Dari Rutan Menjadi Tahanan Kota, Kejati Limpahkan Berkas JS ke PN Kupang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dari Rutan Menjadi Tahanan Kota, Kejati Limpahkan Berkas JS ke PN Kupang


TAHANAN KOTA. Mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean (kanan) saat keluar meninggalkan Rutan Klas IIB Penfui Kupang, Selasa (27/10). Status Jonas yang tadinya sebagai tahanan Rutan berubah jadi tahanan kota. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Dari Rutan Menjadi Tahanan Kota, Kejati Limpahkan Berkas JS ke PN Kupang


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Proses hukum kasus dugaan korupsi bagi-bagi tanah dengan tersangka mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean (JS) sejak Selasa (27/10) siang memasuki babak baru. Setelah lima hari menjalani masa tahanan jaksa di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Penfui Kupang, sejak Kamis (22/10), sejak siang tadi, JS dikeluarkan dari Rutan namun dengan status menjadi tahanan kota. JS pun resmi menjadi tahanan Pengadilan Negeri (PN) Kupang seiring dengan pelimpahan berkas ke PN Kupang untuk diproses sidang.

Sebagaimana diberitakan, JS dijadikan tersangka dan ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT terkait dugaan tindak pidana korupsi pengalihan tanah seluas 770.800 meter persegi ke sejumlah kerabat dan pejabat yang terletak Jalan R. A. Kartini, Kelurahan Kelapa Lima, tepatnya di depan Hotel Sasando.

“Tadi siang (Selasa, 27/10, Red) jaksa sudah limpahkan berkas perkara dan tersangka ke Pengadilan. Tadi siang juga status tahanan klien kami beralih dari tahanan Rutan menjadi tahanan kota dengan jaminan dua orang Wakil Ketua DPRD NTT masing-masing Inche Sayuna dan Alo Ladi,” ungkap kuasa hukum JS, Yanto Ekon ketika di konfirmasi wartawan Selasa (27/10) sore.

Sehubungan dengan peralihanan status tahanan tersangka JS, kuasa hukum Yanto Ekon menjelaskan peritiwa itu terjadi menyusul surat permohonan penangguhan penahanan dan pengalihan tahanan yang diajukan tim kuasa hukum sejak Senin (26/10) pagi. “Permohonannya kami ajukan kemarin dan hari ini jaksa langsung respon,” ujar Yanto Ekon.

Mengenai proses hukum selanjutanya, Yanto yang dipercaya menjadi kuasa hukum bersama Melky Ndaomanu, Johannis Daniel Rihi dan Rain Kapitan menunggu jadwal sidang pokok perkara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kupang.

Ditanya soal argumentasi bukti yang dipakai penyidik Kejati NTT untuk menetapkan mantan JS sebagai tersangka dalam kasus tersebut, menurut Yanto Ekon, tim kuasa hukum tetap konsisten bahwa bukti yang digunakan penyidik Kejati NTT bukanlah bukti sesungguhnya.

“Bagi kami tim kuasa hukum, kami tetap konsisten bahwa tanah yang dibagikan klien kami ke masyarakat itu adalah tanah negara. Artinya tanah yang dikuasai langsung oleh negara sehingga Wali Kota Kupang memiliki kewenangan untuk mengatur peruntukannya kepada masyarakt. Jadi sekali lagi kami tegaskan kasus yang dituduhkan kepada klien kamu bukan tindak pidana korupsi karena itu adalah tanah negara bukan tanah milik daerah,” tandas Yanto Ekon.

Walau demikian, Yanto menyebutkan bahwa untuk memutus apakah pengalihan tanah seluas 770.800 meter persegi itu adalah tanah milik daerah atau tanah negara, tergantung penilaian dan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Kupang saat persidangan nanti.

“Jaksa dan kami tim kuasa hukum masing-masing punya argumentasi hukum, tergantung majelis hakim sebagai wasitnya untuk menilai argumentasi hukum masing-masing pihak,” jelas Yanto.

HH Jadi Jaminan

Sehari sebelumnya, yakni Senin (26/10), Istri Jonas Salean, Rosdiana Salean-Ndapamerang bersama sejumlah anggota keluarga dan simpatisan menemui Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry yang sedang melakukan kunjungan kerja bersama para anggota komisi ke Kanwil Kemenkumham NTT.

Di halaman kantor Kanwil Kemenkumham NTT di Jl. W. J. Lalamentik itu, Herman Herry menyempatkan diri menemui Rosdiana dan sejumlah anggota keluarga. Meski ada pengawalan aparat kepolisian, politikus PDIP yang akrab disapa HH itu menyilakan Ny. Rosdiana untuk menyampaikan maksudnya.

Di hadapan HH, Rosdiana menyampaikan bahwa ia mewakili Jonas Salean memohon perhatian Ketua dan seluruh anggota Komisi III DPR RI agar persoalan hukum yang sedang dialami mantan Wali Kota Kupang ini dapat ditegakkan seadil-adilnya.

“Yang terhormat Bapak Ketua Komisi III, kami dari perwakilan Bapak Jonas minta perhatian Bapak Ketua Komisi dan anggota Komisi III yang lain untuk permasalahan Pak Jonas Salean yang sementara ini di Rutan Kupang yang ditahan oleh Kajati NTT tanggal 22 Oktober. Minta keadilan ini ditegakkan,” ungkap Rosdiana dengan kedua tangannya mengatup di dada memohon perhatian Komisi III DPR RI.

Menyikapi ini, Ketua Komisi III, Herman Herry menegaskan bahwa, dirinya siap menjadi jaminan dan meminta kepada pihak Kejati NTT untuk dapat melakukan penangguhan penahanan terhadap Jonas Salean karena yang bersangkutan dalam kondisi sakit.

“Satu hal yang saya mau sampaikan kepada kalian. Dalam proses penegakkan hukum, kami tidak akan mengintervensi. Biarlah ini berproses secara profesional sampai kepada pengadilan, dan pengadilan yang menentukan. Namun dalam proses penegakkan hukum, kami minta proses penegakkan hukum yang bermartabat. Karena yang bersangkutan dalam keadaan sakit, saya minta penangguhan penahanan. Saya siap jadi jaminan,” tegas HH. (ogi/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top