Pelajaran dari Lawatan Uji Coba Tim Sepak Bola SKO Kupang di Rote Ndao | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pelajaran dari Lawatan Uji Coba Tim Sepak Bola SKO Kupang di Rote Ndao


FOTO BERSAMA. Tim SKO Kupang foto bersama tim Rote Ndao dalam lawatan uji coba di Rote Ndao, 6 - 8 November 2020. (FOTO: ISTIMEWA)

SPORT

Pelajaran dari Lawatan Uji Coba Tim Sepak Bola SKO Kupang di Rote Ndao


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Tim Sepak Bola Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Kupang melakukan lawatan uji coba di Kabupaten Rote Ndao selama tiga hari, 6 – 8 November 2020. Dalam lawatan itu, Tim Sepak Bola SKO Kupang melakukan tiga pertandingan uji coba, masing-masing melawan tim U-17 Rote Selection dengan skor akhir 5-1, lalu menang 2-0 saat melawan tim senior Rote Selection, dan terakhir melumat jawara Liga I Rote Ndao, yakni Persab Busalangga dengan lima gol tanpa balasa (5-0).

Atas keberhasilan ini, tim sepak bola SKO Kupang pulang dengan membawa 12 gol kemenangan setelah menumbangkan tiga tim tuan rumah, dan hanya menyisakan satu gol bagi tuan rumah bersarang di gawang anak-anak asuhan Zeth Adoe ini.

Bintang Perserond Rote Ndao, Defers Pingak kepada media ini tadi malam (8/11) melaporkan, pertandingan yang dipimpin wasit C2 Toni Feroh dan Salmun Klass itu berlangsung sangat ketat. Pressure tinggi dilakukan anak asuhan Coach Zet Adoe.

Mengandalkan pergerakan wing, long ball crosing dan sentuhan-sentuhan pendek, anak-anak SKO mampu mendikte permainan, dan menguasai pertandingan. Tim SKO mampu mengurung lini pertahanan lawannya, tim U-17 Rote Selection sehingga memaksa lawannya harus bermain bertahan.

Strategi penyerangan ini membuahkan keunggulan bagi SKO Kupang, dimana laga 2×45 menit tersebut berakhir dengan skor telak 5-1.

Dalam Uji coba hari ke-2 menghadapi Tim Senior Rote Selection, anak asuhan coach Zeth Adoe kembali menunjukan ketangguhannya dengan menekuk tim tangguh Rote itu dengan skor 2-0 tanpa balas.

Mengandalkan kecepatan dan crossing long ball dengan akurasi assit yang tepat membuat jalan pertandingan sepenuhnya dikuasai oleh SKO. Presure tinggi yang diperagakan oleh anak anak SKO membuat permainan Rote Selektion Senior tidak berkembang dan cendrung untuk bertahan di area seperdua lapangan. Pertarungan lini tengah selalu menjadi milik dua midfielder SKO yang selalu siap mengintersept dan menghadang aliran bola ke barisan pertahanan. Kecepatan dua striker SKO sulit dibendung dan beberapa kali harus dilanggar oleh pemain belakang Rote Selection.

Serangan balik yang dibangun tim senior Rote Selection melalui beberapa pemain andalannya seperti Papi Batuk, Yai Badarudin, Faisal Motong dan Elvis Nggeolima selalu gagal dan mudah diantisipasi. Solidnya pertahanan dan presure SKO alhasil serangan sporadis yang dibangun Tim Rote Selection Senior selalu dipatahkan berikade pertahanan SKO.

Kerasnya pertandingan membuat wasit Salmun Kelas harus mengeluarkan beberapa kartu kuning. Dua gol berhasil dijaringkan anak SKO melalui tendangan keras pemain bernomor punggung 7 Cesar pada menit ke-15 dan sundulan pada menit ke-70 babak kedua hasil umpan silang dari sektor kiri yang disambut dengan sundulun terarah ke gawang Rote Selection yang dikawal Soro Pena.

Pada Uji coba hari terakhir ketika menghadapi tim Juara Liga 1 Kabupaten Rote Ndao, PERSAB dikalakan SKO dengan skor telak 5-0. Mengandalkan Cesar, Sulaiman, Rizal, Indra dan Putra berhasil mengobok-obok pertahanan PERSAB.

Permainan cepat dan crossing bola panjang yang menjadi ciri SKO membuat barisan pertahanan PERSAB harus jatuh bangun mengamankan wilayahnya dari gempuran anak anak SKO. Skor 5-0 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

Pelatih SKO Kupang, Zeth Adoe yang dimintai komentarnya setelah pertandingan mengatakan bahwa dirinya belum puas dengan penampilan anak asuhannya.

Meskipun menang secara telak namun permainan secara monoton dikuasai oleh SKO karena tidak adanya serangan yang mematikan dan ancaman yang sangat serius dilakukan Tim Rote Selection Senior. Rote Selection hanya menunggu dan memainkan permainan bertahan di dalam daerahnya, sehingga kurang memberikan tekanan kepada pertahanan SKO. “saya ingin tim yang bisa menyerang dan membuat tim SKO jatuh bangun mengorganisasikan pertahananan, sehingga bisa menjadi evaluaasi,” jelasnya.

Menurut Zeth, secara umum permaianan anak-anak sudah cukup baik namun penyelesaian akhir perlu diperbaiki dan ditingkatkan lagi karena banyak sekali peluang gol tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Perlu ditingkatkan lagi finalizing pada shooting ke gawang dan juga heading ball,” katanya.

Menyangkut kerja sama tim, Coach Zeth mengaku bahwa sudah terlihat adanya kerja sama yang cukup baik. Hanya beberapa kali sering kehilangan bola yang semestinya tidak perlu, namu tanggung jawab untuk bertahan dan menyerang secara kolektif sudah baik. Setiap pemain memainkan peran yang sama dalam bermain.

Mengomentari permainan Tim Rote Selection dan PERSAB, menurut Coach Zeth tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman tetapi latihan yang regular dan terencana dengan baik akan melahirkan pemain-pemain yang memiliki kualitas baik secara teknik, fisik, dan skil.

Menurut Zeth Adoe, menyongsong El Tari Memorial Cup 2023 di Rote Ndao, pola pembinaan di klub harus diubah, waktu latihan harus jadwalkan dan fasilitas latihan juga harus disiapakan, serta kompetisi dilaksanakan maka akan menghasilkan pemain-pemain yang siap bertanding.

Ditempat yang terpisah Hans Kapitan, salah satu mantan pemain PERSEROND mengomentari permainan itu mengaku bahwa secara fisik pemain Rote Selection belum siap. Minimnya latihan membuat daya tahan pemain menurun sangat cepat, sehingga tidak bisa keluar dari tekanan lawan. “Strategi bertahan sudah baik hanya saja fisik juga harus menunjang,” ungkapnya.

Senada dengan Hans, Papy Batuk, kapten tim senior Rote Selection juga mengakui bahwa mereka kalah secara fisik. “Fisik perlu dibenahi karena kita cepat kehabisan tenaga, apalagi menghadapi SKO dengan permainan cepat mengandalkan bola bola panjang sehingga memaksa stamina,” ungkapnya.

Berkaca dari uji coba Tim SKO selama 3 hari di Rote Ndao memunculkan pertanyaan, mengapa SKO bermain begitu baik meskipun usia para pemain adalah 16 dan 18 tahun. Mereka menunjukan kualitas secara fisik, teknik, skil dan organisasi permainan yang baik. Jawabannya adalah karena proses latihan yang baik dan terencana sehingga membuat pemain menjadi matang secara fisik, skil, maupun teknik.

Sebagai salah satu mantan pemain Perserond Rote Ndao, Defers mengaku bahwa kehadiran SKO memberikan pengalaman berharga bagi pengembangan sepak bola di Rote Ndao. Perlu adanya pembenahan, peningkatan, dan pelatihan.

Untuk mengembangkan sepak bola di Rote Ndao, kata Defers, perlu adanya pembinaan yang baik di tingkat klub, penyediaan fasilitas latihan, dan pelaksanaan turnamen yang regular.

“Hal ini dapat terlaksana jika semua stakeholder bekerja sama dan saling mendorong untuk mengembangkan sepakbola ke depan. Yang perlu kita tunjukan adalah bukti dan kerja kita bukan sekadar bicara karena melalui kerja keras dan pembinaan pemain muda maka kita akan memperoleh pemain yang siap untuk El Tari Cup 2023,” harapnya.

“Tentunya bahwa untuk mencapai semua itu maka membutuhkan dana yang cukup, namun tidak ada yang tidak mungkin apabila semua pihak ingin membangun sepakbola. Sebagai Tuan rumah El Tari Memorial Cup 2023, maka fokus dan perhatian terhadap sepakbola harus dilakukan sejak sekarang sehingga nantinya prestasi yang diharapkan bisa dicapai,” pungkasnya. (*/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya SPORT

Populer

To Top