HUT Ke-13 Matim, Bupati Agas Beber Capaian Pembangunan, Ini Hasilnya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

HUT Ke-13 Matim, Bupati Agas Beber Capaian Pembangunan, Ini Hasilnya


TERUS MEMBANGUN. Bupati Matim, Agas Andreas di atas sebuah alat berat yang tengah mengerjakan salah satu proyek pembangunan di kabupaten itu beberapa waktu lalu. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PEMERINTAHAN

HUT Ke-13 Matim, Bupati Agas Beber Capaian Pembangunan, Ini Hasilnya


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Senin, 23 November 2020 besok, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) memasuki usianya yang ke-13 tahun. Meski baru beranjak remaja, daerah ini terus berkembang. Pemerintah terus berusaha membenahi wajah salah satu daerah otonom baru yang mekar dari Kabupaten Manggarai itu pada 23 November 2007 silam.

Ketika awal mekar, daerah otonom baru ini dipimpin Frans Paju Leok, sebagai Penjabat Bupati. Setahun kemudian, tepatnya 2008, daerah ini memiliki kepala daerah definitif melalui pemilihan langsung, dimana rakyat Matim mempercayakan pasangan Yoseph Tote dan Agas Andreas sebagai Bupati-Wakil Bupati terpilih. Pasangan ini memimpin selama dua periode, yakni pada 2008-2013 dan 2014-2019.

Yosef dan Agas boleh dikata sebagai pionir yang telah meletakan fondasi bagi pembangunan daerah dan masyarakat Matim. Tepat 14 Februari 2019, Agas Andreas, dipercayakan lagi oleh masyarakat menjadi Bupati Matim. Berpasangan dengan Jaghur Stefanus, sebagai Wakil Bupati, keduanya dipilih melalui proses Pilkada dengan akronim politik paket ASET.

“Matim saat ini adalah Matim yang kita bangun bersama. Kita harus bangga mengakuinya bahwa Matim saat ini adalah Matim yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Bupati Matim, Agas Adreas dalam konfrensi pers di Borong, Minggu (22/11).

Bapati Agas memastikan bahwa, selama 13 tahun terlibat langsung dalam proses pembangunan, daerah ini cepat mengalami kemajuan. Ada perubahan di Matim. Sehingga semua pihak patut memberikan apresiasi atas capaian-capaian itu. Bahkan sekecil apa pun capaian itu, tentu merupakan hasil karya bersama. Baik yang dilakukan secara institusional, maupun secara individual. Baik dilakukan secara terintegrasi dan terorganiasi, maupun secara sporadis.

Menurut Bupati Agas, perlu disadari bersama bahwa mewujudkan visi Matim yang SEBER, yakni Sejahtera, Berbudaya dan Berdaya, membutuhkan komitmen dan daya juang bersama segenap pemangku kepentingan pembangunan. Prinsipnya, bangun Matim, merupakan tanggung jawab bersama. Bukan tanggung jawab pemerintah saja.

“Saat ini kita boleh terhimpit dalam krisis karena pandemi Covid-19, tapi arah pandangan kita harus tetap jauh ke depan. Sambil memfokuskan segenap daya upaya memwujudkan tahap demi tahap Matim yang SEBER,” kata Bupati Agas.

Diakatakanya, tidak bisa dipungkiri, sejak Kabupaten Matim berdiri, geliat pembangunan terus berjalan. Bahkan kata Bupati Agas, Matim itu  sebagai kabupaten baru yang perkembanganya termasuk cepat. Tentu kata dia, ada masih banyak pula pekerjaan yang akan terus dilaksanakan untuk membangun Kabupaten Matim yang SEBER.

Ada pun capaian pembangunan sebagai hasil upaya bersama dalam memwujudkan Matim SEBER, seperti di bidang infrastruktur jalan. Total panjang ruas jalan di kabupaten Matim mencapai 1.484,24 Km. Dari panjang itu, 1.281,29 Km adalah jalan kabupaten. Sisanya merupakan jalan nasional dan provinsi.

Hingga tahun 2019, jalan kabupaten di Matim berkondisi baik 471,23 Km. Meningkat 54,27 Km dari 416,86 Km pada tahun 2018. Kondisi rusak ringan mencapai 655,58 Km, naik dari 6,50 Km pada tahun 2018. Sedangkan kondisi rusak berat 154,58 Km, menurun dari 740,44 Km pada tahun 2018.

Bupati Agas melanjutkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matim terus berupaya meningkatkan kondisi jalan kabupaten yang tahun ini mengalami hambatan akibat pandemi covid-19. Ada sejumlah ruas jalan yang rencananya ditingkatkan pada tahun 2020, terpaksa ditunda pembangunanya. Tersisa yang diintervensi tahun 2020 mencapai 43,178 Km.

“Namun target kita tetap konsisten, yakni pada akhir periode RPJMD tahun 2019-2024, semua ruas jalan kabupaten bisa diintervensi,” kata Bupati Agas.

Di bidang kelistrikan, kata Bupati Agas, sampai tahun 2019, rasio elektrifikasi di kabupaten ini mencapai 47,99 persen. Capaian itu meningkat 22,39 persen dari 25,60 persen pada tahun 2018. Dari 56.247 rumah tangga (RT) di Matim, masih terdapat 26.993 RT yang belum tersambung listrik.

Pemerintah, kata Bupati Agas, terus berkomitmen membangun kerja sama dengan PLN mengupayakan secara bertahap, supaya semua RT di Matim dapat mengakses energi listrik. Pada bidang pelayanan air minun bersih dan sanitasi, tentu menjadi salah satu fokus pembangunan di bawah kepemimpinan dirinya bersama Wabup Jaghur Stefanus.

Bupati Agas menyebutkan, hingga tahun 2019, jumlah RT yang mengakses air bersih sudah mencapai 16.405 RT. Jumlah ini mengalami peningkatan yang cukup bagus dari sebelumnya. Termasuk penyediaan MCK dan instalasi air limbah, terus bertambah. Bidang kesehatan, dari 9 kecamatan di Matim telah dibangun 29 unit Puskesmas.

Dari jumlah Puskesmas tersebut, sebanyak 17 Puskesmas sudah terakreditasi. Juga telah dibangun 11 unit Polindes dan 42 Pustu. Bahkan pada tahun 2020, Kabupaten Matim telah memiliki rumah sakit umum daerah (RSUD) dengan hadirnya RSUD Borong yang sudah diresmikan dan digunakan untuk melayani masyarakat.

Sementara capaian pembangunan di bidang ekonomi, menurut Bupati Agas, pada 2019 pertumbuhan ekonomi di Matim mencapai 5,04 persen. Naik dari 5,03 persen tahun 2018. Perkembangan tingkat inflasi di Matim, cendrung fluktuatif.

“Tahun 2019 tingkat inflasi sebesar 2,45 persen, naik dari 1,8 persen pada tahun 2018. Sampai akhir periode RPJMD tahun 2019-2021, target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Matim sebesar 9,92 persen dan laju inflasi berkisar antara 2 persen. Capaian target inu mudah-mudahan tidak terkoreksi tajam karena pandemi Covid-19,” harapnya.

Dalam bidang tata kelola keuangan, demikian Bupati Agas, Pemkab Matim dinilai sangat serius mematuhi regulasi dalam pengelolaan keuangan daerah oleh lembaga yang berwenang. Bukan atas dasar asumsi. Itu dibuktikan dengan keberhasilan Pemkab Matim meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK dua tahun berturut-turut.

“Laporan keuangan kita tahun 2018 dan 2019 dilaksanakan dengan baik, yakni transparan dan akuntabel. Sehingga dapat predikat WTP. Ini meningkat dari predikat wajar dengan pengecualian (WDP) tahun 2014-2017. Sebagai apresiasi atas predikat itu, Matim dapat dana insentif dari pemerintah pusat sebesar Rp 8,6 miliar,” beber Bupati Agas.

Agas melanjutkan, pemerintah tentu terus berusaha untuk memperbaiki sektor pelayanan publik dan melakukan reformasi birokrasi demi pelayanan yang lebih baik dan berkualitas bagi masyarakat. Tentu, katanya, capaian pembangunan pada bidang lain juga mengalami peningkatan.

“Semua geliat pembangunan yang ada, patut disyukuri dan tidak terlepas dari kerja sama kita semua. Baik masyarakat, DPRD, perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga pendidikan dan kesehatan, wartawan, dan semua pemangku kepentingan lainya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, menandai hari jadi ke-13 tahun Kabupaten Matim, Pemkab Matim akan menggelar apel di halaman kantor bupati di Lehong, Senin (23/11). Usai apel langsung menggelar pentas budaya tarian caci, sajian kuliner khas Matim, pameran seni rupa dan fotografi, juga aksi barista kopi edelweiss. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

Populer

To Top