71 Hari Pimpin Sumba Barat, Samuel Pakereng Fokus Turun Kebun dan Gerakan Peduli Sampah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

71 Hari Pimpin Sumba Barat, Samuel Pakereng Fokus Turun Kebun dan Gerakan Peduli Sampah


Pjs. Bupati Sumba Barat, Semuel D. Pakereng. (FOTO: FREDI BULU LADI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

71 Hari Pimpin Sumba Barat, Samuel Pakereng Fokus Turun Kebun dan Gerakan Peduli Sampah


WAIKABUBAK, TIMEXKUPANG.com-Memimpin Kabupaten Sumba Barat (SB) selama 71 hari sejak ditunjuk Mendagri dan dilantik Gubernur NTT sebagai Pejabat sementara Bupati (Pjs), Drs. Semuel D. Pakereng berusaha menjalankan amanah itu dengan berbuat karya nyata di masyarakat.

Memimpin Kabupaten Sumba Barat dimasa transisi ketika Bupati dan Wakil Bupati wilayah itu cuti mengikuti kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Pjs Bupati Semuel Pakereng melakukan aksi dengan mencanangkan Gerakan Peduli Sampah dan Gerakan Turun Kebun.

Samuel D. Pakereng kepada media ini saat diwawancarai di kantornya, Jumat (13/11) mengatakan, dua gerakan ini ia prioritaskan dalam memimpin Sumba Barat dimasa transisi karena menurutnya, daerah ini dikenal dengan andalan gudang jagung dan gudang ternak. Oleh karena itu, masyarakat petani mapun ASN harus turun kebun untuk mengolah semua lahan yang ada karena saat ini sudah memasuki musim tanam.

Dengan aksi semua turun kebun, kata Semuel, maka dijamin kebutuhan pagan lokal masyarakat akan terpenuhi. Ini juga sejalan dengan program Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, yakni Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

Terkait Gerakan Peduli Sampak, Semuel menjelaskan bahwa Kabupaten Sumba Barat dilabelkan sebagai kota terkotor ke lima di Indonesia. Oleh karena itu, ketika tiba di Waikabubak mengemban amanah sebagai Pjs Bupati, ia langsung mengeluarkan edaran mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga keindahan kota Waikabubak. Menjaga kebersihan kota, kata Semuel, bukan saja tugas pemerintah namun tugas bersama seluruh pihak untuk memperhatikan kebersihan dengan cara melaksanakan edaran gerakan peduli sampah.

Samuel D. Pakereng juga tetap memastikan tugas pokoknya sebagai Pjs Bupati tetap berjalan yaitu untuk memastikan penyelengaraan pembagunan dan pembinaan kemasyarakatan tetap berjalan sebagaimana tugas Bupati dan Wakil Bupati.

“Target saya yang pertama itu sesuai dengan tugas yang diberikan kepada saya sebagai Pjs yaitu memastikan penyelenggaraan pembagunan dan pembinaan kemasyarakan berjalan sebagaimana ada Bupati dan Wakil Bupati yang sedang cuti. Artinya, dia berjalan seperti biasa bahwa masyarakat tidak kehilangan pemimpin bahwa masih tetap ada Bupati di Sumba Barat,” jelasnya.

BACA JUGA: Pjs Bupati Sumbar Canangkan Gerakan Peduli Sampah, Sukseskan Slogan BISA BERTEMAN

Selain itu, kata Semuel, tugas dia sebagai Pjs untuk memastikan bahwa anggaran perubahan 2020 dan anggaran murni 2021 tetap dibahas bersama anggota DPRD demi pembagunan ditahun 2021. “Tugas saya yang kedua memastikan anggaran perubahan 2020 dan anggaran murni di 2021 harus selesai, bahwa sebelum tanggal 30 November nantinya anggaran 2021 sudah harus kita sepakati dengan anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat,” ungkap Samuel.

Memimpin di masa transisi, demikian Samuel, juga diperhadapkan pada situasi Pilkada Sumba Barat yang membutuhkan waktu dan tenaga demi terciptanya pelaksanakaan Pilkada yang aman dan damai.

“Keberadaan saya di Sumba Barat ini juga adalah memastikan bahwa penyelengaraan Pilkada berjalan aman dan lancer. Ini yang kami lakukan bersama seluruh Forkopimda bersama pihak penyelenggara dalam hal ini KPU dan Bawaslu juga TNI dan Polri ditambah dengan seluruh stakeholder yang ada baik tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Kita libatkan dalam setiap pertemuan dan hampir setiap saat kami melakukan koordinasi dengan cara menggunakan alat komunikasi. Selain komunikasih lewat Hp saya juga langsung turun ke lapangan dan yang saya lakukan yaitu mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi di tanggal 9 Desember 2020,” imbuhnya.

Guna mewujudkan Pilkada yang aman dan damai, Samuel juga melakukan pendekatan dengan para pasangan calon (Paslon) untuk selalu menjaga dan mewujudkan suasana Kamtibmas agar tidak terjadi gesekan antar pendukung paslon lainnya. “Dari kerja keras selama ini orang bisa menyaksikan saat ini Kabupaten Sumba Barat kelihatannya sedang tidak ada Pilkada. Masyarakatnya tenang-tenang saja,” beber Semuel.

Samuel berharap agar siapapun nanti yang terpilih dari semua paslon, kiranya tetap melaksanakan progam prioritasnya yaitu Gerakan Turun Kebun dan Gerakan Peduli Sampah. “Menurutnya program itu harus tetap dilaksanakan karena ini untuk kepentingan masyarakat,” harapnya.

Mengenai penanganan pandemik Covid-19, Samuel mengatakan bahwa Kabupaten SB berada dalam zona hijau, dan dia berharap sampai dengan tahun depan usai pelaksanaan Pilkada tetap berada dalam zona hijau.

Semuel mengaku, selama ini ia bersama tim Satgas terus mengimbau masyarakat untuk menaati protokol kesehatan.  “Target saya selama ini bahwa pandemik ini harus tetap hijau, tidak boleh merah, walaupun baru-baru itu ada satu yang positif itukan sudah dari Kupang bukan positif di Sumba Barat. Yang jelasnya masyarakat saat ini sangat menaati protokol kesehatan, sekalipun ada pesta masyarakat tetap menggunakan masker, cuci tangan, dan menggunakan hand sanitaser,” pungkasnya. (*)

PENULIS: Frederikus Bulu Ladi

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top