Proyek Sumur Bor Puskesmas Bitefa Dinilai Mubazir | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Proyek Sumur Bor Puskesmas Bitefa Dinilai Mubazir


MUBAZIR. Fisik bangunan sumur bor di Puskesmas Bitefa, Kecamatan Miomaffo Timur yang tidak menghasilkan air dan tampak mubazir. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Proyek Sumur Bor Puskesmas Bitefa Dinilai Mubazir


Penghuni Puskesmas Rebutan Air Bersih dengan Warga

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pengerjaan proyek sumur bor di Puskesmas Bitefa, Desa Bitefa, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tahun anggaran 2019 lalu hingga kini tidak dimanfaatkan. Bahkan tampak mubazir. Akibatnya, pemenuhan Kebutuhan air bersih di fasilitas kesehatan tersebut terpaksa harus menggunakan sarana air bersih milik warga.

Mubazirnya proyek sumur bor tersebut disesalkan warga setempat lantaran menciptakan masalah baru bagi instansi vital tersebut. Apalagi, air bersih merupakan kebutuhan yang utama dan sangat wajib. Sayangnya, pihak Puskesmas seolah membiarkan model kerja kontraktor yang tidak bertanggungjawab itu. Alhasil, pihak Puskesmas Bitefa harus merambah sumber air warga.

Tokoh Pemuda Desa Bitefa, Wilson Naihati, kepada Timor Express, Jumat (6/11) mengaku menyesalkan mangkraknya bangunan sumur bor di Puskesmas Bitefa, Kecamatan Miomaffo Timur, TTU.

Dikatakan, proyek yang dilaksanakan sejak tahun 2019 tersebut tidak memberi manfaat yang baik sehingga sampai sekarang sumur tersebut kering dan tidak ada air. Kuat dugaan ada kongkalikong antara oknum pejabat pada Dinas Kesehatan dan kontraktor, sehingga pihak kontraktor secara terpaksa memasang meteran listrik. Meteran listrik dan fasilitas lainnya sudah terpasang, sayangnya hingga kini sumur bor tersebut tidak menghasilkan air bersih.

“Ini imbasnya bagi masyarakat. untuk memenuhi kebutuhan air bersih karena pihak Puskesmas Bitefa merambah sumber air milik warga sekitar. Bahkan, ada oknum pegawai Puskesmas nakal yang sering memutuskan sambungan air ke rumah-rumah warga dan memfokuskan aliran air ke Puskesmas sehingga warga sekitar tidak memperoleh jatah air bersih,” beber Wilson.

Wilson menambahkan, mubazirnya bangunan yang dibiayai oleh keuangan negara tersebut tentu sangat merugikan masyarakat karena tidak memberikan manfaat yang maksimal dari penggunaan keuangan negara itu.

Untuk itu, Wilson meminta aparat penegak hukum, baik itu pihak Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara maupun pihak Kepolisian untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan kerugian negara yang timbul dari mubazirnya bangunan sumur bor itu.

“Pekerjaan ini perlu diselidiki aparat penegak hukum baik itu jaksa maupun polisi sehingga penggunaan keuangan negara yang tidak bermanfaat segera diamankan,” pintanya.

Sementara, Ketua BPD Bitefa, Mikhael Bana mengatakan pihaknya juga belum mengetahui apakah sumur bor di Puskesmas Bitefa menghasilkan air bersih atau tidak, namun sampai saat ini sumur bor tersebut tidak dapat dimanfaatkan sama sekali.

Akibatnya, pihak Puskesmas Bitefa sangat kesulitan air bersih. Hal itu membuat pihaknya memberikan akses air bersih dari sumber air milik warga kepada pihak Puskesmas Bitefa. Sayangnya, kebijakan tersebut juga memantik persoalan dengan warga sekitar.

“Keributan antara warga dan pihak Puskesmas sering terjadi. Kebetulan di belakang Puskesmas ada mata air umum, jadi kita alirkan satu pipa ke Puskesmas. Itu juga kita diprotes oleh masyarakat dan sempat ribut. Karena masyarakat tahu di Puskesmas ada sumur kenapa tidak difungsikan. Kita juga tidak tahu mau mengadu kemana, karena kebutuhan air sering menjadi pemicu keributan antara warga dan Puskesmas,” jelasnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Bitefa, Aloysius Freitis, enggan berkomentar saat ditanyai terkait kendala yang dialami sehingga sumur bor tersebut belum digunakan. Ia meminta media ini langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten TTU.

“Minta maaf mungkin langsung tanya ke kepala dinas saja. Saya menghargai kepala dinas sebagai pimpinan tertinggi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Thomas Laka mengatakan pihaknya telah melakukan peneguran kepada kontraktor pelaksana bangunan sumur bor tersebut untuk segera memperhatikan kendala yang dialami hingga mengakibatkan sumur bor tersebut mubazir.

Dikatakan, pihaknya bersama kontraktor pelaksana juga akan meninjau lokasi proyek sumur bor tersebut untuk melihat bersama kendala yang dialami guna mencari solusi bersama.

“Saya sudah ingatkan kontraktor untuk segera memperbaiki sampai mendapatkan air bersih. Kita akan turun sama-sama untuk lihat langsung di lapangan,” katanya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top