Mendikbud Sebut Rote Ndao ‘Telat’ Sekolah Dua Bulan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mendikbud Sebut Rote Ndao ‘Telat’ Sekolah Dua Bulan


SWAFOTO. Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, mengabadikan momen kunjungannya di Rote Ndao dengan berswafoto bersama K3S usai pertemuan di SMP Negeri 3 Lobalain Ba’a, kemarin (11/11). (FOTO: MAX SALEKY/TIMEX)

PENDIDIKAN

Mendikbud Sebut Rote Ndao ‘Telat’ Sekolah Dua Bulan


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Rote Ndao selama dua bulan terakhir, masih terus memberlakukan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Sementara PJJ sendiri hanya diberlakukan pada daerah-daerah yang masuk kategori zona merah, oranye, dan juga hitam. Hal ini diketahui, ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, berdialog dengan sejumlah guru dalam kunjungan hari keduanya di Kabupaten Rote Ndao, Rabu (11/11).

Nadiem mengatakan, Rote Ndao seharusnya sudah melakukan pembelajaran tatap muka. Yang dalam pelaksanaanya, tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Sudah dua bulan lho. Anak-anak seharusnya sudah belajar secara tatap muka di sekolah,” kata Mendikbud Nadiem saat berdialog dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di SMP Negeri 3 Lobalain di Ba’a, kemarin (11/11).

Walau sudah dibolehkan untuk bersekolah, Nadiem kembali menegaskan bahwa tidak serta merta langsung dilakukan. Tetapi harus mengantongi persetujuan dari dewan komite sekolah, dan juga pemerintah setempat.

“Zona hijau dan kuning boleh tatap muka. Rote Ndao sudah bisa, tergantung komite sekolah, kepala sekolah, dan kepala dinas,” kata Nadiem.

Menurutnya, PJJ hanya dilakukan pada daerah-daerah yang terkategori zona merah dan oranye. Sementara di Rote Ndao yang berzona Kuning, Nadiem meminta agar siswa belajar di sekolah.

“Jika bapak-ibu guru menginginkan untuk siswa belajar secara tatap muka di sekolah, segeralah mendapatkan izin dari Komite dan Dinas,” kata Nadiem.

Dalam pelaksanaan belajar tatap muka, Nadiem mengingatkan untuk dilakukan seperdua dari jumlah robongan belajar. Sehingga ada ruang/jarak bagi siswa saat mengikuti pembelajaran di dalam kelas. Hal ini dilakukan untuk menerapkan protokol kesehatan (jaga jarak) di lingkungan sekolah.

Bahkan, Nadiem kembali menegaskan, selama pembelajaran di sekolah, setiap kantin-kantin tidak diperbolehkan untuk buka. Agar setelah belajar, siswa bisa langsung kembali ke rumah masing-masing.

“Selama belajar tatap muka di sekolah dalam pandemi ini, kantin-kantin dimohon untuk tidak dibuka dulu,” tegas Nadiem.

Nadiem juga mengaku khawatir terhadap perkembangan pendidikan formal yang dilanda pandemi Covid-19. Karena untuk melaksanakan PJJ di Kabupaten Rote Ndao, dipastikan tidak berjalan normal karena mengalami banyak keterbatasan. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top