Tim Gabungan Evakuasi Wisatawan Melalui Udara di Mabar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tim Gabungan Evakuasi Wisatawan Melalui Udara di Mabar


SIMULASI. Dua unit helikopter Basarnas tampak berada di atas perairan Manggarai Barat dalam simulasi Protokol Kesehatan, Keamanan, dan Keselamatan Daerah Pariwisata Super Prioritas di Labuan Bajo, Kamis (12/11). (FOTO: HANS BATAONA/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Tim Gabungan Evakuasi Wisatawan Melalui Udara di Mabar


LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak lima unit helikopter dikerahkan dalam upaya menyelamatkan dan mengevakuasi wisatawan yang terombang-ambing di laut setelah kapal yang membawa mereka untuk menikmati obyek wisata diketahui terbakar di tengah laut, di perairan Kabupaten Manggarai Barat.

Tim gabungan yang dipimpin Basarnas segera melakukan koordinasi dengan instansi lainnya dan bergerak cepat melalui udara melakukan evakuasi. Selang beberapa menit kemudian lima unit speedboat pun bergerak menuju titik kecelakaan dan mengevakuasi setelah memastikan titik kejadian peristiwa.

Beberapa wisatawan lain yang belum sempat diangkut melalui helikopter kemudian dievakuasi ke dalam speedboat lalu dibawa ke pelabuhan dan langsung dipindahkan ke mobil ambulance dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan.

Setelah menyisir lokasi dan memastikan semua penumpang atau wisatawan telah dievakuasi, tim kemudian mengibaskan bendera putih yang menandai bahwa tidak ada lagi wisatawan yang menjadi korban naas itu yang berada di sekitar lokasi.

Aksi ini merupakan kegiatan Simulasi Protokol Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan di Daerah Pariwisata Super Prioritas yang dilangsungkan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (12/11).

Simulasi Protokol Kesehatan, Keamanan, dan Keselamatan di Labuan Bajo ini menjadi pilot project untuk nantinya dapat diterapkan diberbagai destinasi pariwisata di Indonesia.

Kegiatan simulasi ini dihadiri dan disaksikan langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G. Plate, serta berbagai stakeholder lainnya seperti BNPB, Basarnas, juga BMKG.

Turut hadir pula Kabaharkam Polri Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, SH., MH., Kapolda NTT Irjen. Pol. Drs. Lotharia Latif, SH., M.Hum., Kakor Lantas Polri Irjen. Pol. Istiono, Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen. Pol. Drs. Verdianto I. Bitticaca. M.Hum., Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen. Pol. Drs. Wahyudi Hidayat, Dirpamovid Baharkam Polri Kombes. Pol. Suhendri, SIK., Dirpoludara Korpolairud Baharkam Polri Kombes. Pol. Drs. Mohammad Yassin, dan Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Kombes. Pol. Drs. Mohammad Yassin.

Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo dalam amanatnya yang disampaikan secara virtual, mengatakan bahwa tujuan wisatawan pergi ke destinasi wisata adalah agar dapat merasakan pengalaman menyenangkan dan tentunya dengan rasa aman tanpa rasa khawatir.

Namun, pandemi Covid-19, kata dia, membuat pariwisata tidak akan lagi sama. Keindahan alam, budaya, seni, hingga dilengkapi infrastruktur, konektivitas, tidak lagi cukup. Ke depan pariwisata harus bisa lebih menjamin wisatawan dalam hal kesehatan, keamanan, dan keselamatan.

“Kita sebaiknya melakukan re–strategy terhadap kepariwisataan, agar setelah melalui pandemi ini justru pariwisata kita menjadi lebih baik bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Presiden Jokowi.

“Agar dapat mencapai tujuan itu, ke depan strategi pariwisata kita harus lebih komprehensif dan terintegrasi,” lanjutnya.

Jokowi menjelaskan bahwa simulasi yang dilakukan ini adalah salah satu upaya pemerintah, dimana sebanyak 23 kementerian atau lembaga bersinergi demi menjamin keseriusan terhadap penanganan kesehatan, keamanan, dan keselamatan di destinasi wisata.

“Hari ini (Kamis, 12/11) di Labuan Bajo, untuk pertama kalinya, kita akan bersama-sama menyaksikan Simulasi Protokol Kesehatan, Keamanan, dan Keselamatan di Destinasi Super Prioritas. Simulasi hari ini mengangkat tentang Protokol Penanganan Covid-19 di destinasi pariwisata prioritas dan tiga skenario penting lainnya, yaitu penanganan bencana alam, penanganan serangan jantung, serta penanganan kecelakaan kapal,” ujarnya.

Protokol ini, demikian Jokowi, juga menjadi hal penting untuk mempercepat pemulihan pariwisata dan mewujudkan Quality Tourism. “Protokol ini juga nantinya akan diterapkan di destinasi super prioritas lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk seluruh tim gabungan yang telah bersinergi menyusun hingga melaksanakan rangkaian simulasi Protokol Kesehatan, Keamanan, dan Keselamatan ini.

“Penerapan protokol ini merupakan langkah awal untuk kita semua dalam mempercepat pemulihan pariwisata agar lebih lebih berkualitas, aman, dan nyaman,” tegasnya. (krf5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top