Bupati Mabar Mengaku Capek | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Mabar Mengaku Capek


BUPATI DIPERIKSA. Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula tampak menjalani pemeriksaan di Kejari Manggarai Barat, Kamis (19/11). Foto kanan, Bupati Gusti menaiki anak tangga menuju ruang pemeriksaan.(IST)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Mabar Mengaku Capek


Diperiksa 11 Jam Soal Lahan 30 Hektar

LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.com – Penyidik Kejati NTT dan Kejari Manggarai Barat menepati janjinya melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dula, Kamis (19/11). Bupati Gusti -demikian sapaannya- diperiksa sekitar 11 jam. Ketika ditanya wartawan usai pemeriksaan dirinya hanya menjawab capek.

Bupati Gusti diperiksa dalam lanjutan penyelidikan kasus dugaan korupsi kepemilikan lahan seluas 30 hektar di Keranga Toro Lema Batu Kalo, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo. Tanah milik Pemerintah Daerah Manggara Barat itu ternyata sudah dimiliki beberapa orang. Bahkan ada yang sudah bersertifikat hak milik.

Sebelumnya, penyidik menggeledah rumah saksi milik H. Adam Djuje dan menyita lokasi tanah Keranga Toro Lema Batu Kalo seluas 30 hektar itu.

Seperti disaksikan Timor Express, Kamis (19/11) di Kantor Kejari Manggarai Barat, Bupati Gusti diperiksa penyidik mulai sekitar pukul 10.00 wita dan berakhir pukul 20.52 wita. Atau sekitar 11 jam.

Sejumlah wartawan yang menunggu sejak siang harus kecewa karena tidak mendapat sedikit pun komentar atau keterangan dari Bupati Mabar dua periode itu.

Usai diperiksa, Bupati Gusti tampak menuruni anak tangga menuju lantai 1. Sudah menunggu awak media dan menyodorkan pertanyaan terkait pemeriksaan terhadap dirinya. Namun, Bupati Gusti hanya menjawab capek. Terus ditanya pun Bupati Gusti yang kemarin mengenakan setelah baju dan celana coklat itu tidak memberikan jawaban. Terus menuju ke mobil Toyota Fortuner hitam yang sudah menunggunya.

Turut diperiksa sejumlah saksi lainnya, pelaku pariwisata, Mateus Siagian dan Veronika Sukur. Keduanya pun tidak memberikan keterangan pers.

Ketua Tim Penyidik Kejati NTT, Roy Riyadi dan penyidik Yoni E. Mallaka kepada koran ini usai pemeriksaan mengaku tidak ingin menjawab soal materi pemeriksaan terhadap Bupati Mabar Agustinus Ch. Dula. Roy mengatakan, pihanya akan melanjutkan pemeriksaan terhadap para saksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi NTT dan Kejari Manggarai Barat melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi, dan melakukan penggeledehan di beberapa kantor antara lain Kantor Bupati Manggarai Barat, Kantor BPN NTT dan Kantor BPN Manggarai Barat hingga kantor lurah dan Camat Komodo.

Proses penyelidikan itu untuk membuktikan dugaan kerugian negara akibat pengalihan lahan milik Pemda Manggarai Barat seluas 30 hektar menjadi hak milik perorangan. Taksasi kerugian negara sekitar Rp 3 triliun.

Penyidik juga telah menyita uang tunai Rp 140 juta. Uang itu diduga sebagai pelicin untuk terbitnya beberapa sertifikat menjadi hak milik terhadap tanah aset Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat itu.

Saat memberikan keterangan pers, Kajati NTT Dr. Yulianto mengatakan, uang itu sengaja diberikan oleh beberapa oknum pejabat di instansi negara menggunakan beberapa honorer untuk menyimpan uang pelicin tersebut.

“Ini adalah sebagian saja yang masih tersisa. Kami indikasikan kerugian negara mencapai Rp 3 triliun,” katanya.

Sementara, uang miliaran rupiah, kata Yulianto, diduga masih tersebar pada oknum-oknum yang masih dalam tahap penyelidikan.

“Kami harapkan orang-orang yang terima uang ini dengan sukarela menyerahkan kepada penyidik, karena prinsipnya kami juga sudah tahu,” tandasnya.

Orang nomor satu di Kejati NTT menegaskan bahwa titik krusialnya adalah bagaimana menyelamatkan aset negara. Bukan terhadap jumlah perkara atau jumlah tersangka, tetapi aset negara harus selamatkan. Kejati NTT telah telah melakukan dengan penyitaan tanah seluas 30 hektare.

“Saya ingin rakyat Manggarai Barat menjadi tuan rumah di atas pembangunan yang sudah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai kawasan destinasi pariwisata super premium. Saya ingin masyarakat saya bukan hanya sebagai penonton tetapi sebagai pemilik dan pengguna manfaat,” pungkasnya. (krf5/ito)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top