Selidiki Keterlibatan 2 Legislator dalam Kasus Mario, BK DPRD SBD Janji Bentuk Tim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Selidiki Keterlibatan 2 Legislator dalam Kasus Mario, BK DPRD SBD Janji Bentuk Tim


Badan Kehormatan DPRD SBD saat menerima perwakilan pendemo dari Aliansi GEMAS di gedung wakil rakyat itu, Selasa (3/11) siang. BK DPRD berjanji akan berpihak pada rakyat. (FOTO: Frederikus Bulu Ladi/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Selidiki Keterlibatan 2 Legislator dalam Kasus Mario, BK DPRD SBD Janji Bentuk Tim


TAMBOLAKA, TIMEXKUPANG.com-Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumba Barat Daya (SBD) turut angkat bicara perihal kasus yang menimpa dua anggota DPRD SBD yang dilaporkan pihak keluarga Mario Mardi Natriti karena diduga turut terlibat dalam kasus dugaan penganiayaan.

Ketua BK DPRD SBD, Thomas Tanggu Dendo ketika beraudiens dengan perwakilan pendemo dalam aksi damai massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Kekerasan (GEMAS) SBD di ruang sidang Banggar DPRD SBD, Selasa (3/11) menyatakan akan membentuk panitia guna melakukan proses penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan dua legislator sebagaimana yang dilaporkan keluarga Mario ke Polres SBD.

Thomas dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada aliansi GEMAS yang sudah mengambil sikap untuk menyuarakan suara rakyat dan menyampaikan ke para wakil rakyat di DPRD SBD.

“Kami akan tindaklanjuti di Badan Kehormatan Dewan sesuai aturan dan kode etik DPRD SBD. Kalau sudah ada disposisi dari pimpinan DPRD SBD, kami akan membentuk tim dari unsur penegak hukum dan tokoh masyarakat. Teman-teman tidak usah berpikir karena kami tergabung dalam beberapa fraksi bahwa kami akan memihak kepada oknum anggota DPRD. Kami hadir untuk menyelidiki dan mendukung proses hukum yang dilakukan pihak Polres SBD,” kata Thomas.

BACA JUGA: GEMAS Desak Polres SBD Tuntaskan Kasus Dugaan Penganiayaan Mario Nariti

Thomas juga berharap bantuan seluruh pihak untuk sama-sama melakukan pengawalan kasus ini. Termasuk dukungan pihak LSM, organisasi mahasiswa, dan juga dukungan dari media massa.

Menurut Thomas, kasus ini akan cepat selesai apabila seluruh pihak turut terlibat secara profesional untuk membantu pihak kepolisian, terlebih menurutnya dibantu media untuk melakukan publikasi.

Thomas juga berharap agar media dapat memberitakan kasus ini secara profesional sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

“Masyarakat juga jangan termakan berita hoax seperti yang sedang beredar saat ini di media sosial. Apa yang ada di medsos jangan langsung dipercayai apalagi tidak jelas darimana sumbernya, kan mereka anggota DPRD yang tadi disebutkan baru diduga karena ada di dalam video tersebut, belum tentu mereka pelakunya,” tegas Thomas Tanggu Dendo.

Sebab itu, Thomas meminta pihak Kepolisian untuk melakukan proses penyelidikan sesuai aturan dan amanat undang-undang. (*)

PENULIS: Frederikus Bulu Ladi

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top