Didik Manusia Berbudi Pekerti Luhur, PSHT TTS Deklarasi Anti Kekerasan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Didik Manusia Berbudi Pekerti Luhur, PSHT TTS Deklarasi Anti Kekerasan


POSE BERSAMA. Pengurus PSHT cabang TTS-241 pose bersama anggota usai deklarasi anti kekerasan di Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat, Jumat (30/10). (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

SPORT

Didik Manusia Berbudi Pekerti Luhur, PSHT TTS Deklarasi Anti Kekerasan


SOE, TIMEXKUPANG.com-Sejumlah peristiwa kekerasan yang melibatkan anggota olah raga bela diri Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) selama ini telah menciptakan citra buruk bagi organisasi tersebut.

Padahal, peristiwa kekerasan yang melibatkan anggota PSHT itu merupakan oknum bukan PSHT secara organisasi. Oleh sebab itu, persepsi publik yang berkembang selama ini bahwa organisasi PSHT dilatih untuk melakukan penyerangan terhadap organisasi bela diri lainnya, merupakan persepsi yang keliru.

“Organisasi PSHT mendidik manusia berbudi pekerti luhur,” ungkap Ketua PSHT cabang TTS-241, Onesimus Missa pada acara deklarasi anti kekerasan di Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat, Jumat (30/10).

Onesimus menjelaskan, seluruh organisasi bela diri yang ada di Indonesia, tidak satupun yang mengajarkan anggotanya untuk melakukan kekerasan. Hanya saja sejumlah kejadian yang terjadi selama ini, baik di NTT secara umum dan khususnya di TTS, secara kebetulan melibatkan anggota PSHT lalu secara general masyarakat mempersepsikan secara keliru.

Menurut Onesimus, PSHT secara organisasi tidak pernah mengajarkan tindakan-tindakan yang tidak terpuji. PSHT merupakan salah satu organisasi bela diri yang ada di Indonesia, hadir untuk mengolahragakan masyarakat dan mendidik mental serta karakter anak bangsa menjadi manusia berbudi pekerti luhur.

“Kalau ada peristiwa kekerasan yang melibatkan anggota PSHT, itu adalah oknum, bukan organisasi PSHT,” tegas Onesimus.

PSHT di tahun 2022 mendatang, kata Onesimus, akan merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-100 tahun. Maka dari itu, PSHT merupakan organisasi yang sudah matang dalam membina olahraga masyarakat, baik itu di Indonesia maupun di luar negeri.

Di TTS, demikian Onesimus, anggota PSHT kurang lebih 1.000an orang, tersebar di seluruh polosok wilayah diimbau agar mengedepankan visi dan misi organisasi PSHT. Hal itu dipandang penting, agar ikut berkontribusi menciptakan situasi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) wilayah. Jika demikian, maka anggota PSHT secara tidak langsung telah mendukung pihak keamanan baik itu TNI/Polri dalam menciptakan kemanan di daerah. “Kita harus membangun koordinasi dan komunikasi baik dengan pihak keamanan, agar kita bersama-sama menciptakan keaman dan ketertiban di wilayah kita berada,” tutur Onesimus.

Anggota PSHT, tambahnya, harus terus membangun komunikasi intens dengan pihak keamanan. Jika terdapat kekerasan di wilayah tempat anggota PSHT berada, harus dikomunikasikan dengan pihak keamanan, bukan mengambil sikap reaktif yang merugikan orang lain atau diri sendiri yang pada akhirnya menciptakan persepsi buruk terhadap organisasi PSHT.

“Saya kira dalam PSHT sudah mengajarkan tahapan-tahapan dalam menyikapi keadaan yang dialami. Jadi kita PSHT harus menjadi organisasi bela diri yang dicintai masyarakat,” tandas Onesimus. (yop)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya SPORT

Populer

To Top