Gegara Hal Ini, Warga Haulasi Polisikan Kabag Organisasi Setda TTU | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gegara Hal Ini, Warga Haulasi Polisikan Kabag Organisasi Setda TTU


LAPOR POLISI. Cornelia C. B. Haekase, warga Desa Haulasi, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten TTU saat membuat laporan polisi tentang kasus dugaan pnganiayaan yang dialaminya di Mapolres TTU, Minggu (15/11). (PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Gegara Hal Ini, Warga Haulasi Polisikan Kabag Organisasi Setda TTU


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Sekertariat Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Yosep Muki terpaksa harus berurusan dengan hukum lantaran diduga melakukan tindakan penganiayaan terhadap seorang warga yang terjadi Sabtu (14/11) malam.

Kasus penganiyaan yang terjadi di rumah pribadi Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes yang terletak di Km 5 jurusan Atambua, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu tersebut dialami korban bernama Cornelia C. B. Haekase, warga Desa Haulasi, Kecamatan Miomaffo Barat.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun Timor Express, Minggu (15/11) menyebutkan, kasus penganiayaan tersebut bermula saat korban bertandang ke rumah pribadi Raymundus Sau Fernandes untuk menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh korban terhadap Kristiana Muki, istri Bupati TTU, melalui media sosial facebook.

Dalam komentar pada sebuah postingan di facebook itu korban diduga mengeluarkan kata makian terhadap istri Kristiana Muki dan telah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk diproses hukum.

Bupati Raymundus meminta kepada korban untuk menyampaikan permohonan maaf melalui postingan di facebook dan telah dilakukan oleh korban. Selain itu, Bupati TTU juga meminta korban untuk menemui dirinya bersama istri di kediamannya seusai kegiatan debat publik kedua.

Atas permintaan itu, Korban didampingi keluarga mendatangi rumah pribadi Raymundus di Kelurahan Tubuhue. Sesampainya di kediaman Raymundus, korban bersama keluarga langsung menemui Bupati TTU dan istrinya.

Pertemuan secara kekeluargaan tersebut berlangsung tegang lantaran Raymundus Sau Fernandes sempat mengeluarkan ancaman kepada korban.

“Untung kau perempuan, kalau kau laki-laki, sudah saya bunuh kau,” ungkap Hironima Haekase, adik dari korban menirukan ancaman Bupati Raymundus ketika ditemui Timor Express di Mapolres TTU, Minggu (15/11).

Dalam pertemuan itu, lanjut Hironima, setelah tiba di kediaman Raymundus, korban bersama keluarga tidak bisa bicara apa-apa, pasrah dan diam mendengar sindiran dan cemoohan, olok-olokkan puluhan tim sukses yang berada di dalam ruang tamu dan yang menunggu di teras depan rumah.

“Kami tidak bisa menjelaskan apa-apa, baru mau menjelaskan duduk permasalahan yang rencananya akan diurus damai secara kekeluargaan tapi diserang dengan teriakan dari para tim sukses. Kami pikir kami sudah salah, sudah ke sana minta maaf ternyata kami datang ke sana hanya untuk dapat penghinaan dan kekerasan fisik dari pihak Pak Ray sebagai tuan rumah,” tuturnya.

Hironima bercerita, pertemuan secara kekeluargaan tersebut pun tidak berjalan dengan baik karena saat itu Kristiana Muki meninggalkan korban bersama keluarga guna memenuhi jadwal kampanye di salah satu titik di dalam Kota Kefamenanu.

Seketika itu, masuklah Yosep Muki, saudara dari Kristiana Muki bersama beberapa tim sukses paket SEHATI dan langsung mencekik korban tanpa banyak bertanya dan berkata. Bahkan korban berteriak meminta pertolongan pun tidak digubris.

Akibat kejadian itu, korban bersama keluarga akhirnya memutuskan untuk pulang. Kesepakatan damai secara kekeluargaan pun tidak terlaksana. Bawaan dari korban bersama keluarga seperti kain adat, sirih pinang sebagai ungkapan permohonan maaf batal diserahkan.

“Saat kami mau pulang Pak Ray sendiri menawarkan untuk mengantar kami pulang dan dia masih sempat berpesan agar kami semua tidak keluar rumah sambil menunggu pertemuan berikut untuk mengurus masalah tersebut. Saat pulang, Pak Ray mengendarai satu mobil dan kami mengikutinya dari belakang dengan menggunakan mobil lain. Setelah kami tiba di rumah, Pak Ray pun langsung pulang,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam ketika dikonfirmasi Timor Ekspres, Senin (16/11) membenarkan adanya laporan polisi terkait Kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh seorang Pejabat di Kabupaten TTU.

Dikatakan, laporan polisi bernomor STPL/369/XI/2020/NTT/RES TTU tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap korban dan para saksi yang melihat langsung kejadian di TKP.

Selain itu, Korban juga telah dilakukan visum at repertum oleh dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu sebagai salah satu alat bukti pendukung yang menerangkan korban dicekik.

“Kita sudah terima Laporan Polisi dan segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan korban, saksi dan visum. Kita sudah jadwalkan untuk periksa terlapor,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi (Kabag Organisasi) Setda TTU, Yosep Muki yang hendak dikonfirmasi Timor Express di kantornya, Senin (16/11) pagi sekira pukul 09.00 Wita belum berhasil ditemui karena saat itu belum tiba di kantor. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top