Kejati NTT Sita 30 Ha Tanah di Mabar, Yulianto: Selamatkan Aset Negara | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kejati NTT Sita 30 Ha Tanah di Mabar, Yulianto: Selamatkan Aset Negara


PENJELASAN. Kajati NTT, Yulianto (tengah) didampingi pejabat Kejati saat memberikan penjelasan dalam perkembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi terhadap aset tanah di Mabar bertempat di Kantor Kejati NTT, Rabu (18/11). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Kejati NTT Sita 30 Ha Tanah di Mabar, Yulianto: Selamatkan Aset Negara


Kajati Minta yang Terima Uang Pelicin Supaya Kembalikan

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Tindak lanjut terhadap pengembangan kasus dugaan korupsi pengelolaan aset tanah di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang ditangani Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT dilakukan dengan menyita tanah seluas 30 hektare (Ha).

“Kita sudah sita objek tanah dengan luas sekitar 30 hektare,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr. Yulianto, SH, MH, kepada media ini di Kantor Kejati NTT, Rabu (18/11).

Yulianto menyebutkan, proses penyitaan terhadap objek tanah itu tim Kejati didampingi petugas Badan Pertahanan Nasional (BPN) NTT yang tahun 1997 lalu turun langsung ke lapangan menyaksikan dan mengukur kegiatan penyerahan tanah dari pemegang hak ulayat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar saat itu. Selain itu, kata Yulianto, tim penyidik Kejati NTT juga telah melakukan penggeledahan-penggeladahan di sejumlah rumah para saksi.

“Tim penyidik juga sudah menyita uang sebesar Rp 140 juta. Uang ini adalah uang pelicin untuk terbitnya beberapa sertifikat menjadi hak milik terhadap tanah aset Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat,” jelasnya.

Menurut Kajati, beberapa oknum pejabat di instansi negara menggunakan beberapa honorer untuk meminta uang pelicin. “Ini adalah sebagian saja yang masih tersisa. Kami indikasikan kerugian negara mencapai Rp 3 triliun,” katanya.

Perkembangan pemilik hak atas tanah yang sudah bersertifikat sebagian telah menyerahkan bahkan melepaskan hak atas tanah itu kepada tim penyidik dan akan diserahkan kembali ke Pemkab Mabar.

BACA JUGA: Jaksa Sita HP Bupati Mabar dan Bawa 182 Dokumen Barang Bukti

“Hingga hari ini (18/11), tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 60 orang saksi. Besok Kamis (19/11) dijadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Manggarai Barat. Pemeriksaan ini akan berkembang kepada siapapun yang diduga bertanggungjawab terhadap indikasi kerugian negara yang mencapai Rp 3 triliun,” tegasnya.

Yulianto menyebutkan, terdapat uang miliaran yang masih tersebar pada oknum-oknum yang kini dalam tahap penyilidikan oleh tim penyidik.

“Kami harapkan orang-orang yang terima uang ini dengan sukarela menyerahkan kepada penyidik, karena prinsipnya kami juga sudah tahu,” tandasnya.

Orang nomor satu di Kejati NTT menegaskan bahwa titik poin krusialnya adalah bagaimana menyelematkan aset negara. Bukan terhadap jumlah perkara atau jumlah tersangka, tetapi aset negara harus selamatkan. Dan Kejati NTT telah membuktikan telah menyelamatkan aset negara dengan melakukan penyitaan tanah seluas 30 hektare.

“Saya ingin rakyat Manggarai Barat menjadi tuan rumah diaatas pembangunan yang sudah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai kawasan destinasi pariwisata super premium. Saya ingin masyarakat saya bukan hanya sebagai penonton tetapi sebagai pemilik dan pengguna manfaat,” tegasnya. (mg22)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

KABAR FLOBAMORATA

Tambah 8 Kasus Baru, Total Positif Covid-19 di NTT Capai 970 Orang

22 November 2020 - 11:06pm

KABAR FLOBAMORATA

Pemkot Larang Semua Perayaan Pesta

23 November 2020 - 11:50am

NASIONAL

Pulau Komodo Tetap ‘Dijual’, Ini Penjelasan Luhut

27 November 2020 - 11:09pm

PERISTIWA/CRIME

Tersangka Pemberi Suap Menteri KKP Calon Besan Ketua MPR

26 November 2020 - 3:35pm

ENTERTAINMENT

Tiga Penyanyi Asal NTT Terbaik di AMI Awards 2020

28 November 2020 - 7:02am

KABAR FLOBAMORATA

Satu Lagi Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Kupang

23 November 2020 - 11:59pm

KABAR FLOBAMORATA

Waspada… Covid-19 Mulai Serang Nakes

23 November 2020 - 12:20pm
To Top