Dokter Ceritakan Tiga Fase Tersulit yang Dilewati Pasien Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dokter Ceritakan Tiga Fase Tersulit yang Dilewati Pasien Covid-19


ILUSTRASI. Dokter yang menangani pasien Covid-19 (FOTO: Riana Setiawan/Jawa Pos)

NASIONAL

Dokter Ceritakan Tiga Fase Tersulit yang Dilewati Pasien Covid-19


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Bukan hanya pasien yang merasakan sulitnya menghadapi kondisi ketika divonis terinfeksi Covid-19, akan tetapi dokter juga mengalami fase-fase tersulit dalam mengatasi pasien.

Dokter Emergency yang terkenal lewat media sosial, dr. Gia Pratama menceritakan bagaimana detik-detik pasien dinyatakan terinfeksi.

Menurut dr. Gia, sejak awal pandemi dirinya melalui 3 fase terus menerus selama bekerja di rumah sakit. Ketiganya adalah fase sulit yang harus dilalui dokter maupun pasien. Pertama memberitahu pasien bahwa dirinya terkena Covid-19.

’’Ada yang menangis, ada yang histeris, sampe saya kasih kabar buruk sambil terus menyemangati enggak apa-apa bisa sembuh kok,’’ katanya saat berbincang dengan tim satgas Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro, Jumat (13/11). ’’Sekarang harus ikhlas dulu positif, lalu menyembuhkan diri,’’ sambungnya.

Fase kedua saat pasien harus diisolasi. Diisolasi di RS pasien tak boleh bertemu keluarga. Tak boleh bertemu teman. ’’Sendirian dan itu menjenuhkan dan juga bikin stres. Jadi kami seperti keluarga kedua mereka. Dijenguk tiap hari, disemangati tiap hari. Terus kami pantau,’’ tegasnya.

Fase ketiga, ada 2 kemungkinan. Kemungkinan pertama pasien tersebut sembuh, terlihat tak pernah sakit atau kemungkinan meninggal. ’’Ada pasien yamg sehat mukanya cerah sekali, pamit ke kita. Aduh itu rasanya enggak usah dibayar juga enggak apa-apa. Pulang bisa ketemu keluarga karena swab sudah negatif dua kali,’’ jelasnya.

’’Lalu kemungkinan kedua yaitu meninggal dan ini beratnya luar biasa. Keluarganya enggak ada, dilakukan tanpa keluarga, telepon keluarga kalau pasien sudah enggak ada dan dimasukkan ke dalam peti, plastik suatu hal yang enggak umum di masyarakat kita. Dan kondisi yang berat ini fase yang berulang,’’ tukas dr. Gia.

Menurutnya, dia selalu menyampaikan pada pasien bahwa virus ini juga akan kalah dengan daya tahan tubuh kita sendiri. Maka pasien harus tetap semangat. ’’Biarlah bapak ibu enggak usah fokus sama penyakitnya. Biarkan dokter yang fokus sama penyakitnya. Bapak atau ibu fokus sama dirinya sendiri, jaga kesehatannya, minum airnya makanannya semua. Itu yang saya sampaikan,’’ jelasnya.

Dia menjelaskan, rumusnya adalah RI, risiko infeksi sama dengan jumlah virus dibagi imunitas tubuh. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

KABAR FLOBAMORATA

Tambah 8 Kasus Baru, Total Positif Covid-19 di NTT Capai 970 Orang

22 November 2020 - 11:06pm

KABAR FLOBAMORATA

Pemkot Larang Semua Perayaan Pesta

23 November 2020 - 11:50am

NASIONAL

Pulau Komodo Tetap ‘Dijual’, Ini Penjelasan Luhut

27 November 2020 - 11:09pm

PERISTIWA/CRIME

Tersangka Pemberi Suap Menteri KKP Calon Besan Ketua MPR

26 November 2020 - 3:35pm

ENTERTAINMENT

Tiga Penyanyi Asal NTT Terbaik di AMI Awards 2020

28 November 2020 - 7:02am

KABAR FLOBAMORATA

Satu Lagi Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Kupang

23 November 2020 - 11:59pm

KABAR FLOBAMORATA

Waspada… Covid-19 Mulai Serang Nakes

23 November 2020 - 12:20pm
To Top