Bawaslu Belu Usut Dugaan Pelanggaran Kampanye di Naitimu Tasbar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bawaslu Belu Usut Dugaan Pelanggaran Kampanye di Naitimu Tasbar


Grafis: JawaPos.com

POLITIK

Bawaslu Belu Usut Dugaan Pelanggaran Kampanye di Naitimu Tasbar


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Belu, mengusut dugaan pelanggaran kampanye di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar). Kini sejumlah saksi sudah diundang ke Bawaslu untuk dilakukan klarifikasi sebab ada dugaan terjadi dua pelanggaran di titik lokasi kampanye itu.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, dugaan pelanggaran kampanye lokasinya di Desa Naitimu pada Sabtu 17 Oktober 2020 lalu. Saat bersamaan tim pasangan calon (Paslon) Sahabat sedang melakukan kampanye namun diganggu sekelompok orang. Selain itu ada dugaan pelanggaran konvoi menggunakan kendaraan bermotor.

Ketua Bawaslu Belu, Andreas Parera saat dikonfirmasi Senin (26/10) menjelaskan, pihaknya sedang melakukan klarifikasi terhadap sejumlah saksi terkait dugaan pelanggaran di Naitimu. Setelah dilakukan pengembangan Bawaslu Belu menemukan dua dugaan pelanggaran yaitu dugaan mengganggu jalannya kampanye dan dugaan perarakan konvoi.

Ia menjelaskan, Bawaslu bersama penyidik Kepolisian dan Jaksa Penuntut yang tergabung dalam Sentra Gakumdu sudah melakukan pembahasan tahap 1. Sehingga dilakukan klarifikasi terhadap sejumlah saksi. Sebanyak delapan orang sudah diundang untuk diklarifikasi.

“Sudah dua hari sejak Minggu kita klarifikasi sejumlah saksi. Ini baru dugaan sehingga kita belum pastikan benar atau tidak melanggar aturan kampanye,” sebutnya.

Menurut Andreas apabila tim yang melakukan klarifikasi masih membutuhkan informasi tambahan tentunya akan mengundang kembali saksi yang sama atau orang lain lagi untuk memberikan klarifikasi. Tetapi jika sudah cukup bukti, tentunya Bawaslu akan kembali mengundang Sentra Gakumdu untuk melakukan pembahasan tahap 2.

Terkait saksi yang di undang untuk di dengar klarifikasi, Andreas menjelaskan untuk sementara pihaknya belum bisa membuka semua. Baik itu isi keterangan atau klarifikasi termasuk nama orang yang diklarifikasi.
“Maaf untuk sementara kami belum bisa buka. Karena itu masuk pada isi materi. Kita juga belum pastikan apakah masuk pelanggaran atau bukan. Ini baru sebatas dugaan,” tandas Andreas. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top