Terjangkau Jaringan Telkomsel, Warga Ndao Sudah Bisa Video Call | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Terjangkau Jaringan Telkomsel, Warga Ndao Sudah Bisa Video Call


VIDEO CALL. Abraham Bunga, warga pulau Ndao yang berada di Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Pulau Roote melakukan panggilan video call dengan salah satu keluarganya di Pulau Ndao, Selasa (10/11). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

BISNIS

Terjangkau Jaringan Telkomsel, Warga Ndao Sudah Bisa Video Call


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Setelah menanti sekian lama, warga Pulau Ndao, Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao kini sudah bisa mengakses internet dengan fasilitas jaringan operator seluler Telkomsel.

Kesulitan mengakses telepon seluler juga internet kini bukan lagi kendala bagi warga Ndao karena sejak Kamis (29/10) lalu, warga setempat sudah bisa berkomunikasi dengan lancar.

Sebelumnya, untuk mengakses jaringan seluler, warga yang mendiami pulau diujung selatan NKRI tersebut harus mencari sinyal di tempat-tempat tertentu. Sebelumnya, sinyal hanya ada di pelabuhan rakyat di Desa Ndao Nuse, di pelabuhan/dermaga kapal di Desa Anarae, dan juga di beberapa halaman rumah penduduk.

Aktifitas ini sudah tak asing lagi bagi mereka, untuk menjangkau titik-titik yang bersinyal, hanya untuk berkomunikasi dengan sanak saudara. Yang terbiasa dilakukan pada sore hingga malam hari.

Tetapi untuk kebutuhan mendesak, kadang mereka tak memperdulikan waktu. Entah di siang hari yang membiarkn diri terpanggang terik matahari, asalkan mereka bisa berkomunikasi.

Sedangkan untuk sekadar menanti khabar yang dikirim melalui pesan singkat (SMS), biasanya telepon gengam warga digantung pada ranting pohon. Adapula yang rela menitipkan handphonenya di tempat yang ada sinyal agar terus beraktifitas sembari menunggu kabar yang dibutuhkan.

“Kalau mau kirim SMS, pesanya harus diketik terlebih dahulu. Dan saat mengirim, kadang harus berulang-ulang karena harus cari sinyal,” kata Abraham Bunga, mantan Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Mbiu Lombo, Kecamatan Ndao Nuse (Periode 2018-2020) yang dikonfirmasi Timor Express, di Ba’a, Selasa (10/11).

Abraham mengatakan, di halaman rumahnya kerap digantung telepon genggam pada sebuah pohon untuk menerima SMS. Sedangkan untuk kebutuhan menelpon, dirinya harus menempuh jarak kurang lebih 1 hingga 2 km mengakses sinyal yang cukup baik.

“Hanya bisa untuk SMS dari sekitar rumah. Itupun tidak menentu posisi sinyalnya. Kadang bergeser, sehingga perlu dicari,” kata Abraham.

Abraham mengisahkan, kesulitan mengakses jaringan seluler dirasakan sudah lama. Sebelum menjabat Kepala Desa Ndao Nuse periode 2008-2014, informasi yang diperoleh biasanya disampaikan secara lisan.

“Kadang surat, tapi paling banyak dari orang yang menyampaikan. Itu pun sudah lewat beberapa hari,” ungkap Abraham.

Setiap informasi yang diperoleh warga Ndao, tak pernah tepat waktu. Ini tergantung dari jadwal perahu yang menyebrang ke pulau Ndao, yakni setiap hari Selasa dan Jumat.

Sedangkan terhadap akses telekomunikasi yang mulai membaik, Abraham mengaku sangat senang. Karena kapan saja mereka bisa berkomunikasi dengan anggota keluarganya.

“Sekarang sudah bagus, sinyal telepon dan internet cukup kuat. Mau telepon atau whatsapp lancar-lancar saja. Bahkan untuk vedeo call juga sudah bisa,” kata Abraham. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Populer

To Top