Pelajar SMA Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar, Begini Penjelasan Kapolres Matim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pelajar SMA Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar, Begini Penjelasan Kapolres Matim


Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Pelajar SMA Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar, Begini Penjelasan Kapolres Matim


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Seorang siswa SMA Negeri di Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim)-NTT, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dalam kamar rumahnya di Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, Sabtu (7/11) petang. Polisi menyebutkan, korban berinisial FS itu diduga tewas karena bunuh diri.

“Keterangan dari pihak keluarga di TKP, korban ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar tidurnya. Keluarga juga menerima kalau ini sebuah musibah,” jelas Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto, kepada TIMEXKUPANG.com melalui ponsel, Minggu (8/11) pagi.

Meski demikian, kata Kapolres Nugroho, pihaknya tetap menyelidiki kasus tersebut. Salah satunya, mencaritahu hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Borong. Dimana sebelum disemayamkan di rumah duka di Desa Golo Kantar, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Borong. Korban adalah pelajar kelas X salah satu SMA Negeri di Borong.

“Kami masih cari tahu soal hasil pemeriksaan medisnya. Apa ada tanda-tanda bunuh diri atau tidak, seperti bekas jeratan atau ada tanda-tanda atau petunjuk lainnya. Motifnya juga belum bisa kita menduga. Polisi datang, korban sudah dievakuasi dari kamar tempat pertama ditemukan tewas. Sehingga kami tetap menyelidiki,” terang Kapolres Nugroho.

Lanjut dia, dari hasil wawancara polisi dengan dengan saudara kandung dari korban yang masih duduk di bangku kelas III SMP, ER, 16, bahwa sekira pukul 07.00 wita, seperti biasa dia bersama korban masing-masing bersiap ke sekolah. Saat itu korban hanya menanyakan kepada dirinya, tentang celana dalam milik korban.

Saudara ER hanya menjawab tidak tahu soal celana dalam milik korban. Setelah itu kemudian keduanya pun langsung berangkat ke sekolah. Korban sendiri berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor. Pukul 11.00 wita, ER pulang dari sekolah dan langsung ke rumah pastoran setempat. Pukul 13.00, ER kembali ke rumah dan langsung disuruh ayahnya ke kebun.

Lalu sekira pukul 16.00 wita, ER tinggalkan kebun dan kembali ke rumah. Tiba di rumah, ER masih melihat korban sedang tidur di kamarnya. Setelah itu ER langsung pergi bermain di rumah tetangga. Sekira pukul 18.10 wita, dia melihat sudah ada banyak orang di dalam rumahnya. Saat itu dia hanya tahu kalau korban mau dibawa ke Puskesmas Borong.

Sementara kata Kapolres Nugroho, keterangan dari ayah korban, PD, bahwa dirinya yang pertama kali temukan korban gantung diri di kamar tidur sekira pukul 18.00 Wita. Dalam kronologisnya, PD saat itu masuk ke dalam kamar tidur milik korban untuk menutup jendela. Tapi melihat korban dalam keadaan gantung diri dan PD langsung menurunkan korban.

“Setelah itu ayah korban langsung membaringkan korban ditempat tidur dan berteriak minta tolong ke warga sekitarnya. Korban pun di gotong keluar rumah dan sekira pukul 18.30 korban dilarikan ke Puskesmas Borong. Namun nyawa korban tidsk bisa ditolong. Setelah itu korban di bawa pulang ke rumah dengan ambulance untuk disemayamkan,” kata Kapolres Nugroho.

Dikatakanya, sesuai rencana bahwa korban akan dimakamkan setelah saudara korban yang masih berada di luar daerah kabupaten Matim tiba di rumah duka. Korban merupakan anak ke-3 dari 5 bersaudara.

Aktifitas keseharian korban di tengah masyarakat baik dalam pergaulan, maupun tutur kata yang sangat ramah. Juga memiliki sifat yang sangat tertutup kepada orang lain.

Terkait dengan kasus bunuh diri di Matim selama ini, Kapolres Nugroho mengimbau kepada seluruh warga masyarakat setempat untuk menjauhi penyelesaian soal dengan keputusan nekat mengakhiri hidup. Cara bunuh diri itu, tentu bertentangan dengan ajaran-ajaran agama. Bunuh diri itu bukanlah solusi untuk mengakhiri masalah yang tengah dihadapi.

“Saya mengajak untuk jauhi tindakan penyelesaian masalah dengar cara yang tidak terpuji ini. Kalau ada masalah, harus terbuka dengan orang. Juga ceritakan dengan tokoh-tokoh agama. Jangan menganggap kematian itu selesai masalah. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Kita semua harus cerdas menyikapi hidup,” imbau Kapolres Nugroho. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top