Belu Jadi Sampel Rencana Pembentukan BUMD Pariwisata NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Belu Jadi Sampel Rencana Pembentukan BUMD Pariwisata NTT


RAKOR. Penjabat Sekda Belu, Frans Manafe (kiri), Kabag Ekonomi Biro Ekonomi Setda NTT, Ernes D. Hamel, dan Dosen UKAW Kupang, Herny Contantia saat rakor pengambilan sampel rencana Pendirian BUMD Pariwisata Provinsi NTT di aula kantor Bupati Belu, Kamis (12/11). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Belu Jadi Sampel Rencana Pembentukan BUMD Pariwisata NTT


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Belu menjadi salah satu sampel untuk rencana pemembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) penyangga Pariwisata Provinsi NTT.

Sebagai langkah persiapan, digelar Rapat Koordinasi (Rakor) Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda NTT bersama Pemerintah Kabupaten Belu, yang berlangsung di aula Kantor Bupati Belu, Kamis (12/11).

Rakor tersebut guna membahas potensi penyangga pariwisata, menyusun dokumen analisis kelayakan usaha dan kajian kebutuhan rencana pembentukan BUMD Penyangga Pariwisata NTT.

Kepala Bagian Ekonomi, Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda NTT, Ernes D. Hamel meyampaikan, pendirian, pembentukan dan pembinaan BUMD ini merupakan salah satu tugas yang dilakukan Biro Ekonomi.

Menurut Ernes, tugas ini diperintahkan langsung Gubernur NTT dan akan dilakukan di beberapa kabupaten di NTT. Salah satu sampelnya yang dipilih adalah Kabupaten Belu.

Untuk itu, katanya, kehadiran tim dari provinsi bertujuan untuk sharing pendapat dengan instansi terkait di Belu yang berhubungan dengan potensi pariwisata.

“Perlu sharing apa saja yang menjadi bisnis dari BUMD. Sehingga memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah pada umumnya,” tandasnya.

Ernes menyebutkan, perubahan tahun 2020 ini, Tim Penyusun diminta agar di tahun kedua di era pemerintahan Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi, Tim penyusun sudah mampu membuat dokumen kajian kebutuhan daerah dan uji kelayakan. Dengan demikian, di tahun 2021 tim sudah masuk pada tahapan pembuatan Peraturan Daerah (Perda), lalu pada pertengahan tahun 2021 BUMD ini sudah bisa beroperasi.

Penjabat Sekda Kabupaten Belu, Frans Manafe, dalam rakor itu menyampaikan terima kasih kepada Biro Ekonomi dan Kerja Sama Setda NTT yang memilih Kabupaten Belu sebagai salah satu sampel untuk menyusun dokumen analisis kelayakan usaha dan kajian kebutuhan pendirian BUMD Pariwisata di Belu.

Frans mengharapkan agar semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait memberikan data dan informasi yang akurat untuk kelancaran penyusunan dokumen analisi kebutuhan daerah pembentukan BUMD Pariwisata NTT.

Kesempatan itu Mantan Kepala Bappeda Belu ini meminta semua pimpinan perangkat daerah untuk memberikan informasi dan data yang dibutuhkan. Tujuannya agar tim penyusun dari Provinsi bisa merumuskannya secara baik dan benar. Sebab kehadiran BUMD Penyangga Pariwisata tentunya berguna bagi perkembangan Pariwisata di Kabupaten Belu khususnya dan umumnya Provinsi NTT.

Dalam rakor itu disampaikan beberapa materi terkait pendirian BUMD Pariwisata NTT dan Instrumen Pengumpulan Data Studi Kelayakan serta Analisis Kebutuhan Daerah terhadap Pembentukan BUMD Pariwisata NTT yang disampaikan Ernes D. Hamel, dan Dosen Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), Herny Contantia, sebagai salah satu anggota pakar. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top