Lepas 42 Sarjana, Ketua STKIP Nusa Timor: Jadilah Motor Penggerak Pendidikan di Daerah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lepas 42 Sarjana, Ketua STKIP Nusa Timor: Jadilah Motor Penggerak Pendidikan di Daerah


WISUDA PERDANA. Ketua STKIP Nusa Timor, Yulius Amtiran memindahkan tali toga salah satu wisudawati pada prosesi wisuda 42 sarjana perguruan tinggi itu di Hotel Blessing SoE, Sabtu (31/10). (FOTO: ISTIMEWA)

PENDIDIKAN

Lepas 42 Sarjana, Ketua STKIP Nusa Timor: Jadilah Motor Penggerak Pendidikan di Daerah


SOE, TIMEXKUPANG.com-Setelah melalui proses belajar yang cukup panjang dibangku Perguruan Tinggi (PT), Sabtu (31/10), sebanyak 42 mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nusa Timor resmi menyandang gelar sarjana pendidikan (S.Pd) melalui prosesi wisuda yang berlangsung di Hotel Blessing SoE.

Ketua STKIP Nusa Timor, Yulius Amtiran pada kesempatan itu menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada para wisudawan, yang dengan tekun dan setia mengikuti proses belajar di STKIP Nusa Timor hingga selesai dengan baik.

Menurutnya, karena 42 wisudawan ini telah mengikuti seluruh proses pendidikan di tingkat perguruan tinggi, sehingga layak diwisuda untuk menyandang gelar sarjana pendidikan.

Yulius berharap, dengan bekal ilmu yang diperoleh, para wisudawan/ti dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat TTS khususnya, dan NTT secara umum. Dengan hadirnya lulusan STKIP Nusa Timor, lanjut Yulius, semakin menambah tenaga pendidik yang ada sehingga ke depan genarasi muda memiliki daya saing, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun tingkat nasional.

Yulius menyebutkan, 42 sarjana yang diwisuda tersebut terdiri dari pendidikan guru pendidik anak usia dini (PG-PAUD) sebanyak tujuh orang, dan pendidik guru sekolah dasar (PGSD) sebanyak 35 orang.

“Para wisudawan/i ini merupakan alumni pertama STKIP Nusa Timor. Untuk itu, saya harapkan para alumni STKIP Nusa Timor SoE dapat menjaga nama baik almamater di tengah-tengah masyarakat. Usia STKIP Nusa Timor SoE ini masih sangat muda sehingga mari kita jaga bersama nama baik almater kita,” harap Yulius.

Mendidik dan meluluskan mahasiswa, tambah Yulius, merupakan salah satu bentuk kontribusi STKIP Nusa Timor dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Maka dari itu, kata Yulius, para wisudawan jangan berpuas diri dengan gelar sarjana yang disandang, karena meraih gelar sarjana bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjuangan.

Para wisudawan, demikian Yulius, juga harus tekun mewujudkan ilmu, pengetahuan, dan pengalaman yang diperoleh kepada masyarakat, melalui sekolah-sekolah, gereja. Menunjukan karakter yang berintegritas, serta menciptakan kedamaian di tempat tinggal masing-masing. “Jadilah motor penggerak pendidikan di daerah,” pinta Yulius.

“Kepada orang tua dan keluarga wisudawan/i, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan bapak/ibu semua, telah mempercayakan anak-anak, istri atau suami menimba ilmu di STKIP Nusa Timor,” tambahnya.

Kepala LLDIKTI VIII Bali, NTB, dan NTT, I Nengah Dasi Astawa yang hadir pada serimonial wisuda 42 mahasiswa itu menyampaikan terima kasih kepada STKIP Nusa Timor karena telah melaksanakan wisuda perdana bagi mahasiswa yang meniti ilmu di STKIP Nusa Timor.

Ia juga menyampaikan profisiat kepada para wisudawan/i, yang telah mendapatkan gelar sarjana. Wisuda yang dilakukan secara konvensional, namun tentu tidak menghilangkan makna dari wisuda itu sendiri. Wisuda merupakan akhir dari proses pendidikan di perguruan tinggi. Setelah wisuda, tentu para wisudawan/i akan memulai mengaplikasikan ilmu secara mandiri di tengah-tengah masyarakat.

Sarjana harus mampu membuat inovasi dan kreatifitas dalam mengaplikasikan ilmunya. Perguruan Tinggi harus taat azas dan regulasi yang ada, sehingga PT yang ada dikelola dengan baik. PT yang menghasilkan manusia hebat, harus mampu menjaga martabat dari PT itu sendiri, agar lembaga yang ada berbasis mutu dan kualitas. “Harapan saya kepada para wisudawan agar jangan malas. Karena malas akan menyebabkan ketidakberhasilan terhadap Anda,” pesan Dasi Astawa.

Kapolres TTS, AKBP Ariasandy yang hadir pada kesempatan itu mengatakan tingginya ilmu pengetahuan seseorang, akan membuatnya merencanakan masa depannya dengan baik.

Guru merupakan contoh dan panutan bagi siswa dan masyarakat, karena guru dipandang memiliki pengetahuan dan ilmu yang lebih, sehingga akan menjadi contoh di masyarakat.

Maka dari itu, Ariasandy berharap para wisudawan/i harus mampu menjaga integritas di tengah-tengah masyarakat. Beberapa kasus yang terjadi di TTS, justru dilakukan oleh orang-orang terdidik seperti oknum guru.
Untuk itu, diharapkan para wisudawan/i dari STKIP Nusa Timor dapat menciptakan citra baik bagi guru ke depannya.

“Biasanya hal-hal yang tidak etis bahkan melanggar hukum dilakukan oleh orang-orang terdidik, misalnya mabuk alkohol. Jadi saya harap lulusan STKIP Nusa Timor tidak melakukan hal-hal buruk di tengah-tengah masyarakat karena mabuk alkohol,” tandas Ariasandy. (yop)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top