Laksanakan PTS Online, SMPN 4 Langke Rembong Manfaatkan 9 Mbaru Gendang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Laksanakan PTS Online, SMPN 4 Langke Rembong Manfaatkan 9 Mbaru Gendang


DUKUNGAN TUA ADAT. Tua Golo La'o Lanar Anggalinus Numpung (busana adat) pose bersama Kepala SMPN 4 Langke Rembong, Wenseslaus Resman Yan dan sejumlah guru serta pengawas di tengah peserta PTS, di Mbaru Gendang La'o Lanar, kemarin (2/11). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PENDIDIKAN

Laksanakan PTS Online, SMPN 4 Langke Rembong Manfaatkan 9 Mbaru Gendang


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Setelah empat bulan berlakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara online dan kunjungan guru, kini SMP Negeri 4 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, melaksanakan penilaian tengah semester (PTS). Sembilan rumah adat “Mbaru Gedang” dimanfaatkan untuk kegiatan PTS tersebut.

Terpantau, Senin (2/11) kegiatan hari pertama PTS berlangsung di Mbaru Gendang La’o Lanar, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong. Tampak siswa/i berseragam lengkap mengikuti PTS secara online menggunakan ponsel android. Mereka begitu tekun mengerjakan soal yang tampil dalam ponsel, dan diawasi oleh guru.

“Ada sembilan Mbaru Gendang di kota Ruteng ini yang kita pakai dan manfaatkan untuk laksanakan PTS. Kami senang karena tokoh-tokoh adat mendukungnya,” ujar Kepala SMPN 4 Langke Rembong, Drs. Wenseslaus Resman Yan, kepada TIMEXKUPANG.com di sela-sela kegiatan PTS, kemarin (2/11).

Menurut Resman, sembilan rumah adat tersebut tidak saja dimanfaatkan untuk PTS oleh SMPN 4 Langke Rembong, tapi selama pandemi Covid-19 juga dijadikan titik kunjungan setiap guru mata pelajaran.

Disini lanjut Resman, dibuatkan dalam jadwal. Artinya dalam satu pekan, jadwal kunjungan guru itu dibagi per tingkat atau kelas. Termasuk waktu juga diatur. Pelajar yang hadir juga, mereka yang berdomisi tidak jauh dari rumah adat “Mbaru Gendang”. Selain di Mbaru Gendang, juga kegiatan sekolahnya di rumah warga yang ukurannya luas.

“Titik kunjungan dari guru untuk siswa, ada juga di rumah warga. Pemilik rumah juga tidak keberatan. Justru banyak warga yang minta sendiri, agar kegiatan itu di rumahnya mereka,” ungkap Resman didampingi guru IT dan Bahasa Inggris, Apri Tondo dan Antonius P. Riberu.

Dalam pola kunjungan itu, kata Resman, guru bertatap muka dengan para pelajar yang dibagi per kelompok sesuai domisili. Dengan demikian penerapan protokol kesehatan Covid-19 bisa dijalankan karena jumlah pelajar dalam tatap muka itu terbatas.

“Akhir Juli sampai September 2020, proses belajarnya full daring. Setelah kita evaluasi, kami juga masukan pola kunjungan guru ke setiap titik yang telah ditentukan. Baik ke rumah penduduk dan Mbaru Gendang. Semuanya berjalan lancar, aman, juga para orang tua mendukung,” beber Resman.

BACA JUGA: SMPN 4 Langke Rembong Terapkan Pembelajaran Daring, Kasek: Ortu Jadi Pengawas

Dalam KBM tatap muka itu, demi penerapan protokol kesehatan, pihak SMPN 4 Langke Rembong terus berkoordinasi dengan Puskesmas La’o. Terkait data pelaku perjalanan dan pasien terkonfirmasi Covid-19. Jika di wilayah kunjungan guru itu ada data tersebut, maka kegiatan belajarnya dilakukan secara online.

Apri Tondo dan Antonius P. Riberu menambahkan, kegiatan PTS akan berakhir pada Rabu (11/11). Dijadwalkan, per kelas itu dibagi dalam tiga hari. Untuk hari pertama hingga Rabu (3/11), peserta PTS itu dari kelas IX. Tiga hari selanjutnya, pesertanya dari kelas VIII. Sementara jadwal tiga hari terakhir, pesertanya dari kelas VII. Setiap hari tiga mata pelajaran.

Sementara total peserta PTS untuk SMPN 4 Langke Rembong, sebanyak 638 orang. Peserta kelas IX yang mengikuti PTS di Mbaru Gendang La’o Lanar sebanyak 18 orang. Bagi peserta yang mengalami kendala dengan ponsel saat ujian PTS, diperbolehkan untuk mengikuti PTS di sekolah dengan komputer dan jaringan internet di sekolah.

“Semua soal di PTS diacak dan waktu sudah diatur sehingga peserta tidak ada kesempatan untuk cari jawaban di google. Juga tidak bisa kerja sama antarteman. Apalagi saat ujian PTS ini, ada guru yang awasi. Siwa datang ke sekolah saat ujian praktik dan itu khusus untuk mata pelajaran Komputer dan PJOK,” kata Tondo diamini Antonius.

Sementara tokoh adat Tua Gola La’o Lanar, Anggalinus Numpung, kepada TIMEXKUPANG.com mengaku sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan lembaga SMPN 4 Langke Rembong. Khususnya di tengah pandemi Covid-19, sekolah memanfaatkan fasilitas rumah adat untuk kegiatan pendidikan.

“Langkah yang dilakukan oleh SMPN 4 Langke Rembong ini sangat luar biasa. Tanggung jawab sekolah terhadap pendidikan siswa/i begitu besar. Apalagi para guru, rela datang ke setiap titik untuk berkunjung peserta didiknya. Kami berharap pemerintah bisa buka mata, dengan perjuangan para guru untuk siswanya di tengah pandemi Covid-19,” tuturnya.

“Dimasa pandemi Covid-19 ini, kami rela menyediakan tempat di Mbaru Gendang ini untuk kegiatan sekolah sementara. Ini bentuk dukungan dan tanggung jawab kami di bidang pendidikan. Pendidikan itu, tentu menjadi tanggung jawab bersama. Apa yang dilaksanakan oleh sekolah ini, sangat luar biasa,” tambah Anggalinus. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top