OJK Dorong Pemulihan Ekonomi NTT di Masa Pandemi Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

OJK Dorong Pemulihan Ekonomi NTT di Masa Pandemi Covid-19


KOMITMEN. Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di Labuan Bajo. OJK siap mendorong pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid-19. Khusus di NTT potensi ekonominya masih besar seperti pariwisata, perikanan, peternakan, dan pertanian. (FOTO: OJK for JawaPos.com)

NASIONAL

OJK Dorong Pemulihan Ekonomi NTT di Masa Pandemi Covid-19


LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.com–Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengatakan OJK mendukung upaya Pemerintah Provinsi (pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menggerakkan perekonomian daerah guna menopang pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari dampak pandemi Covid-19.

“Tujuan OJK adalah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat terutama di daerah-daerah. Khusus di NTT potensi ekonominya masih besar seperti pariwisata, perikanan, peternakan, dan pertanian. Kami akan melihat bagaimana sektor jasa keuangan bisa membantu menggerakkan ekonomi di NTT antara lain dengan membangun ekosistem ekonomi di sektor-sektor potensial,” kata Wimboh saat pertemuan dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Direksi serta Komisaris Bank NTT dan BRI di tengah Rapat Kerja Strategis OJK di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Jumat (6/11).

Pertemuan dengan Gubernur NTT ini juga merupakan rangkaian kunjungan Ketua Dewan Komisioner OJK untuk melihat langsung kondisi perekonomian daerah dan mendiskusikan program-program pemulihan ekonomi yang bisa dilakukan OJK, Pemda dan Industri Jasa Keuangan.

Wimboh menjelaskan, di masa pandemi Covid ini perekonomian di daerah justru memiliki ruang gerak yang lebih luas, sehingga apabila didorong dan dibantu oleh sektor jasa keuangan bisa tumbuh lebih cepat dan membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Perekonomian NTT bisa mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan OJK siap mendukung berbagai upaya yang dilakukan Pemprov NTT seperti dengan membangun ekosistem ekonomi di sektor perikanan, pertanian dan pariwisata,” kata Wimboh.

Gubernur VBL dalam kesempatan itu mengatakan OJK sudah sangat membantu upaya menggerakan perekonomian di NTT yang fokus pada pengembangan sektor pariwisata alam dan budaya sebagai kekuatan.

“Dampak Covid-19 di NTT termasuk yang terendah di Indonesia dan OJK selama ini sudah membantu kami untuk terus menggerakkan perekonomian daerah melalui sektor jasa keuangan. Kehadiran OJK ini menjadi energi bagi kami,” kata VBL.

Menurut Viktor, banyak kebutuhan pembangunan di NTT yang bisa dibantu industri jasa keuangan mengingat terbatasnya anggaran APBD seperti dengan memberi pinjaman daerah dengan bunga yang sesuai.

Selama masa pandemi Covid-19, berbagai kebijakan stimulus ekonomi di wilayah NTT telah dijalankan termasuk restrukturisasi kredit yang hingga 26 Oktober 2020 sudah mencapai Rp 763,57 miliar untuk 1.707 debitur yang terdiri dari debitur UMKM sebanyak 1.614 dengan nilai Rp 487 miliar dan debitur non UMKM sebanyak 93 dengan nilai Rp 276,57 miliar.

Secara nasional kebijakan restrukturisasi kredit yang dikeluarkan OJK pada Maret lalu telah berhasil menjaga stabilitas sektor jasa keuangan. Hingga 5 Oktober 2020 realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan mencapai Rp914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur yang terdiri dari 5,88 juta debitur UMKM senilai Rp361,98 triliun dan 1,65 juta debitur non UMKM senilai Rp552,69 triliun.

Sementara untuk restrukturisasi pembiayaan Perusahaan Pembiayaan hingga 27 Oktober sudah mencapai Rp177,66 triliun dari 4,79 juta kontrak. Sedangkan restrukturisasi pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro dan Bank Wakaf Mikro hingga 31 Agustus masing-masing mencapai Rp26,44 miliar untuk 32 LKM dan Rp4,52 miliar untuk 13 BWM.

Selain itu, OJK juga sudah memutuskan untuk melanjutkan implementasi relaksasi kebijakan restrukturisasi dalam POJK 11 sebagai langkah antisipasi untuk menyangga terjadinya penurunan kualitas debitur restrukturisasi akibat kondisi pandemi. Perpanjangan restrukturisasi diberikan secara selektif berdasarkan asesmen bank untuk menghindari moral hazard.

OJK juga akan mengoptimalkan peran industri keuangan secara berkelanjutan melalui dukungan pembiayaan kepada usaha padat karya dan atau konsumsi yang memiliki multiplier effect tinggi terhadap ekonomi, serta mempercepat terbangunnya ekosistem digital ekonomi dan keuangan yang terintegrasi. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

KABAR FLOBAMORATA

Tambah 8 Kasus Baru, Total Positif Covid-19 di NTT Capai 970 Orang

22 November 2020 - 11:06pm

KABAR FLOBAMORATA

Pemkot Larang Semua Perayaan Pesta

23 November 2020 - 11:50am

NASIONAL

Pulau Komodo Tetap ‘Dijual’, Ini Penjelasan Luhut

27 November 2020 - 11:09pm

PERISTIWA/CRIME

Tersangka Pemberi Suap Menteri KKP Calon Besan Ketua MPR

26 November 2020 - 3:35pm

ENTERTAINMENT

Tiga Penyanyi Asal NTT Terbaik di AMI Awards 2020

28 November 2020 - 7:02am

KABAR FLOBAMORATA

Satu Lagi Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Kupang

23 November 2020 - 11:59pm

KABAR FLOBAMORATA

Waspada… Covid-19 Mulai Serang Nakes

23 November 2020 - 12:20pm
To Top