32 Hari Dikarantina, Isak Tangis Warnai Pertemuan Ibu dan Sang Bayi 1,2 Tahun | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

32 Hari Dikarantina, Isak Tangis Warnai Pertemuan Ibu dan Sang Bayi 1,2 Tahun


MOMEN MENGHARUKAN. MYS, pasien 01 Matim yang telah dinyatakan sembuh saat bertemu dengan sang buah hati ketika tiba kembali ke rumahnya, di Desa Goreng Meni Utara, Kecamatan Lamba Leda, Selasa (3/11). (FOTO: Agus Supratman for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

32 Hari Dikarantina, Isak Tangis Warnai Pertemuan Ibu dan Sang Bayi 1,2 Tahun


Pasien 01 Covid-19 Sembuh, Matim Kembali Zona Hijau

BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pasien 01 terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), MYS, telah dinyatakan sembuh dan telah diizinkan pulang ke keluarganya di Desa Goreng Meni Utara, Kecamatan Lamba Leda, Selasa (3/11). Dengan demikian, Matim kembali zona hijau alias bebas kasus Covid-19.

“Kita sudah terima hasil swab tes dari pasien 01 MYS ini, Senin (2/11). Sangat bersyukur hasilnya negatif, dan Matim kembali lagi zona hijau,” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Matim, Boni Sai, di Borong, Selasa (3/11).

Setelah menerima hasil atas pemeriksaan PCR di Laboratorium Biologi Molekuler RSUD DR. W. Z. Johannes Kupang, kata Boni, MYS diantar pulang oleh petugas Satgas Penanganan Covid-19 Matim, dari Shelter RSUD Borong ke desa Goreng Meni Utara.

“Kini MYS sudah berkumpul bersama keluarganya setelah lebih kurang 32 hari terhitung sejak 2 Oktober 2020, MYS menjalani karantina di shelter RSUD Borong,” jelas Boni.

Boni yang juga Kepala Dinas Kominfo Matim, mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Matim untuk tetap waspada dengan penyebaran Covid-19 di Matim. Tentu itu dengan mematuhi protokol kesehatan dengan tetap melaksanakan 3M, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain itu, hindari kerumunan dan tetap menjaga imunitas tubuh.
Menurut Boni, pemerintah terus bekerja keras dan berusaha menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayah ini. Salah satunya dengan terus melakukan sosialiasi pencegahan penyebaran Covid-19, dan rutin memantau seluruh pelaku perjalanan.

Sekertaris Camat (Sekcam) Lamba Leda, Agus Supratman, kepada TIMEXKUPANG.com melalui sambungan telepon, Rabu (4/11) mengatakan, suasana haru menyelimuti kepulangan MYS saat tiba di Desa Goreng Meni Utara. Tangis haru tak terbendung ketika MYS bertemu dengan buah hatinya yang masih berusia 1,2 tahun.

Bagaimana tidak, selama 32 hari menjalani karantina di shelter RSUD Borong, MYS harus berpisah dengan anak perempuannya yang masih balita itu. Hal yang paling disyukuri, hasil pemeriksaan swab dari anaknya itu juga suaminya MD, dinyatakan negatif Covid-19.

“Benar-benar sedih berlumur haru, saat semua petugas Covid-19 dari kabupaten dan kecamatan bersama warga ketika menyaksikan momen pertemuan syarat emosional sang ibu dan buah hati di halaman depan rumah pasien sembuh 01 Matim itu. Apalagi disaat anaknya itu sontak memanggil dengan ucapan mama,” urai Supratman.

Langkah ibunya tertahan sekira jarak 10 di depan sang anak. Deraian air mata tidak tertahan. Gejolak emosional, ibunya pecah dalam isak tangis ketika melihat sikap putinya itu. Sang suami MD, tak tegah melihat kondisi ini, lalu berinisiatif mendekat, menggendong sang anak dan membawanya ke pelukan sang ibu.

“Tak mampu berkata-kata, lalu sang ibu menggendong buah hatinya dengan penuh kasih sayang. Sambil menangis, dalam dekapan peluk erat dan mencium dan terus mencium dengan banyak makna. Warga yang menyaksikan momen itu, turut terharu dan ikut menangis,” cerita Supratman.

Saat tiba di halaman rumah pasien sembuh 01 Matim, Ketua Tim Satgas Kecamatan Lamba Leda, Albertus Rangkak, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Matim dan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Tingkat Kabupaten Matim, atas upaya yang dilakukan untuk penyembuhan pasien 01 ini.

Juga disampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga atas dukungan dan doa sehingga Ibu MYS cepat sembuh. Kata Supratman, kebersamaan tim bersama keluarga dan warga setempat, itu diakhiri dengan imbauan untuk tetap menaati protokol kesehatan. Juga adanya penyerahan bingkisan dari PKK Matim dan Satgas Covid-19 Kabupaten Matim kepada pihak keluarga MD. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top