23 Desa Terpencil di NTT Akhirnya Terang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

23 Desa Terpencil di NTT Akhirnya Terang


BANGUN JARINGAN. Karyawan PT PLN UIW NTT sementara membangun jaringan untuk mengaliri listrik di daerah terpencil di NTT. (IST).

Advetorial

23 Desa Terpencil di NTT Akhirnya Terang


Dilakukan PLN Selama Oktober Lalu

KUPANG, TIMEXKUPANG.com- Komitmen PLN untuk terus menerangi semua pelosok negeri terus dilakukan. Seperti yang sudah dilakukan PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT selama Oktober lalu. Apa yang dilakukan PLN ini bertujuan untuk mewujudkan energi yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Selama Oktober lalu, PLN UIW NTT berhasil menyambungkan listrik ke-23 desa. Dan sebanyak 3.847 Kepala Keluarga (KK) di wilayah NTT kini bisa menikmati terang.

“Terima kasih PLN yang telah menyalakan listrik di desa kami. Sekarang, kerinduan masyarakat selama ini sudah terjawab dengan adanya penerangan listrik PLN,” kata Kepala Desa Watunggere Marilonga Kristoforus Oro Mari.

Kepala Desa Watunggere Marilonga mengatakan, selama ini masyarakat di desanya hanya menggunakan lampu pelita untuk penerangan pada malam hari.

“Jadi, selama ini hanya beberapa warga mampu saja yang menggunakan genset dengan biaya kurang lebih Rp 650 ribu per bulan untuk kebutuhan bahan bakar. Cukup berat bagi masyarakat yang rata-rata berprofesi sebagai petani,” jelas Kristoforus.

Menurutnya, kini masyarakat di Desa Watunggere Marilonga hanya perlu membayar paling banyak Rp 100 ribu per bulan untuk membeli token listrik. Ini karena listrik PLN sudah berhasil disambungkan ke Desa Watunggere Marilonga. “Masyarakat kini telah menikmati listrik dari PLN,” tandasnya.

Guna menghadirkan infrastruktur listrik di 23 desa ini, PLN UIW NTT harus membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 107,1 kilo meter sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 106,7 kms dan 30 unit gardu dengan total kapasitas mencapai 1.500 kilo volt Ampere (kVA).

“Ini upaya kami untuk mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi. Dalam lima tahun terakhir, RE Provinsi NTT meningkat sebanyak 33,68 persen. Dari sebelumnya 52,47 persen, sekarang sudah mencapai 86,15 persen,” tegas General Manager (GM) PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko.

Diharapkan juga bahwa dengan hadirnya listrik PLN maka dapat meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi NTT.

Meskipun topografi Provinsi NTT yang didominasi kepulauan, perbukitan, akses jalan yang menantang dan permukiman yang tersebar, hal tersebut tidak menyurutkan semangat dan komitmen PLN untuk terus berjuang bagi segenap masyarakat agar energi listrik dapat dimanfaatkan secara merata.(*/gat)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

Populer

To Top