Resmikan Gedung Baru SLH, Bupati Rote Ndao Ungkap Hal Berkesan Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Resmikan Gedung Baru SLH, Bupati Rote Ndao Ungkap Hal Berkesan Ini


GUNTING PITA. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, didampingi Ketua YPPH, Dr. James Riady, dan Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek, menggunting pita tana peresmian gedung SLH, di Desa Sanggaoen, Sabtu (7/11). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PENDIDIKAN

Resmikan Gedung Baru SLH, Bupati Rote Ndao Ungkap Hal Berkesan Ini


James Riady: Niat Bangun SLH Muncul Saat Kunjungi Rote Tahun 2014

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Sekolah Lentera Harapan (SLH) yang didirikan di Kabupaten Rote Ndao tahun 2016 silam, kini memiliki gedung sendiri. Gedung tersebut dibangun setelah empat tahun SLH beroperasi di pulau terselatan NKRI itu.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE berkenan meresmikan gedung baru SLH di Desa Sanggaoen, tersebut, Sabtu (7/11).

Ketua Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), Dr. James Riady, yang hadir dalam seremoni peresmian itu mengatakan, mimpi membangun SLH di Rote Ndao itu muncul pada sebuah kunjungan ke tanah para To’o dan Te’o itu di bulan Desember 2014 silam. “Saat itu ketika berkunjung ke Rote Ndao, saya langsung berniat untuk mendirikan SLH di Kabupaten Rote Ndao,” ungkap pemilik Lippo Group ini.

Menurut James, keinginan tersebut timbul dari kerinduan untuk menyediakan wadah sebagai tempat menumbuh-kembangkan potensi anak, yang pada prinsipnya lebih menekankan kepada pertumbuhan iman, karakter, dan kepercayaan.

Selain mengembangkan pengetahuan, sekolah yang lebih fokus terhadap pembentukan budi pekerti dan iman anak tersebut, akhirnya direspon oleh pemerintah setempat. Sehingga saat dimulainya, SLH diizinkan untuk menggunakan aula kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rote Ndao untuk bersekolah.

Dari dukungan yang sudah diberikan, wajar saja ada apresiasi yang diberikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) Dr. James Riady, kepada pemerintah setempat. James pun memastikan untuk terus bekerjasama dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui SLH.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemerintah Rote Ndao. Karena sebelum SLH bisa miliki gedung sendiri, SLH menggunakan salah satu bangunan milik Pemda,” ungkap Dr. James Riady, dalam sambutanya di acara pengresmian SLH yang berlokasi di Desa Sanggaoen, akhir pekan lalu.

James Riady menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen untuk membangun pendidikan di wilayah terpencil, seperti Rote Ndao. Yang saat ini sudah dimulai dengan jenjang Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar (TK-SD), kemudian akan dilanjutkan dengan jenjang SMP dan juga SMA.

“Ke depan, dilanjutkan hingga tingkatan Sekolah Menengah Atas,” kata James Riady kepada Timor Express usai peresmian gedung SLH.

James mengatakan, yayasan yang dipimpinanya itu berkonsentrasi pada pendidikan, kesehatan yang peduli terhadap pengembangan karakter anak dan remaja. Dengan pemilihan lokasi pada daerah-daerah terpencil.

James berharap, sekolah yang diresmikan bukan hanya berupa sebuah gedung, tetapi mampu memembentuk manusia yang utuh. Karena Kehadiran SLH di Rote juga ditunjang dengan potensi Sumber Daya Manusia (SDM).

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, mengatakan kehadiran SLH di Rote merupakan anugerah bagi seluruh masyarakat. Dengan demikian diharapkan membawa perubahan terhadap kualitas pendidikan.

“Ini merupakan berkat yang bisa menjawab harapan kami, masyarakat di ujung selatan NKRI,” kata Paulina dalam sambutannya.

Untuk diketahui, dalam perjalanan selama 4 tahun, SLH memulai operasional pendidikan itu dengan 24 siswa yang didik oleh 3 orang pendidik. Jumlah pendidik tersebut terdiri dari seorang Kepala Sekolah dan 2 guru, ditambah seorang staf dan petugas sekolah.

Suka dan duka terukir sudah dalam kisah perjalanan SLH, dengan sebuah kerinduan memiliki gedung sekolah baru. Itu adalah pergumulan terberat yang dirasakan para pendidik.

“Banyak sekali kisah, bahagia dan juga air mata. Karena yang paling sering ditanyakan adalah kapan memiliki gedung sekolah,” kata Dince Bunda, Kepala Sekolah Lentera Harapan Rote pertama.

Dince mengisahkan, bersama dua rekan guru dan seorang staf, mereka terus bergumul untuk bisa memiliki gedung sekolah. Sehingga jawaban yang diberikan selalu meminta dukungan dari setiap orang tua murid.

Diakuinya, ada keraguan ketika terus menyakinkan dalam jawabanya. Namun, keyakinan mereka terus tumbuh dalam setiap pergumulan yang dilakukan.

“Puji Tuhan, melalui YPPH, gedung SLH sudah dibangun dan diresmikan,” kata mantan Kasek SLH, dengan menambahkan, walau dirinya sudah bukan menjadi bagian SLH, namun semangat dan kecintaanya tak akan lekang.

Secara keseluruhan, jumlah murid SLH saat ini sebanyak 111 orang, terdiri dari 23 siswa TK A dan B, kemudian 88 siswa SD pada kelas 1 hingga kelas 4 dengan 8 orang tenaga pendidik.

Sementara gedung sekolah yang diresmikan terdiri dari 6 ruang kelas, namun yang baru digunakan sebanyak 4 ruangan. Dua ruangan lainnya digunakan sebagai Perpustakaan dan ruang Kasek bersama Tata Usaha serta Bendahara.

“Teknisnya, murid TK masih menggunakan aula Bappeda, sedangkan SD sudah bisa di sini. Hari Senin (9/11) ini kami mulai tatap muka dengan sistem sekolah pagi dan siang,” kata Kristin Atikah Muni Rasi, S.Pd, Kepala SLH Rote kepada Timor Express. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top