Kunjungi Pusat Budaya di Rote Ndao, Menteri Nadiem: Wah Keren Ya… | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kunjungi Pusat Budaya di Rote Ndao, Menteri Nadiem: Wah Keren Ya…


SWAFOTO. Mendikbud RI, Nadiem Anwar Makarim berswafoto dengan Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu (kanan) dengan latar belakang para penenun di Kampung Ndao, saat mengunjungi pulau itu, Selasa (10/11). (FOTO: MAX SALEKY/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kunjungi Pusat Budaya di Rote Ndao, Menteri Nadiem: Wah Keren Ya…


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rote Ndao, Selasa (10/11). Setibanya di Rote, Menteri Nadiem langsung mengunjungi pusat-pusat budaya di pulau terselatan NKRI itu.

Setidaknya, ada lima tempat yang dikunjungi Menteri Nadiem. Dimulai dari Kampung ‘Ndao’, di Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain. Didampingi Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE, Nadiem mulai membuka percakapan begitu tiba di tempat tersebut.

“Wah, keren ya. Apakah aktifitas ini selalu dilakukan?” tanya Menteri Nadiem kepada Bupati Rote Ndao.

“Iya Pak Menteri. Ini sudah jadi mata pencaharian warga di sini,” kata Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu menjawab Menteri Nadiem.

Memang begitulah aktifitas perekonomian yang dilakukan turun temurun. Hanya saja aktifitas ini terdampak akibat pandemi Covid-19, sehingga berpengaruh langsung pada produksi serta terkendala pasar hingga saat ini.

Paulina menambahkan, sebelum adanya Covid-19, Kampung ‘Ndao’ sering dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk membeli cindera mata.

Di tempat ini, Menteri Nadiem dibuat kagum ketika melihat langsung aktifitas menenun yang sementara dilakoni ibu-ibu penenun yang semuanya berasal dari Pulau Ndao. Dengan sambutan yang begitu hangat, menambah kekaguman Nadiem terhadap budaya Rote Ndao.

Dari rasa kagumnya itu, Nadiem kemudian membeli beberapa lembar kain tenun berukuran besar, dimana tenunan ini dihasilkan dengan menggunakan pewarna alami.

“Saya boleh beli ini ya. Dan ini, juga yang di sana,” kata Nadiem kepada penjual kain tenun, seraya berkata, dia sangat menyukai motifnya, apalagi yang menggunakan pewarna alami.

Selepas membeli kain tenun yang memikatnya, Nadiem seolah belum mau beranjak dari Kampung ‘Ndao’. Bagaimana tidak, di wilayah yang dikunjunginya itu dipenuhi dengan kerajinan khas Rote Ndao.

Mulai dari kain hasil tenun ikat, ayaman topi Ti’i Langga dan juga alat musik tradisional khas Rote Ndao, yakni Sasando. Begitu juga dengan hasil pandai perak, berupa habas, pending, dan bula molik, yang merupakan seperangkat aksesories budaya.

Pantauan Timor Express, di kampung ‘Ndao’ karena begitu terpesonanya terhadap aktifitas penenun yang masih sangat tradisional, Nadiem kemudian mengabadikanya dengan jeperetan kamera handphonenya. Bahkan Nadiem sampai mengajak Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu untuk berswafoto dengan latar belakang para penenun.

“Mari Bu, kita foto bersama. Biar jadi kenang-kenangan,” pinta Nadiem saat mengajak Bupati Rote Ndao.

Setelah puas-puas menikmati pesona budaya di kampung ‘Ndao’, Nadiem kemudian melanjutkan kegiatannya dengan mengunjungi empat situs cagar budaya. Tiga situs berada di wilayah Kecamatan Lobalain sedangkan satu di Rote Barat Daya.

Cagar budaya di Lobalain merupakan dua tempat ibadah, dan satu istana raja. Yakni Masjid An Nur, yang saat ini berusia 92 tahun. Sedangkan gereja Menggelama, diketahui dibangun tahun 1893 dengan usia tahun saat ini 127 tahun dan istana raja Rote berusia 92 tahun.

Sedangkan di Rote Barat Daya, Nadiem mengunjungi rumah Raja Thie, yang terletak di desa Oebafok. Yang hingga kini masih dijaga keaslianya di usia yang ke-90 tahun. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top