Bisnis Properti Perumahan di NTT Menurun, Bobby Pitoby Ungkap Penyebabnya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bisnis Properti Perumahan di NTT Menurun, Bobby Pitoby Ungkap Penyebabnya


Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby. (FOTO: ISTIMEWA)

BISNIS

Bisnis Properti Perumahan di NTT Menurun, Bobby Pitoby Ungkap Penyebabnya


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Bisnis properti perumahan di wilayah Provinsi NTT sejak awal tahun hingga saat menurun cukup tajam. Kasus ini muncul sebagai akibat adanya pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih bergejolak di tengah masyarakat.

“Pembangunan rumah sampai saat ini masih jalan namun slowdown. Banyak sekali penurunannya sekitar 40 persen akibat Covid-19. Hal ini juga berdampak pada penyerapan angka kredit atau penyerahan kepada konsumen juga menurun setara dengan penurunan pembangunan yaitu antara 30 persen sampai dengan 40 persen,” ungkap Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby saat dikonfirmasi media ini di Kupang kemarin (11/11).

Khusus penurunan penyerapan bisnis properti di NTT tahun disebabkan oleh beberapa hal, antara lain efek pandemi Covid-19 dan pengurangan batas kuota baik subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), SSB (Selisih Suku Bunga), dan BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan). Ini akibat tingginya penyerapan pada tahun 2019 dimana sebagian kuota 2020 diambil dan digunakan pada tahun 2019 lalu.

“Tahun 2019 kuota penyerapan subsidi perumahan secara nasional sebenarnya hanya 127 ribu tapi membengkak sampai 239 ribu unit rumah sehingga kuota tahun berkurang,” jelas Bobby Pitoby.

BACA JUGA: Penyerapan Rumah Bersubsidi Turun 50 Persen, Ketua REI NTT Beber Alasannya

Menurut Bobby, penyerapan kuota subsidi pembangunan rumah di NTT tahun ini secara keseluruhan berjumlah lebih kurang 2.500 unit. Terdiri dari kuota FLPP 1500 unit rumah, SSB 500 unit dan BP2BT 500 unit rumah.

Saat ini, kata Bobby, penyerapan kuota pembangunan rumah subsidi di NTT mencapai 984 unit rumah dari total kuota. “Saya perkirakan sampai akhir tahun mungkin kisaran penyerapan berkisar 1.600 sampai 1.700 unit rumah karena sampai semeter I tahun ini kita baru bangun 984 unit,” ungkapnya.

Bobby menjelaskan, tiga jenis subsidi rumah yang disediakan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) syaratnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Walau demikian syarat utama untuk mendapat rumah subsidi yang dibangun REI NTT dan organisasi lainya yaitu masyarakat (suami isteri) berpenghasilan rendah dibawah Rp 8 juta perbulan.

“Bagi mereka yang suami isteri berpenghasilan setiap bulan diatas Rp 8 juta jelas tidak berhak mendapat rumah bersubsidi pemerintah,” tegas Bobby Pitoby. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Populer

To Top