Jadikan NTT Ekowisata Dunia, BOP Beri Penguatan Digitaliasi Bagi Penggerak Desa Wisata | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jadikan NTT Ekowisata Dunia, BOP Beri Penguatan Digitaliasi Bagi Penggerak Desa Wisata


ARAHAN. Kepala Divisi Komunikasi Publikasi BOP, Sisilia Jemana (berdiri) memberi arahan dalam kegiatan pelatihan penguatan digitalisasi di Hotel Revaya, Selasa (27/10). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Jadikan NTT Ekowisata Dunia, BOP Beri Penguatan Digitaliasi Bagi Penggerak Desa Wisata


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Labuan Bajo-Flores, menggelar kegiatan penguatan digitalisasi destinasi wisata bagi penggerak desa wisata dari tiga kabupaten Manggarai Raya, Selasa (27/10). Dalam kegiatan tersebut, para peserta dilatih cara membuat konten foto dan narasi.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (27 – 28 Oktober) itu dibuka Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Manggarai, Anglus Angkat, bertempat di Hotel Revaya Ruteng, Kabupaten Manggarai. Dihari kedua kegiatan, Rabu (28/10) peserta melakukan sesi praktik pengambilan foto sesuai angle di tempat pariwisata Kampung Ada Todo, Kecamatan Satar Mese Utara.

Peserta yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut terdiri dari perwakilan lima Desa Wisata untuk masing-masing kabupaten, baik Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur. Setiap desa wisata tiap kabupaten mengutus dua orang peserta. Hadir juga perwakilan Dinas Pariwisata dan Dinas Kominfo setiap kabupaten di Manggarai Raya.

“Kegiatan ini dalam rangka pengembangan pariwisata premium berkelanjutan di Labuan Bajo Flores, Lembata, Alor, dan Bima. Pesertanya dari 15 desa wisata dari 3 Kabupaten,” ujar Kepala Divis Komunikasi Publikasi BOP Labuan Bajo, Flores, Sisilia Jemana, kepada TIMEXKUPANG.com di sela-sela kegiatan itu.

Menurut Sisilia, desa wisata yang hadir dalam kegiatan itu, dengan syarat yang memenuhi aspek 3A, yakni amenitas, aksebilitas, dan atraksi. Juga memiliki Pokdarwis atau BUMDes. Ke depan kegiatan yang sama akan dilaksanakan untuk kabupaten lain yang menjadi wilayah koordinasi BOP Labuan Bajo Flores.

“Cita-cita NTT ke depan adalah menjadi ekowisata dunia. Salah satu cara yang dilalukan, yakni dengan mengaktifkan desa-desa wisata. Karena itu masyarakat terlibat secara langsung dalam mengelola pariwisata desanya,” jelas Sisilia.

Sisilia mengatakan, kegiatan digitalisasi wisata itu dilaksanakan supaya orang makin tahu bahwa ternyata di Flores itu banyak sekali desa-desa yang bisa dikunjungi. Sehingga orang tidak hanya bertumpuk di Labuan Bajo, dimana datang ke pulau dan pulang, karena mereka tidak tahu bahwa ada potensi lain di Flores.

Dalam kegiatan ini juga, lanjut Sisilia, teman-teman di desa wisata bisa memperoleh manfaat ekonomi. Artinya setiap orang bisa memperoleh manfaat dari pariwisata. Nah digatalisasi ini menjadi salah satu pintu masuk untuk bisa mengelola saluran informasinya sendiri.

“Dalam kegiatan ini peserta akan dilatih bagaimana membuat konten media yang menarik terkait potensi wisata di desanya masing-masing. Disini menggunakan kamera sederhana. Peserta juga akan dilatih bagaimana membuat caption atau narasi yang baik dan bisa menunjang konten foto yang ada,” terang Sisilia.

Selanjutnya peserta yang telah dilatih, kata Sisilia, akan terus didampingi pihak BOP Labuan Bajo Flores. Tidak sekadar habis kegiatan, lalu pulang dan tidak berbuat. Medsos setiap desa wisata ke depan akan dipantau. Juga semua link dari desa wisata akan diintegrasikan ke website BOP.

Sehingga Sisilia berharap, begitu orang membuka website BOP Labuan Bajo Flores, bisa melihat deretan link pariwisata dan orang mempunyai pilihan. Nanti dari pihak Dinas Pariwisata, bisa ikut mendampingi para peserta membuat paket wisata.

Mengenai adanya pengakuan peserta yang mengaku kesulitan membuat narasi, menurut Sisilia, nanti dari pihak BOP Labuan Bajo Flores membantu. “Konsep pembangunan pariwisata berbasis masyarakat saat ini menjadi kiblat utama pembangunan pariwisata di NTT,” katanya.

Sisilia juga menjelaskan, destinasi Eco-Wisata Premium, merupakan wujud destinasi wisata dengan konsep Sustainable Tourism yang berkelanjutan, yakni mengoptimalkan potensi pariwisata yang otentik dengan mengedepankan orisinalitas, kekayaan alam, dan budaya lokal masyarakat desa.

“Potensi pasar digital menjadi momentum yang perlu ditangkap oleh para pelaku pariwisata, dalam konteks pengembangan desa wisata berbasis digital,” tambah Sisilia.

Kadis Pariwisata Manggarai, Anglus Angkat, dalam kesempatan itu mengatakan, apa yang dilakukan pihak BOP Labuan Bajo Flores, merupakan hal yang sangat luar biasa dalam upaya meningkatkan SDM untuk mengembangkan destinasi wisata yang ada di Manggarai Raya. Tentunya dengan memanfaatkan digitalisasi.

“Dengan teknologi yang ada, tentu kita mampu mempromosikan obyek wisata di daerah masing-masing melalui medsos seperti facebook, twitter, youtube, dan lainnya. Saya harap peserta bisa mengikuti dengan tekun dan diimplementasikan, sehingga ada wisatawan yang berkunjung ke desanya,” pesan Angkat. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top