Polres Rote Ndao Ringkus Pelaku Pengebom Ikan di Oeseli | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polres Rote Ndao Ringkus Pelaku Pengebom Ikan di Oeseli


DIRINGKUS. Tiga nelayan (berjejer dikiri) terduga pelaku pengeboman ikan yang berhasil diringkus polisi Desa Oeseli, Kabupaten Rote Ndao, Kamis (12/11). (FOTO: Anam Nurcahyo for TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Polres Rote Ndao Ringkus Pelaku Pengebom Ikan di Oeseli


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Nelayan yang menangkap ikan menggunakan bahan peledak (bom) berusaha kabur dari kejaran polisi, Kamis (12/11). Namun, tak lebih dari sejam, drama saling kejar tersebut berakhir dengan keberhasilan aparat mengamankan tiga terduga pelaku pengebom ikan.
Selain pelaku, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, 1 unit perahu motor, kompresor, snorkel dan regulator, 2 kaki bebek dan 3 buah kaca mata selam.

Ketiga nelayan ini diringkus dua anggota Polres Rote Ndao, yakni Brigpol Marsel B. W. Henukh, dan Bripka Ricky Henukh.

Aparat berhasil meringkus para pelaku ini berdasaran informasi yang disampaikan masyarakat kepada anggota Bhabimkabtibmas Desa Landu, Brigpol Marsel B. W. Henukh, Kamis (12/11) sekira pukul 11.49 Wita. Informasi tersebut disampaikan melalui sambungan telepon seluler.

“Anggota kami yang mendapat info dari masyarakat setempat terkait aksi tersebut,” kata Kapolres Rote Ndao melalui Kasubbag Humas Polres Rote Ndao, Aiptu Anam Nurcahyo, SIP dalam keterangan tertulisnya yang diterima Timor Express, Jumat (13/11).

Menurut Anam, setelah menerima informasi masyarakat, pihaknya kemudian melakukan pengecekan untuk memastikan informasi yang diperoleh. Dan memang benar, setelah dicek, ada nelayan yang menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Akibat bahan peledak yang digunakan, banyak ikan yang mati. Dengan kondisi terapung di atas permukaan air. “Bersama masyarakat, anggota kami langsung mengecek di sekitar lokasi penangkapan ikan,” kata Anam.

Setelah dipastikan, Anam mengatakan, Brigpol Marsel kemudian melaporkan ke Kapolsek Rote Barat Daya. Kanit Reskrim Polsek Rote Barat Daya, Bripka Ricky Henukh langsung mendatangi Tempat Kejadia Perkara (TKP) di Desa Oeseli.

Tepatnya di perairan Batu Heliana, kedua anggota Polisi tersebut menumpangi perahu motor nelayan untuk membuntuti pelaku pengeboman ikan. Mengetahui ada aparat yang datang, para pelaku berusaha melarikan diri. Aksi kejar-kejaran pun tak terelakan lagi. “Terduga pelaku berusaha kabur dari kejaran polisi dengan arah ke Pulau Landu,” ungkap Anam.

Namun, aksi pelarian tersebut berakhir setelah Polisi yang dibantu warga akhirnya mengamankan nelayan yang diduga menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Nelayan yang diamankan masing-masing, Jacob Boak alias Dakon, 50, dan Anias Ressie, 34, yang sama-sama warga Desa Dolasi. Sementara Darma Nalle, 30, tercatat sebagai warga Desa Fuafuni.

Dari penangkapan itu terungkap bahwa bahan peledak yang digunakan dibuat sendiri oleh Jacob Boak. Bahan-bahan peledak tersebut di simpan di kediamanya, Dusun Deranitan.

Beberapa anggota Satreskrim Polres Rote Ndao langsung menggeledah rumah Jacob Boak dipimpin langsung Kasat Pol. Air, IPTU Yosef Suyitno, Soloilur. Barang bukti, berupa bahan baku langsung diamankan, sekira pukul 17.30 Wita.

Bahan-bahan tersebut berupa 9 botol kaca bekas, 15 kaleng alumunium bekas, 3 bungkus plastik pupuk calcium ammonium nitrat. Terdapat tumpukan bungkus korek api bekas, beserta tumpukan lidi korek api, 1 lembar terpal warna hitam dan 1 gulungan benang/sumbu.

Atas perbuatan tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 84 ayat (1) Jo pasal 8 ayat (1) UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah di ubah dan ditambah dengan UU No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Ancaman hukuman adalah enam tahun penjara.

“Saat ini pelaku beserta semua barang bukti sudah diamankan di Mako Polres Rote Ndao, untuk pemeriksaan lanjutan,” pungkas Anam. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top