Hari Pertama Sekolah di Rote, Tingkat Kehadiran Siswa Belum Maksimal | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hari Pertama Sekolah di Rote, Tingkat Kehadiran Siswa Belum Maksimal


TATAP MUKA. Wali Kelas III-D SD Inpres Mokdale, Sarlyn Boik menyampaikan pelajaran terhadap siswanya di hari pertama KBM tatap muka di sekolah, Rabu (18/11). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PENDIDIKAN

Hari Pertama Sekolah di Rote, Tingkat Kehadiran Siswa Belum Maksimal


Di SD Inpres Mokdale

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Pembelajaran secara tatap muka akhirnya dimulai hari ini, Rabu (18/11). Khusus di SD Inpres Mokdale, belum semua siswa hadir dihari pertama bersekolah. Meski demikian, jika dipersentasikan tingkat kehadiran setelah penghentian sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mencapai 80 persen.

Sebab, tidak semua siswa mengetahui informasi tentang dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah. Yang paling banyak disebar melalui media sosial berupa WhatsApp grup.

“Belum semua siswa yang masuk hari ini. Karena yang masuk berarti punya handphone android,” kata Feny Riani Frederika Balukh, guru senior yang juga ditunjuk sebagai Plt. Kepala Dasar Inpres Mokdale, ketika dikonfirmasi Timor Express, pagi tadi (18/11).

Walau demikian, Feny memastikan tingkat kehadiran siswa akan membaik pada pembelajaran selanjutnya. Dengan mengirimkan pesan kepada guru atau teman siswa yang tinggal berdekatan.

Terhadap teknis pembelajaran di masa new normal, Feny mengatakan, di SD Inpres Mokdale tetap memberlakukan protokol kesehatan. Semua siswa yang hadir dipastikan mengenakan masker sebelum masuk kelas.

Di dalam ruang kelas, tempat duduk siswa direkayasa sesuai jarak yang ditentukan. Sehingga beberapa kursi dan meja untuk sementara tidak digunakan. “Hari ini hanya siswa kelas III dan IV yang bersekolah. Dengan dua sesi pembelajaran,” kata Feny.

Diberlakukan beberapa sesi pembelajaran karena jumlah siswa setiap kelas melebihi 18 siswa. Namun demikian, setiap sesi tetap dilakukan dengan pembelajaran yang sama.

Yakni sesi pertama dimulai pada 07.30 dan berakhir pada pukul 09.30. Dan dilanjutkan sesi berikutnya yang berakhir sebelum pukul 12.00.

“Karna jumlah dibatasi sehingga harus dibagi menjadi beberapa rombongan belajar dengan pembelajaran yang sama,” ujar Feny.

Untuk diketahui, siswa di SD Inpres Mokdale berjumlah 518 siswa. Yang terbagi dalam 19 rombongan belajar (rombel). Namun dalam pelaksanaan pembelajaran di masa new normal, sekaligus menerapkan protokol kesehatan (Covid-19) di lingkungan sekolah, rombel-rombel tersebut akhirnya dibagi lagi menjadi beberapa rombel. Yang secara keseluruhan berjumlah 38 rombel.

Yakni, kelas 1 dan 2 masing-masing 6 rombel dari 3 rombel normal. Sedangkan Kelas 3 memiliki delapan dari 4 rombel. Dan 18 rombel untuk kelas 4 hingga kelas 6 yang masing-masing kelas memiliki 3 rombel. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top