Sembilan Bulan Buron, KPK Tangkap Penyuap Eks Sekretaris MA | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sembilan Bulan Buron, KPK Tangkap Penyuap Eks Sekretaris MA


Gedung Merah Putih KPK. (FOTO: MUHAMAD ALI/JAWA POS)

PERISTIWA/CRIME

Sembilan Bulan Buron, KPK Tangkap Penyuap Eks Sekretaris MA


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap Direktur Utama Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto (HSO). Dia merupakan tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016.

Hiendra diduga merupakan penyuap mantan Sekertaris MA, Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono. Dia berhasil diamankan setelah kurang lebih sembilan bulan menjadi daftar pencarian orang (DPO) KPK.

“Benar penyidik KPK hari ini berhasil menangkp DPO KPK atas nama tersangka HSO dalam perkara Tipikor dugaan suap pengurusan perkara MA tahun 2011-2016,” kata pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (29/10).

Terduga pemberi suap terhadap Nurhadi ini telah diamankan di Gedung Merah Putih KPK. Hiendra tengah diperiksa intensif oleh penyidik.

BACA JUGA: Didakwa Terima Suap Rp 45 M, Nurhadi: Semua Tak Benar, Akan Saya Buktikan!

“Saat ini yang bersangkutan sudah berada di kantor KPK dan masih dalam pemeriksaan tim penyidik KPK,” cetus Ali.

Kendati demikian, Ali belum bisa menyampaikan informasi secara lengkap dimana tempat persembunyian Hiendra, sehingga akhirnya bisa diamankan. KPK akan memberikan keterangan dalam konferensi pers.

Sementara itu, Nurhadi dan Rezky telah menjalani persidangan dalam kasus yang menjeratnya. Nurhadi dan Rezky Herbiyono, didakwa menerima gratifikasi dan suap terkait pengurusan perkara di MA. Keduanya didakwa menerima gratifikasi sejumlah Rp 37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan Pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

Selain itu, Nurhadi dan menantunya juga turut didakwa menerima suap Rp 45.726.955.00 dari Direktur Utama PT MIT Hiendra Soenjoto. Uang suap tersebut diberikan agar memuluskan pengurusan perkara antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait dengan gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top