Diimingi Menjadi ASN, Warga TTU Kehilangan Uang Rp 21 Juta | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Diimingi Menjadi ASN, Warga TTU Kehilangan Uang Rp 21 Juta


LAPOR POLISI. Mesakh Lattan, warga Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu saat membuat laporan Polisi di KSPKT Polres TTU, Sabtu (31/10). (FOTO; PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Diimingi Menjadi ASN, Warga TTU Kehilangan Uang Rp 21 Juta


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Harapan Mesakh Lattan, warga RT 010/RW 005, Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) agar empat anaknya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) pupus.

Uang tunai senilai Rp 21 juta yang sudah dia setorkan ke Wilhelmus Sasi, warga Kelurahan Bensone, Kecamatan Kota Kefamenanu yang mengimingi Mesakh bahwa empat anaknya akan menjadi ASN pun hilang begitu saja.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Timor Express menyebutkan bahwa, kasus penipuan tersebut terjadi sejak bulan Oktober 2019 lalu, dimana saat itu, pelaku Wilhelmus menjanjikan kepada korban untuk mengurus keempat anaknya supaya menjadi ASN.

Namun syaratnya korban harus menyetor uang sebesar Rp 21 juta kepada pelaku jika menginginkan keempat anaknya menjadi ASN. Tergiur dengan iming-iming yang disampaikan pelaku tersebut, korban pun akhirnya memberikan uang sebanyak Rp 21 juta kepada pelaku.

Saat itu korban menyerahkan uangnya sebanyak dua kali kepada pelaku. Kali pertama diserahkan pada 2 Oktober 2019, dengan jumlah uang sebesar Rp 15.750.000. Selanjutnya, pada 4 Oktober 2019 korban memberikan lagi uang kepada pelaku. Kali kedua ini, korban menyerahkan uang ke pelaku senilai Rp 5.250.000.

Sayangnya, setelah korban menyerahkan uangnya kepada pelaku, pelaku tidak mengurus keempat anak korban hingga menjadi jadi ASN. Parahnya lagi, setelah tidak mengurus anak korban menjadi ASN, pelaku tidak memiliki etikat baik untuk mengembalikan uang kepada korban.

Merasa ditipu, korban akhirnya memutuskan melaporkan kasus yang dialaminya ke Polres TTU guna diproses sesuai peraturan hukum yang berlaku.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP. Sujud Alif Yulamlam kepada Timor Express, Minggu (1/11) mengakui pihaknya sudah menerima laporan terkait dengan kasus dugaan penipuan berkedok iming-iming menjadi seorang ASN.

“Benar, tadi kita sudah terima laporan dari masyarakat terkait dengan kasus dugaan penipuan dengan iming-iming menjadi ASN,” ungkap Sujud.

Atas laporan tersebut, ungkap Sujud, pihaknya langsung membuat laporan polisi dan mencatat nama dan alamat saksi dan pihaknya segera akan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Jadi terkait dengan laporan dugaan kasus penipuan berkedok iming-iming menjadi ASN, kami akan segera lakukan penyelidikan,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top