KBM di TTU Gunakan Metode Online dan Tatap Muka | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

KBM di TTU Gunakan Metode Online dan Tatap Muka


Plt. Kadis PKO TTU, Yosep Mokos. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PENDIDIKAN

KBM di TTU Gunakan Metode Online dan Tatap Muka


Tetap Memperhatikan Protokol Kesehatan

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) telah membuka kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tingkat TK/PAUD, SD, dan SLTP sejak 1 September 2020 lalu.

Adapun metode belajar yang digunakan saat KBM yakni dengan tatap muka dan online. Khusus untuk tatap muka dibagi dalam beberapa sesi sehingga tidak melanggar penerapan protokol kesehatan.

Pelaksana tugas (Plt), Kepala Dinas PKO TTU, Yoseph Mokos, kepada Timor Express, Minggu (1/11), mengatakan, Dinas PKO TTU telah membuka kembali KBM di TTU dengan menerapkan dua metode yakni metode belajar secara online dan tatap muka.

kebijakan belajar mengajar dengan menggunakan dua metode tersebut dilaksanakan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sesuai surat edaran Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes.

“Untuk KBM saat ini kita masih menggunakan dua metode yakni metode belajar secara online dan tatap muka,” ungkap Yoseph.

Yoseph menambahkan, kebijakan KBM tatap muka dan online tersebut telah didukung berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Baru 2020/2021 Masa Pandemi Covid-19, memperbolehkan sekolah tatap muka untuk daerah yang terkategori zona kuning dan hijau.

Meskipun demikian, lanjut Yoseph, peraturan tersebut hanya mengizinkan, bukan mewajibkan sekolah di zona hijau dan kuning untuk kembali melakukan pembelajaran tatap muka. Karena itu, pihaknya meminta persetujuan dan petunjuk terlebih dahulu kepada Bupati. Sementara untuk daerah yang terkategori merah dan oranye tetap dilarang melakukan pembelajaran tatap muka.

“Kegiatan belajar mengajar di sekolah khusus untuk metode tatap muka itu tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat,” jelasnya.

BACA JUGA: KBM Tatap Muka Awal September, Dinas PKO TTU Minta Persetujuan Bupati

Menurut Yoseph, KBM secara online diakui belum maksimal karena ada berbagai kendala yang dialami para siswa terutama kekurangan alat pendukung berupa Hp Android, laptop ataupun komputer. Bahkan ada sebagian wilayah di TTU yang belum dijangkau jaringan internet.

Untuk itu, kata Yoseph, adanya dukungan dan kerja sama yang baik antara orang tua siswa dengan para guru sehingga proses belajar mengajar secara online bisa berjalan maksimal sesuai harapan.

“Memang banyak kendala namun kita tetap paksakan untuk tetap KBM baik itu tatap muka maupun online sehingga siswa tidak ketinggalan soal materi,” tuturnya.

Sementara, Kepala SDK Gua Aplasi, Maria Yosefina Lika Bau ketika dikonfirmasi Timor Express, Minggu (1/11) mengatakan, saat ini sudah memasuki tatanan adaptasi kebiasaan baru (AKB) sehingga sejak dibukanya kembali KMB, pihaknya langsung menggunakan metode belajar secara tatap muka.

Dikatakan, KBM dengan metode tatap muka tersebut dimudahkan lantaran rombongan belajar dan jumlah siswa yang sedikit sangat memudahkan pihaknya dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Kita di SDK Gua Aplasi ini rombel kecil dan jumlah siswa setiap rombel hanya belasan siswa sehingga kita tetap pakai kegiatan KBM dengan setiap siswa tetap menggunakan masker ketika berada di lingkungan sekolah,” katanya.

Menyinggung terkait kendala yang dialami dalam menerapkan kegiatan belajar dengan metode tatap muka, Yosefina mengaku, sejak awal dimulai KBM tatap muka di sekolah pihaknya tidak menemukan kendala yang dialami.

Diakui Yosefina, sejak awal penerapan protokol kesehatan memang banyak siswa yang melakukan pelanggan karena belum terbiasa namun terus dibimbing dan diajarkan akan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten TTU.

“Awal pertama kegiatan KBM banyak siswa yang tidak patuh akan protokol kesehatan namun sekarang semua siswa sudah tertib akan penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

KABAR FLOBAMORATA

Tambah 8 Kasus Baru, Total Positif Covid-19 di NTT Capai 970 Orang

22 November 2020 - 11:06pm

KABAR FLOBAMORATA

Pemkot Larang Semua Perayaan Pesta

23 November 2020 - 11:50am

NASIONAL

Pulau Komodo Tetap ‘Dijual’, Ini Penjelasan Luhut

27 November 2020 - 11:09pm

PERISTIWA/CRIME

Tersangka Pemberi Suap Menteri KKP Calon Besan Ketua MPR

26 November 2020 - 3:35pm

KABAR FLOBAMORATA

Satu Lagi Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Kupang

23 November 2020 - 11:59pm

KABAR FLOBAMORATA

Waspada… Covid-19 Mulai Serang Nakes

23 November 2020 - 12:20pm

ENTERTAINMENT

Tiga Penyanyi Asal NTT Terbaik di AMI Awards 2020

28 November 2020 - 7:02am
To Top