Pemkab Matim Tuntut Perusahan Perekrut Pulangkan TKW Getrudis | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Matim Tuntut Perusahan Perekrut Pulangkan TKW Getrudis


Pihak perusahaan perekrut, Lembaga Perlindungan Perdagangan Manusia, dan majikan saat bertemu pihak KBRI di Malaysia. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab Matim Tuntut Perusahan Perekrut Pulangkan TKW Getrudis


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) terus membangun komunikasi dengan perusahan perekrut Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Matim, Getrudis Agung agar bisa dipulangkan ke kampung halamannya.

Getrudis sendiri sesuai data tertera dalam Kartu Keluarga, berasal dari Desa Gurung Turi, Kecamatan Poco Ranaka, Matim. Ia sudah berkeluarga, dan terdata sebagai TKW Indonesia legal dan direkrut melalui PT. Rimba Ciptaan Indah tahun 2018 lalu. Masa kontraknya hanya 2 tahun dan berakhir tahun 2020.

“Saya sudah meminta pihak agen PT. Rimba Ciptaan Indah agar segera kembalikan Getrudis ke Indonesia. Setiap hari saya selalu telepon ke Malaysia,” kata Kabid Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Dinas Nakertrans Matim, Marna, S.Pd, kepada media ini di Borong, Rabu (28/10).

Marna menyebutkan, pihak yang dia telepon ke Malaysia, salah satunya Ketua Lembaga Perlindungan Perdagangan Manusia di Malaysia, Dewi Kholifah. Dewi, kata Marna, merupakan orang yang pertama menemukan Getrudis di tepi jalan, di Malaysia. Saat ini Getrudis masih berada di tempat penampungan sementara korban perdagangan manusia di Malaysia.

“Sehari saya telepon dengan Ibu Dewi hampir empat kali. Saya menanyakan perkembangan kondisi Getrudis. Karena informasi awal dari Ibu Dewi, Getrudis ini mengalami stres. Termasuk saya minta bantuan kepada Ibu Dewi untuk bantu kepulangan Getrudis ke Indonesia. Apalagi masa kontrak kerja dari Getrudis berakhir Oktober 2020,” ujarnya.

Marna sendiri telah mendapat informasi bahwa, pihak perusahan perekrut, majikan, dan Dewi sendiri telah melakukan pertemuan dengan pihak Kedutaan Besar RI (KBRI) di Malaysia. Poin penting yang dibicarakan dalam pertemuan itu meminta PT. Rimba Ciptaan Indah untuk wajib bertanggungjawab membayar upah atau gaji selama Getrudis bekerja di Malaysia.

BACA JUGA: TKW Asal Matim Ditemukan di Tepi Jalan di Malaysia, Begini Penjelasan Nakertrans

Pihak KBRI bersama Lembaga Perlindungan Perdagangan Manusia di Malaysia, lanjut Marna, meminta perekrut untuk wajib membiayai perawatan kesehatan bagi Getrudis. Serta segera kembalikan Getrudis ke Indonesia. Bahkan pihak agen perekrut sudah menyatakan siap bertanggungjawab terhadap segala biaya pemulangan dan perawatan.

“Untuk gajinya selama di Malaysia, belum bisa langsung dibayar karena masih dihitung jumlahnya. Majikan sendiri sudah menyatakan siap membayar gajinya. Saya telepon perwakilan PT. Rimba Ciptaan Indah di Indonesia, apapun alasan mereka wajib dan harus pulangkan Getrudis ke Indonesia,” tegas Marna.

Ditambahnya, dari keterangan majikan saat pertemuan di KBRI, Getrudis pergi dari rumahnya tanpa sepengetahuan majikan. Dugaan awal mengalami depresi, tapi informasi terakhir sudah kondisinya semakin membaik. Tentu nanti saat tiba di Matim, kesehatan Getrudis akan di cek.

“Informasi awal yang saya dapat, Getrudis mengalami depresi. Tapi sekarang sudah membaik. Kalau pun dia masih mengalami depresi, tetap kami mendesak Getrudis dipulangkan. Biar sampai di Matim, kita bisa rawat dia. Apalagi keluarga juga meminta kepada Pemerintah agar Getrudis ini dipulangkan ke kampung halamanya,” kata Marna.

Pihak dinas Nakertrans sendiri, tambah Marna, siap menjemput Getrudis saat tiba di Indonesia. Apa itu nanti di Jakarta atau di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Sehingga Getrudis bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga. Terkait gajinya, pihaknya akan mengecek langsung dengan Getrudis. Intinya, itu menjadi haknya Getrudis yang wajib dibayar oleh perusahaan perekrut. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top