Lima Pasien Covid-19 di TTU Sembuh, Satu Masih Dirawat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lima Pasien Covid-19 di TTU Sembuh, Satu Masih Dirawat


STERILISASI. Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 TTU melakukan penyemprotan disinfektan di Kantor BPN TTU. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Lima Pasien Covid-19 di TTU Sembuh, Satu Masih Dirawat


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Utara (TTU) terus memperketat pintu masuk batas wilayah khususnya di pintu batas antara Kabupaten TTU dengan TTS, tepatnya di Desa Oeperigi, Kecamatan Noemuti. Pengetatan ini guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 melalui pelaku perjalanan.

Pemkab TTU sejak awal pandemi ini melanda Indonesia, telah membentuk posko penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menyiagakan petugas medis juga dokter. Mereka bertugas mencatat dan melakukan pemeriksaan awal terhadap setiap pelaku perjalanan yang memasuki wilayah TTU.

Sesuai data yang dihimpun Timor Express dari Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 TTU, Minggu (22/11), tercatat kasus positif Covid-19 di wilayah berjumlah enam kasus. Dari jumlah tersebut, lima pasien telah dinyatakan sembuh sedangkan satu diantaranya masih di rawat di Rusunawa BTN, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 TTU, Kristoforus Ukat kepada Timor Express, Minggu (22/11) mengatakan, Pemkab TTU terus bekerja maksimal melakukan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 di wilayah itu.

Adapun upaya yang dilakukan pemerintah daerah adalah memperketat penjagaan di pintu batas, tepatnya di Pos Oeperigi, Desa Oeperigi, Kecamatan Noemuti.

“Pemerintah daerah memperketat penjagaan di pintu batas. Setiap pelaku perjalanan yang memasuki wilayah TTU wajib diperiksa secara detail,” ungkap Kristoforus.

Kristoforus menambahkan, setiap pelaku perjalanan, khususnya yang datang dari daerah zona merah wajib membawa dan menunjukkan hasil rapid test dari fasilitas kesehatan resmi kepada petugas kesehatan di Posko Oeperigi.

Sementara bagi pelaku perjalanan yang tidak membawa hasil rapid test, kata Kristoforus, wajib dikarantina selama tujuh hari di Rusunawa BTN, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan. Apabila hasilnya negatif akan dikembalikan kepada keluarga. “Tapi apabila hasilnya reaktif maka waktu karantinanya akan ditambah guna menjalani pengambilan sampel swab,” ungkap Kristoforus.

Menurut Kristoforus, saat ini TTU termasuk daerah zona kuning positif Covid-19 karena masih ada pasien yang terkonfirmasi positif korona. Tim Gugus Tugas Covid-19 pun telah mengambil sampel swab dan telah mengirim ke Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang untuk diperiksa.

Dikatakan, apabila hasil swab dari pasien pelaku perjalanan asal Bali tersebut negatif maka akan segera dikembalikan kepada keluarga dan TTU kembali mendapatkan status zona hijau Covid-19. Namun apabila hasilnya positif Covid-19 maka akan dilakukan uji sampel swab kedua.

Kristoforus berharap seluruh masyarakat di TTU agar dapat menaati protokol kesehatan (Prokes) supaya dapat memutus mata rantai penyebaran virus yang berasal dari Provinsi Wuhan, Tiongkok tersebut.

Selain itu, lanjut Kristoforus, masyarakat TTU harus berani melaporkan kepada Tim Gugus Tugas apabila di sekitar wilayah tempat tinggalnya terdapat pelaku perjalanan yang lolos dari pantauan tim untuk segera diamankan.

“Selalu memakai masker kalau berpergian keluar rumah, mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak dalam melakukan aktivitasnya,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top