Penyidik Tahap I Berkas Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur oleh Oknum ASN | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penyidik Tahap I Berkas Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur oleh Oknum ASN


Kasat Reskrim Polres TTU, AKP. Sujud Alif Yulamlam. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Penyidik Tahap I Berkas Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur oleh Oknum ASN


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Satreskrim Polres Timor Tengah Utara (TTU) terus bekerja secara maraton untuk mengungkap kasus dugaan persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan seorang oknum ASN di Dinas Kelautan dan Perikanan TTU.

Terbukti, Rabu (11/11) Penyidik Satreskrim Polres TTU melimpahkan berkas perkara tahap satu kasus tersebut ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari TTU guna meneliti hasil penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP. Sujud Alif Yulamlam kepada Timor Express saat ditemui di ruang kerjannya, Rabu (11/11) mengatakan, penyidik telah merampungkan berkas perkara kasus dugaan persetubuhan terhadap anak usia 13 Tahun oleh seorang oknum ASN, dan telah melimpahkan berkas perkara tahap satu ke JPU Kejari TTU.

“Penyidik sudah tahap satu berkas perkara ke JPU untuk diteliti. Kalau masih ada kekurangan pasti ada petunjuk dari JPU untuk dipenuhi,” ungkap Sujud.

BACA JUGA: Oknum ASN di TTU Diduga Hamili Pelajar, Ini Hukuman yang Bakal Diterima

Sujud menambahkan, setelah mendapatkan petunjuk JPU, penyidik akan bekerja untuk melengkapi kekurangan berkas sesuai petunjuk JPU sehingga kasus tersebut segera dikembalikan ke JPU untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Sujud optimistis, penyidik akan bekerja secara maksimal dan profesional dalam mengungkap kasus dugaan persetubuhan terhadap anak usia 13 tahun secara tuntas tanpa adanya tendensi apapun hingga memberikan kepastian hukum kepada korban maupun pelaku.

“Setelah mendapatkan petunjuk jaksa, penyidik akan segera melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan tahap dua ke kejaksaan agar ditindaklanjuti,” katanya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top