Polri Temukan Fakta Baru Kasus Kebakaran Gedung Kejagung | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polri Temukan Fakta Baru Kasus Kebakaran Gedung Kejagung


KUMPUL BUKTI. Polisi membuka garis polisi di area gedung Kejagung yang terbakar beberapa waktu lalu. (FOOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

PERISTIWA/CRIME

Polri Temukan Fakta Baru Kasus Kebakaran Gedung Kejagung


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Tim Gabungan Bareskrim Polri menemukan fakta baru terkait kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Fakta ini berupa nama PT APM selaku penyedia produk pembersih merk Top Cleaner, diduga dipakai oleh dua orang lain.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo mengatakan, fakta ini didapat berdasarkan pemeriksaan kepada Direktur PT APM berinisial RS yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Adapun pemeriksaan kepadanya dilakukan pada 27 Oktober 2020.

“PT APM sebagai perusahaan cleaning service dipinjam bendera perusahaannya oleh dua orang, yakni MAI dan SW,” kata Sambo saat dikonfirmasi, Rabu (28/10).

Oleh karena itu, penyidik rencananya akan memeriksa kedua pihak tersebut. Guna memastikan ada atau tidaknya keterkaitan mereka dengan kebakaran Gedung Kejagung. “Keduanya akan diperiksa penyidik hari Selasa, 3 November 2020,” imbuh Sambo.

BACA JUGA: 8 Orang Jadi Tersangka Kebakaran Kejagung, Mayoritas Tukang Bangunan

Sebelumnya, Penyidik Gabungan Bareskrim Polri menetapkan delapan orang tersangka kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta. Delapan orang ini dianggap bertanggung jawab atas kasus tersebut karena dianggap lalai sehingga mengakibatkan api muncul.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, penetapan tersangka ini berdasarkan enam kali olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Penyidik juga telah meminta keterangan 131 orang, dimana 64 diantaranya dijadikan saksi.

“Setelah gelar perkara disimpulkan ada kealpaan. Semuanya kami lakukan dengan ilmiah untuk bisa membuktikan. Kami tetapkan delapan tersangka karena kealpaan,” kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (23/10)

Mereka yang ditetapkan tersangka yakni lima orang tukang bangunan berinisial T, H, S, K, IS, sebagai pihak yang merokok di dalam gedung Kejagung. Lalu, mandor berinisial UAM yang tidak mengawasi kerja para tukang.

Kemudian, Direktur Utama PT ARM berinisial R sebagai penjual cairan pembersih bermerk Top Cleaner yang tidak memiliki izin edar. Terakhir, Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH yang bertanggung jawab dalam kesepakatan pembelian cairan pembersih Top Cleaner. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top