Usai Kunker Mendikbud, Rote Ndao Langsung KBM Tatap Muka | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Usai Kunker Mendikbud, Rote Ndao Langsung KBM Tatap Muka


MOTIVASI. Mendikbud Nadiem Makarim (kiri, jongkok) dengan gaya khasnya berswafoto dengan siswa SD Negeri Ndau saat melakukan kunker selama dua hari di Kabupaten Rote Ndao, Rabu (11/11). Tampak Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu (kiri, belakang Mendikbud). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PENDIDIKAN

Usai Kunker Mendikbud, Rote Ndao Langsung KBM Tatap Muka


Patuhi Protokol Kesehatan, Tiap Rombel Hanya 18 Siswa

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Sistem pembelajaran secara online atau belajar dari rumah (BDR) yang diberlakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao segera berakhir. Terhitung Rabu (18/11) anak sekolah pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) bakal melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka.

Hal ini diberlakukan karena Rote Ndao hingga saat ini tidak termasuk zona berbahaya terhadap penularan Covid-19. Namun demikian, dalam pelaksanaanya pun tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan sekolah.

Selain itu, durasi pembelajaran juga belum seperti biasanya. Dengan waktu belajar setiap mata pelajaran ditetapkan selama 45 menit. Sehingga pukul 12.00 siswa sudah harus dipulangkan.

Dalam seminggu, hanya tiga kali dilakukan KBM tatap muka tersebut. Dengan jumlah rombongan belajar (Rombel) setiap kelas tidak lebih dari 18 siswa.

“Hari Rabu (18/11), PAUD, TK, SD, dan SMP sudah lakukan pembelajaran tatap muka,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao, Yoseph Pandie, S.Pd, saat dikonfirmasi Timor Express, Senin (16/11).

Yoseph mengatakan, pemberlakuan belajar secara tatap muka di sekolah dilakukan tidak secara serentak (sistem silang). Yakni, saat ini akan dimulai pada hari Rabu (18/11) sehingga hanya siswa kelas 3 dan 4 SD serta kelas 2 SMP yang boleh bersekolah.

BACA JUGA: Mendikbud Sebut Rote Ndao ‘Telat’ Sekolah Dua Bulan

BACA JUGA: Nadiem Beri Pernyataan Soal Pembukaan Sekolah di Zona Kuning

Untuk hari Sabtu (21/11) giliran siswa kelas 5 dan 6 SD serta kelas 3 SMP. Sedangkan siswa kelas 1,2 SD, dan kelas 1 SMP, masuk pada hari Senin (23/11).

“Diberlakukan secara silang, sehingga tidak semua tingkatan kelas pada satuan pendidikan masuk secara bersamaan. Yang akhirnya menimbulkan kerumunan,” kata Yoseph.

Terhadap jumlah Rombel yang melebihi 18 siswa, Yoseph menegaskan wajib dibagi menjadi beberapa Rombel sesuai jumlah maksimal yang ditetapkan. Karena setiap pelaksanaan pembelajaran tatap muka, akan terus diawasi untuk dievaluasi. “Tidak bisa lebih. Harus 18 siswa setiap Rombel. Kalau lebih harus dibagi,” tegas Yoseph.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka memang sudah diharapkan oleh seluruh orang tua murid. Sehingga tidak lagi membebani para orang tua yang paling banyak beraktifitas di luar rumah.

Untuk diketehui, pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka, sudah mengantongi izin dari para orang tua murid. Dari izin itulah diterbitkan Keputusan Bupati Rote Ndao Nomor: 399/KEP/HK/2020. Tentang pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan Anak Usia Dini, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama, pada masa tatanan normal baru tahun pelajaran 2020/2021.

Sebagaimana diketahui, pekan lalu saat kunjungan kerja (Kunker) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Anwar Makarim ke Rote Ndao, ia mendapati wilayah tersebut sudah tidak masuk kategori zona berbahaya penyebaran Covid-19. Karena itu sesuai ketentuan nasional, wilayah yang masuk zona hijau hingga kuning diizinkan melakukan KBM tatap muka dengan ketentuan harus mendapat izin orang tua. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top