Ungkap Jaringan Narkoba, Polisi Amankan 6 Pelaku, 1 Honorer di Pemkot | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ungkap Jaringan Narkoba, Polisi Amankan 6 Pelaku, 1 Honorer di Pemkot


Direktur Resnarkoba Polda NTT, Kombes Pol AF Indra Napitupulu usai memberi keterangan di ruang kerjanya, Selasa (3/11). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Ungkap Jaringan Narkoba, Polisi Amankan 6 Pelaku, 1 Honorer di Pemkot


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Direktorat Resnarkoba Polda NTT berhasil mengungkap jaringan peredaran dan pengguna narkoba jenis shabu di tiga kota masing-masing Atambua, Kabupaten Belu, Kota Kupang, dan Surabaya, Jawa Timur.

Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan sebanyak 6 orang pria sebagai pengguna dan pengedar narkoba, puluhan bungkus narkoba jenis shabu serta alat hisap lainnya.

Keenam pengguna dan pengedar narkoba ini berasal dari berbagai profesi seperti kontraktor, pelaku bisnis online, pengusaha jual beli mobil bekas, pelaku rental mobil, dan honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kupang.

Direktur Resnarkoba Polda NTT, Kombes Pol AF Indra Napitupulu, kepada TIMEXKUPANG.com di ruang kerja, Selasa (3/11) mengemukakan, dari enam pengguna dan pengedar narkoba yang diamankan ini, dua orang dibekuk di Atambua, tiga orang di Kota Kupang, dan satu orang di Surabaya.

Mereka yang diamankan masing-masing Agustinus Viktor Manek alias Kimer, kontraktor yang tinggal di Jalan DC Saudale Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Ada pula Yustus Kiki Jap alias Anen yang merupakan pelaku bisnis online makanan dan warga Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua.

Selanjutnya Ruben Ratu, honorer pada Dishub Kota Kupang dan warga Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Polisi juga mengamankan Meivie Samuel Charles Radja alias Ebit, warga Jalan Asam Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Ebit berprofesi sebagai pelaku jual beli mobil.

Selain itu Garry Wilhelmy Baria, pengusaha rental mobil yang juga warga Jalan Frans Seda, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa lima, Kota Kupang. Terakhir polisi mengamankan Muhammad Madjid, warga Kota Surabaya Jawa Timur.

Indra Napitupulu mengemukakan kalau pihaknya awalnya menangkap Kimer di Kota Atambua pertengahan Oktober 2020 di rumahnya. Dari Kimer diamankan barang bukti satu buah bong, pipet kaca, HP samsung dan topi. “Hasil tes urine Kimer positif karena dia menggunakan narkoba,” bebernya.

Pada hari yang sama, polisi juga menangkap Anen dirumahnya di Kota Atambua, Kabupaten Belu. Dari Anen, polisi mengamankan shabu seberat 0,2669 gram dan hasil tes urine pun positif.

Anen mengaku memberikan uang Rp 3 juta kepada Kimer untuk memesan narkoba pada Ruben Ratu di Kota Kupang. “Uang ditransfer ke Ruben Ratu untuk pembelian 2 paket narkoba. Kebetulan Kimer dan Ruben Ratu masih famili,” tambahnya.

Dari Kabupaten Belu, polisi mengembangkan jaringan narkoba di Kota Kupang. Polisi kemudian menangkap Ruben Ratu dirumahnya namun tanpa barang bukti. Tetapi hasil tes urine menunjukkan hasil positif.

Ruben Ratu mengaku membeli narkoba dari Ebit seharga Rp 2,5 juta. Polisi langsung menangkap Ebit di kediamannya dengan barang bukti narkoba jenis shabu seberat 2,235 gram.

Kepada polisi, Ebit mengaku kalau ia memesan narkoba pesanan Garry Baria. Polisi selanjutnya membekuk Garry Baria di ‘Rental Baria’ Kelapa Lima. Hasil tes urine pun positif.

Saat itu Ebit berdalih tidak memiliki barang bukti narkoba. Namun saat polisi hendak menggiringnya ke Mapolda NTT, tiga paket shabu pesanan Ebit tiba dengan jasa pengiriman Lion Parcel dari Surabaya.

Ebit pun tidak bisa berkutik. Ebit mengaku kalau ia dan Garry sering patungan uang untuk memesan narkoba dari Surabaya. Ebit juga mengaku kalau ia sering memesan barang dari Muhammad Majid di Surabaya.

Polisi kemudian mengejar Muhammad Majid di Surabaya dan menangkapnya di hotel Zest Jemusari, Kecamatan Trenggilis Mejoyo, Kota Surabaya. Saat itu Polisi mengamankan sebanyak 26 paket shabu seberat 7,6826 gram, pipet kaca, dan HP merk oppo.

“Barang bukti disembunyikan dalam selangkang dan celana dalam Muhammad Majid. Hasil tes urine pun positif,” tandasnya.

Polisi masih berusaha mengungkap bandar narkoba penyuplai barang ke Majid. Kini, para pengguna dan pengedar narkoba ini sudah ditahan di Mapolda NTT sambil menunggu proses hukum lebih lanjut. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top