Penyidik Kejari Periksa Mantan Bupati TTS, Terkait Bukti Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penyidik Kejari Periksa Mantan Bupati TTS, Terkait Bukti Ini


DIPERIKSA. Mantan Bupati TTS, Paul VR Mella (kiri) didampinggi Kasi Pidsus Kejari TTS, Khusnul Fuad, SH (tengah) dan Jaksa Penyidik Kejari TTS, Bram Prima, SH usai memberi keterangan terkait dugaan korupsi dana penyertaan modal di PDMJ, Kamis (12/11). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Penyidik Kejari Periksa Mantan Bupati TTS, Terkait Bukti Ini


SOE, TIMEXKUPANG.com-Dugaan tindak pidana korupsi dana penyertaan modal di Perusahaan Daerah Mutis Jaya (PDMJ), tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Selatan (TTS) terus melakukan penyidikan melalui pemeriksaan para pihak yang dinggap terlibat.

Tim penyidik kembali melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bupati TTS, Paul V. R. Mella dan dua Direktur PDMJ, yakni Direktur Operasional, Day Pitai, dan Direkrut Administrasi dan Keuangan, Lamber Bety.

Ketiganya diperiksa usai penggeledahan oleh jaksa di Bagian Ekonomi Kantor Bupati TTS, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD), dan PDMJ beberapa waktu lalu karena ditemukan surat hasil temuan dari Inspektorat dan BPK.

Ketiganya menjalani pemeriksaan secara terpisah. Paul Mella diperiksa terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan para direksi di ruang penyidik Tipidsus Kejari TTS, Kamis (12/11).

“Agenda pemeriksaan hari ini mantan bupati, Direkrut operasional Demetris Pitai dan Direkrut Administrasi dan Keuangan Lamber Bety yang diperiksa,” ujar Kajari TTS, Andarias D’Orney ketika dikonfirmasi TIMEXKUPANG.com melalui Kapidsus Kejari TTS, Khusnul Fuad.

Pemeriksaan khusus untuk dua direktur PDMJ tersebut menurut Khusnul, saat diperiksa sebelumnya tidak dilengkapi dengan dokumen, sehingga sedang melengkapi dokumen untuk disita oleh penyidik. Salah satu dokumen yang sedang dilengkapi adalah dokumen BPKB dump truck dan dokumen peminjam yang sudah membayar tetapi tidak disetorkan ke rekening perusahaan.

Sebagian peminjam, kata Khusnul, sudah selesai diperiksa oleh penyidik. Namun dalam dokumen yang ditemukan penyidik, ada yang belum bayar karena bingung mau bayar kemana karena kantor sering tutup, ada juga peminjam yang sudah bayar tetapi tercatat belum bayar, namun jumlahnya belum dilakukan perhitungan tetapi lumayan banyak.

Khusnul menambahkan, terdapat sejumlah peminjam yang hendak mengembalikan peminjamannya namun binggung mau setor kemana karena kantor selalu tutup dan ada sebagian peminjam sudah mengembalikan namun tidak tercatat.

“Ada juga peminjam yang sudah meninggal tetapi langkah ketentuan pengembalian tidak jelas. Peminjam yang sudah meninggal itu dibuktikan dengan surat keterangan kematian. Sehingga penyidik masih tetap melakukan pemeriksaan juga terhadap sejumkah saksi peminjam karena belum semua diperiksa sebagai saksi. Kurang lebih 80 orang peminjam belum diperiksa, sehingga kita tetap periksa. Setelah geledah beberapa waktu lalu, secara maraton lakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari peminjam,” jelasnya.

BACA JUGA: Geledah Kantor Bupati dan BPKAD TTS, Jaksa Sita Dokumen Ini

Selain mantan Bupati dan dua direktur tersebut yang sudah diperiksa kurang lebih dua kali, Khusnul mengaku mantan Sekda TTS, Salmun Tabun juga sudah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi.

Saat itu, Salmun Tabun sebagai Ketua Badan Pengawas perusahaan tersebut. Masih ada keterangan yang akan dimintai tetapi dilihat dari perkembangan pemeriksaan apakah akan dimintai keterangan dari pemeriksaan saksi lainnya.

Sedangkan untuk kerugian negara, Khusnul mengaku masih menunggu perhitungan kerugian negara dari ahli akuntan publik. Sebab, pihaknya sudah layangkan permohonan melakukan perhitungan sambil menunggu hasil. Penyidik juga tetap koordinasi terkait data-data yang dimintai oleh ahli dari akuntan publik.

Sementara Mantan Bupati TTS, Paul Mella usai diperiksa, membenarkan adanya temuan dalam hasil audit BPK dan inspektorat terhadap pengelolaan dana penyertaan modal senilai Rp 1,2 Miliar di PDMJ Tahun 2011 dan 2012.

Temuan ini terkait pembukaan unit usaha yang tidak sesuai dengan Perbup 50 Tahun 2011 karena manajemen PDMJ secara sepihak membuka unit usaha baru yang tidak diatur dalam Perbup tersebut.

Paul menjelaskan, manajemen PDMJ memanfaatkan anggaran penyertaan modal tersebut untuk membeli satu mobil dump truck, membuka usaha simpan pinjam, dan berjualan sembako. Padahal, dalam Perbup Nomor 50 itu yang mengatur terkait unit usaha PDMJ, unit usaha tersebut tidak tercantum.

“Hal inilah yang menjadi temuan Inspektorat dan BPK sejak saya menjabat dan saya sudah mengeluarkan surat teguran dan beberapa poin rekomendasi. Salah satu poin dalam surat tersebut adalah mengembalikan uang yang digunakan untuk membeli satu unit mobil dump truck namun tidak ditindaklanjuti,” ungkap Paul Mella.

Selain itu, mantan Bupati TTS dua periode itu menyebutkan bahwa laporan tahunan yang menjadi kewajiban manajemen PDMJ juga tidak dimasukkan ke Badan Pengawasan (Banwas). Hal ini sempat menjadi bahan evaluasi dan pihak manajemen PDMJ telah ditegur namun laporan keuangan tahunan tak kunjung diserahkan.

Pantauan TIMEXKUPANG.com, Paul Mella diperiksa jaksa penyidik Bram Prima dan Direktur Operasional PDMJ, Dementris Pitai diperiksa Kasi Intel Kejari TTS. Sementara Direkrtur Administrasi dan Keuangan PDMJ, Lamber Bety diperiksa Kapidsus Kejari TTS, Khusnul Fuad. (*)

PENULIS: INTHO HERISON TIHU

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top