DPRD Matim Dukung BLUD SPAM Olah Air Kali Wae Laku untuk Warga Borong | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

DPRD Matim Dukung BLUD SPAM Olah Air Kali Wae Laku untuk Warga Borong


Ketua DPRD Matim, Yeremias Dupa bersama tiga anggota DPRD didampingi Kepala Teknik BLUD SPAM Matim Paul Bero saat meninjau bangunan IPA di Golo Nderu, Selasa (10/11). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

DPRD Matim Dukung BLUD SPAM Olah Air Kali Wae Laku untuk Warga Borong


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Manggarai Timur (Matim) terus mendorong program optimaliasi air bersih bagi masyarakat di kabupaten itu. Pihak Badan Layanan Umum Daerah Sistem Pengelolaan Air Minum (BLUD SPAM) pun berencana akan menyedot air dari Kali Wae Laku untuk melayani masyarakat Kota Borong.

Namun untuk mengeksploitasi sumber air dari Kali Wae Laku itu, tidak gampang. Apalagi tingkat elevasi yang cukup tinggi dan letak dari sumber mata air menuju reservoir atau tempat penampungan air bersih di Golo Nderu, Desa Compang Kantar, Kecamatan Rana Mese, juga cukup jauh. Dibutuhkan sejumlah dana untuk merealisasikan upaya tersebut. Berdasarkan perhitungan BLUD SPAM Matim, dibutuhkan anggaran senilai Rp 5 miliar.

“Kalau kita sudah ada anggaran, bisa penuhi kebutuhan air minum untuk sebagian masyarakat Kota Borong,” ujar Kepala Teknik BLUD SPAM Matim, Paul Bero, saat ditemui TIMEXKUPANG.com di lokasi bangunan reservoir Golo Nderu, Selasa (10/11).

Menurut Paul, anggaran ini dibutuhkan untuk membeli mesin pompa air dengan daya dorong yang cukup besar. Mesin tersebut digerakan arus listrik PLN berdaya besar. Termasuk bangun jaringan pipa dan pemasangan gardu khusus berdaya besar. Air baku Kali Wae Laku ini, nantinya akan diolah instaliasi pengolahan air (IPA).

“Karena ini kita ambil air baku, maka diolah lagi di IPA. Setelah itu dialirkan ke reservoir untuk distribusi ke rumah masyarakat. IPA yang ada sekarang, kapasitasnya 20 liter per detik. Kalau tambah produksi dari Wae Laku nanti, maka kapasitas air masuk ke reservoir nanti bertambah,” jelas Paul.

Menurut dia, untuk penuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Kota Borong, yang jumlahnya sekira 4.600 rumah tangga, maka produksi airnya yang dibutuhkan 70 liter per detik. Dimana setidaknya kebutuhan per hari 100 liter per orang per hari. Sementara saat ini jumlah rumah tangga dari pelayanan BLUD SPAM sekira 2.000 sambungan rumah.

“Itu pun yang ada sekarang dengan kapasitas air, pembagian air masih sistem terjadwal. Target kita ke depan, penuhi kuantitas dengan memanfaatkan air baku dari kali. Setelah itu kualitas kita bangun, yakni bangun IPA,” katanya.

Ketua DPRD Matim, Yeremias Dupa, yang didampingi sejumlah anggota DPRD, Rikar Runggat, Don Djematu, dan Sipri Habur, saat meninjau bangunan reservoir dan IPA di Golo Nderu, Selasa (10/11) mengaku mendukung rencana pihak BLUD SPAM Matim. Tujuannya baik untuk menambah produksi air bagi warga dalam Kota Borong.

“Prinsipnya, untuk bisa mengatasi persoalan air dalam kota Borong dan sekitarnya, kita mendukung program yang direncanakan oleh BLUD SPAM. Apalagi rencana tahun depan mengambil air baku dari Kali Wae Laku dengan menggunakan mesin pompa listrik,” kata Yeremias Dupa diamini anggota lainnya.

Sementara Bupati Matim, Agas Andreas, meminta pihak BLUD SPAM dan Dinas PUPR untuk segera melaksanakan program optimaliasi air bersih bagi masyarakat Kota Borong dengan memanfaatkan sumber air Kali Wae Laku.
Ke depan, kata Bupati Agas, air kali yang ada dalam Kota Borong juga bisa dimanfaatkan. “Saya minta BLUD SPAM bersama PUPR, agar segera bangun pompa air itu di 2021. Kita sekarang harus manfaatkan air kali yang mengalir begitu saja ke laut. Kita manfaatkan dengan menggunakan teknologi yang ada saat ini untuk penuhi kebutuhan air di Borong dan sekitarnya,” tandas Bupati Agas.

Pembangunan air minum bersih di Matim, kata Bupati Agas, merupakan salah satu program prioritas Pemkab Matim. Tentu pelayanan air minum bagi masyarakat itu menjadi urusan wajib dasar pelayanan pemerintah.

Untuk saat ini, tegas Bupati Agas, jangan dulu berpikir untung rugi, tapi pelayanan dasar masyarakat harus terpenuhi. Sama seperti bangun infrastruktur lainnya. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top