Kontraktor Polisikan Kadis PUPR Kota Kupang, Ini Penyebabnya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kontraktor Polisikan Kadis PUPR Kota Kupang, Ini Penyebabnya


Fransisco Bernando Bessi didampingi anggota Tim Kuasa Hukum menunjukan laporan polisi usai melapor ke SPKT Polda NTT, Selasa (3/11). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Kontraktor Polisikan Kadis PUPR Kota Kupang, Ini Penyebabnya


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Imanuel Thio, salah satu kontraktor di Kota Kupang harus menelan pil pahit akibat janji manis Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Hengki Ndapamerang untuk mengerjakan ruas Jalan Bumi I, Kelurahan Oesapa Selatan, Kota Kupang. Pasalnya setelah mengerjakan jalan tersebut anggaran tak kunjung dikucurkan kepada kontraktor pelaksana sesuai janji yang disampaikan.

Merasa ditipu, Imanuel Thio memutuskan menempuh jalur hukum dengan melaporkan Hengki Ndapamerang ke Polda NTT untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.

Laporan polisi (LP) dugaan penipuan sebagaimana tertuang dalam pasal 378 KUHP tersebut dilaporkan oleh pelapor pada Selasa (3/11), tertuang dalam LP nomor: LP/B/442/XI/Res.1.11/2020.

Kuasa hukum pelapor, Fransisco Bernando Bessi kepada TIMEXKUPANG.com membenarkan adanya laporan polisi yang dilakukan oleh kliennya itu.

Dikatakan kliennya harus menempuh jalur hukum karena terlapor tidak kooperatif dan tidak memenuhi janjinya kepada pelapor untuk melunasi uang proyek sesuai kontrak yang disepakati.

Dijelaskan, awalnya pada akhir tahun 2019 silam, terlapor menelpon pelapor untuk meminta mengerjakan ruas jalan Bumi I, Kelurahan Oesapa Selatan karena rusak berat.

“Saat itu, Pak Gubernur hendak mengunjunggi warga yang terdampak bencana angin puting beliung di wilayah Liliba lalu melihat kondisi jalan memprihatinkan lalu menelpon Wali Kota Kupang untuk memperbaiki jalan itu. Menindaklanjuti perintah Wali Kota, terlapor yang menjabat sebagai Kadis PUPR Kota Kupang meminta bantuan kepada klien saya untuk perbaiki jalan itu dengan perencanaan sesuai anggaran yang disepakati,” jelas Sisco Bessi –sapaan pengacara muda Kota Kupang itu.

Menurut Sisco, jalan itu dikerjakan dengan nilai kontrak Rp 880.120.000, dan tanpa diberikan uang muka mengingat adanya hubungan pertemanan antara terlapor dan pelapor.

“Hingga persolan ini dilaporkan ke pihak kepolisian, terlapor baru membayar Rp 327.500.000. Sehingga kekurangannya sebesar Rp 552.620.000,” ungkapnya.

Sebelum membuat laporan polisi, terlapor dan kuasa hukumnya memberikan deadline waktu kepada terlapor untuk segera melunasi paling lambat, Kamis, 20 Juli 2020 lalu. Namun niat baik itu tidak dipenuhi terlapor.

“Kami sudah melakukan koordinasi dan komunikasi namun terlapor tidak ada niat baik maka kami minta Polda untuk usut tuntas,” tandasnya.

Pelapor Imanuel Thio menambahkan, pekerjaan jalan tersebut tanpa melalui pelelangan namun ditunjuk langsung karena bersifat emergency atau bencana.

Semua pembiayaan dialokasikan dari dana tanggap darurat sehingga pagu anggaran sudah disiapkan namun ketika selesai dikerjakan pelapor mengelak bahwa anggaran yang digunakannya itu terlalu besar.

“Saya melakukan penagihan lalu dia dengan enteng menjawab bahwa berapa sih, setelah saya menyebut sesuai hasil pekerjaan jalan itu ia mengatakan terlalu banyak dan anggaran tidak cukup. Sedangkan perencanaan pekerjaan dari saya malah lebih sedikit ketimbang pekerjaan mereka,” ujarnya.

Imanuel menyebut ketika sebuah proyek diberikan kepada rekanan maka anggarannya sudah ada bukan selesai kerja baru uang tidak ada. “Uang yang telah dianggarkan dikemanakan kemudian kita yang dikorbankan. Niat kita untuk menolong lalu kita diperlakukan seperti ini,” katanya dengan nada kesal.

Hingga berita ini dipublish, terlapor dalam hal ini Hengki Ndapamerang sudah dikonfirmasi media ini terkait kasus tersebut, namun belum direspon. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

KABAR FLOBAMORATA

Tambah 8 Kasus Baru, Total Positif Covid-19 di NTT Capai 970 Orang

22 November 2020 - 11:06pm

KABAR FLOBAMORATA

Pemkot Larang Semua Perayaan Pesta

23 November 2020 - 11:50am

NASIONAL

Pulau Komodo Tetap ‘Dijual’, Ini Penjelasan Luhut

27 November 2020 - 11:09pm

PERISTIWA/CRIME

Tersangka Pemberi Suap Menteri KKP Calon Besan Ketua MPR

26 November 2020 - 3:35pm

KABAR FLOBAMORATA

Satu Lagi Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Kupang

23 November 2020 - 11:59pm

ENTERTAINMENT

Tiga Penyanyi Asal NTT Terbaik di AMI Awards 2020

28 November 2020 - 7:02am

KABAR FLOBAMORATA

Waspada… Covid-19 Mulai Serang Nakes

23 November 2020 - 12:20pm
To Top