hingga Agustus 2020, RE (Rasio Elektrifikasi) di Provinsi NTT 86,15 persen dengan RDB (Rasio Desa Berlistrik) per September 2020 adalah 94,75 persen.

“Kalau di NTT secara total tinggal lima desa yang belum dialiri listrik. Sebab, ada sejumlah desa yang sudah dialiri listrik meski itu bukan listrik PLN. Meski listriknya bukan dari PLN tapi PLN tetap komit untuk melistriki desa-desa yang belum dialiri listrik tersebut,” kata Agustinus Jatmiko akhir pekan kemarin.

Dijelaskan, GM PLN UIW NTT, meski desa-desa sudah dialiri listrik, namun masih banyak dusun yang belum dialiri listrik. Jadi, secara total di NTT sampai saat ini yakni 86,75 persen wilayah yang susah dialiri listrik. Karena itu maka sisanya (wilayah yang belum dialiri listrik) itu karena berada di dusun-dusun yang sekarang ini sementara diusahakan untuk dialiri listrik.

“Jadi,target dari PLN yakni bisa memperluas jaringan hingga ke dusun-dusun. Dan secara bertahap, PLN melakukan perluasan jaringan. Hal ini tentunya disesuaikan juga dengan anggaran yang ada di PLN. Diharapkan agar tahun 2021 nanti bisa dilakukan perluasan jaringan hingga 5 persen sehingga secara bertahap ratio elektrifikasinya bisa mencapai 99 persen.

Disinggung terkait banyaknya wilayah yang belum dialiri listrik di NTT, Agustinus Jatmiko mengaku bahwa masih ada14 persen daerah yang belum dialiri listrik dan terendah ada di Kabupaten TTS dan Manggarai Timur. Sedangkan untuk kabupaten lain di NTT sudah di atas 90-95 persen. “Ini identik dengan 200 ribu kepala keluarga. Kendalanya sehingga banyak daerah di Kabupaten TTS dan Manggarai Timur belum dilistriki oleh PLN karena masalah anggaran serta kendala geografis termasuk daerah kepulauan. Kendala berikutnya yakni pelaksana di lapangan yang bermitra dengan PLN yang juga terbatas. Karena itu maka akan ada mitra kerja dari luar NTT seperti Makassar yang siap membantu di NTT untuk melistriki daerah yang belum ada listrik,” katanya.

Ditanya terkait wilayah perbatasan RI-RDTL, apakah semua sudah dilistriki, dirinya katakan bahwa untuk perbatasan Belu, Malaka dan TTU sudah disuplai listrik secara maksimal dan sudah menyala 24 jam. Sementara untuk Oepoli, dirinya katakan bahwa saat ini baru dilayani 12 jam. “Kita sementara upayakan paling lambat semester I-2021 sudah bisa dilayani 24 jam. Penyebabnya juga karena wilayah Oepoli juga terpisah dengan sistim kelistrikan Pulau Timor. Ini kendalanya,” kata Agustinus Jatmiko.

Dirinya juga mengatakan bahwa Gubernur NTT sudah menginformasikan soal rencana pembangunan PLBN di Oepoli dalam waktu dekat. Karena itu maka PLN diminta untuk memperhatikan hal tersebut terutama soal masalah kelistrikan. Karena itu maka PLN UIW NTT juga konsen untuk menindaklanjuti apa yang sudah disampaikan oleh Gubernur NTT sehingga listrik di Oepoli akan segera menyala 24 jam. (gat)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

Populer

To Top