Reaktif Rapid Test, Pasutri Dicegat di Bandara DC Saudale | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Reaktif Rapid Test, Pasutri Dicegat di Bandara DC Saudale


PENGAMBILAN SAMPEL SWAB. Tenaga kesehatan dari RSUD Ba'a saat mengambil sampel swab dari calon penumpang yang reaktif rapid test di tempat karantina, Rusun Ne'e, Kamis (29/10). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Reaktif Rapid Test, Pasutri Dicegat di Bandara DC Saudale


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Sepasang suami istri (Pasutri) di Kabupaten Rote Ndao terpaksa batal terbang melalui Bandar Udara (Bandara) DC Saudale, Kamis (29/10). Mereka dicegat dan tidak diizinkan terbang lantaran salah satu diantara pasutri ini menunjukan reaktif hasil rapid test.

Sehari sebelum melakukan perjalanan ke Kupang, Rabu (28/10), FL, 50, menjalani rapid test di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a. Rapid tersebut dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan ke luar daerah dimasa pandemi Covid-19.

Karena menunjukan hasil reaktif, pihak rumah sakit menyarankan FL untuk menjalani test swab. Namun FL tidak mengindahkanya dengan alasan sudah memesan tiket pesawat.

Adapun tujuan keberangkatan FL adalah ke Bali, bersama suaminya IZ, 51. Sehinga walau suaminya tidak menunjukan reaktif, pasutri tersebut tetap tidak diizinkan ‘terbang’ melalui Bandara DC Saudale.

“Kami tidak punya kewenangan untuk tahan penumpang ke luar, tetapi yang bersangkutan berpotensi menyebarkan ke penumpang yang lain,” kata Kasubsie Teknik, Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat (TOKPD) Bandara D. C. Saudale, Yudhi A. S. Ndoen saat dikonfirmasi Timor Express, Kamis (29/10).

Yudhi mengatakan, calon penumpang tersebut dicegah keberangkatannya demi kenyamanan penumpang lainnya. Dari upaya yang dilakukan, kini bersama suaminya, calon penumpang tersebut batal berangkat ke Kupang.

“Setelah berkoordinasi dengan tim Satgas Covid Rote Ndao, kedua calon penumpang yang adalah suami-istri tidak diberangkatkan,” kata Yudhi menambahkan.

Batalnya keberangkatan pasutri tersebut tak hanya upaya pihak Bandara, tetapi juga melalui pertimbangan dari crew Pesawat Wings Air, ATR PK 72-600 WHR.

Sehingga pasutri yang tidak diberangkatan langsung dijemput tim Satgas Covid-19 Rote Ndao. Kedua calon penumpang itu kemudian dibawa ke tempat karantina, Rumah Susun (Rusun) Ne’e.

“Keduanya sudah dijemput oleh tim Satgas untuk ditangani di tempat karantina,” kata Yudhi.

Kepada Timor Express, FL yang didampingi suaminya IZ mengatakan, mereka punya keperluan yang sangat penting di Bali. Sehingga untuk memenuhi kelengkapan administrasi, bersama suaminya, keduanya menjalani rapid test di RSUD Ba’a.

Keduanya juga mengakui adanya saran yang disampaikan pihak RSUD setelah peroleh hasil dari rapid test. Dimana FL diminta untuk menjalani swab test sebelum melakukan perjalanan ke Bali.

“Ya, mereka menyarankan, tetapi kami harus berangkat. Dan kami juga harus terima kalau kami tidak diizinkan berangkat demi kesehatan kami,” kata FL kepada Timor Express, usai menjalani swab tes di tempat karantina, Rumah Susun (Rusun) Ne’e.

FL juga tidak membantah rapid test-nya reaktif. Karena menurutnya, saat menjalani rapid, dirinya juga kurang beristirahat. Sehingga FL sangat meyakini bahwa dirinya hanya kecapaian.

Selain itu, terhadap batalnya keberangkatan, FL tak sedikitpun mempersoalkan. Bagi FL dan suaminya IZ, kesehatan mereka lebih penting dari uang tiket yang telanjur dibeli.

“Uang tiket bisa kami cari dan pasti mendapatkanya kembali. Tetapi kesehatan kami jauh lebih penting,” tambah FL diamini suaminya IZ.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19, Kabupaten Rote Ndao, yang juga Diretur RSUD Ba’a, dr. Widyanto P. Adhy, mengatakan, swab test pasutri diambil sebanyak dua kali. Setelah diambil, langsung dikirim untuk dilakukan tes PCR di Laboratorium Biologi Molekuler RSUD WZ Johanes Kupang.

“Besok, Jumat (30/10) diambil swab kedua. Selanjutnya dikirim untuk diuji di Kupang,” kata dr. Widyanto P. Adhy, yang memantau langsung pengambilan swab pertama dari pasutri yang dikarantina di Rusun Ne’e. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top