Masyarakat Diminta tidak Kucilkan ODHA | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Masyarakat Diminta tidak Kucilkan ODHA


TES HIV. Sebanyak 18 warga Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, berpartisipasi jalani tes HIV usai mengikuti sosialisasi pencegahan dan penanggulangan bahaya HIV/AIDS di Kantor Desa Lekunik, Sabtu (24/10). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Masyarakat Diminta tidak Kucilkan ODHA


KPAD Rote Ndao Gencar Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Masyarakat Kabupaten Rote Ndao diminta untuk tidak mengucilkan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di lingkunganya. Sebab ODHA juga memiliki hak yang sama dengan orang lain dalam menjalani kehidupannya.

Permintaan ini disampaikan salah satu anggota tim Voluntary dan Counseling dan Testing (VCT), drg. Joice Nggili, menyusul adanya kasus HIV/AIDS yang terus bertambah. Sehingga saat ini, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Rote Ndao gencar melakukan sosialisasi hingga ke desa-desa.

Dalam melakukan sosialisasi, KPA Rote Ndao, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Daerah (RSUD) Ba’a. Kerja sama tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS, sekaligus melakukan test mobile VCT kepada setiap peserta sosialisasi.

“Jangan kucilkan ODHA jika ada di lingkungan masyarakat. Karena penyakit yang dideritanya tidak mudah menular dengan mendekatinya,” kata drg. Joice Nggili, saat melakukan sosialisasi VCT di Kantor Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, Sabtu (24/10).

HIV/AIDS, menurut drg. Joice, bisa tertular, tetapi dengan cara penularan yang sangat terbatas. Sehingga masyarakat tidak perlu merasa takut melakukan interaksi dengan ODHA.

Dikatakan, penularan HIV/AIDS, terjadi melalui hubungan seksual, berbagi jarum suntik, serta ibu hamil yang positif HIV. Terhadap hubungan seksual, drg. Joice, mengatakan, HIV sangat rentan menular melalui hubungan seks yang tidak aman. Seperti berganti-ganti pasangan dengan tidak menggunakan kondom.

Sehingga untuk mengantisipasinya, drg. Joice menyarankan untuk melakukan hubungan seks yang aman, yaitu setelah menikah. Begitu juga menggunakan kondom sewaktu melakukan hubungan sex dengan pasangan.

Penularan lainnya melalui jarum suntik, yang digunakan lebih dari satu orang. Misalnya membuat tato, dan mengonsumsi narkoba.

Cara penularan selanjutnya adalah melalui ibu hamil yang sementara postif HIV ke bayinya. Sehingga kebijakan yang diambil pemerintah saat ini adalah mewajibkan seluruh ibu hamil harus di tes HIV.

“Saat ini, pemerintah mewajibkan setiap ibu hamil untuk di-screening,” kata drg. Joice, dengan menambahkan agar meminimalkan penularan HIV dari ibu ke bayi yang dikandungnya.

Masih terhadap cara penularan, drg. Joice kembali menekankan bahwa virus HIV tidak menular melalui ciuman, berpelukan, penggunaan WC bersama, bersentuhan, menggunakan alat makan bersama dan gigitan nyamuk. Bahkan tinggal serumah pun HIV tidak akan tertular.

“Kita harus dampingi mereka, dengan terus memberi motivasi. Karena ada ketentuanya, bahwa ODHA juga memiliki hak yang sama untuk bekerja dan berinteraksi di lingkunganya,” kata drg. Joice.

Status HIV seseorang, demikian drg. Joice, tidak bisa diketahui secara kasat mata. Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan antibody HIV dalam darah melalui test HIV.

Dari hasil pemeriksaan, data yang terkonfirmasi positif pun tetap dijaga kerahasiaanya. Sehingga masyarakat diminta untuk tidak mengkhawatirkan statusnya.

Diketahui, dalam melakukan sosialisasi yang diprogramkan sebanyak 17 kali, terdapat 478 warga masyarakat yang berpartisipasi dalam menjalani mobile VCT. Partisipasi tersebut diperoleh saat melakukan sosialisasi di salah satu lembaga pemerintahan, satu organisasi kepemudaan dan 15 desa di sembilan Kecamatan

Sehingga dari hasil uji VCT yang dilakukan, terdapat 2 dari 478 yang positif HIV. Sementara kasus positif lainya, terkonfirmasi saat masyarakat melakukan pengobatan di Puskesmas dan RSUD Ba’a.

Dari partisipasi warga dalam kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan, Pengelola Program KPAD Rote Ndao, Jenny Yensri Adu, S.Kep.,Ns, mengharapkan dukungan dari pemerintah setempat terhadap program yang akan dilaksanakan selanjutnya. Selain dukungan yang diharapkan Jenny mengatakan semakin banyak desa yang dijangkau, semakin banyak mendeteksi penyebaran kasus HIV/AIDS di masyarakat.

“Dukungan pemerintah terus diharapkan untuk sukseskan progran KPAD. Tahun depan, mungkin lebih banyak sosialisasi ke desa-desa,” kata Jenny. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top