Jadi Saksi, Yanuar Dalli Akui Terima Tanah dari Terdakwa Jonas Salean | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jadi Saksi, Yanuar Dalli Akui Terima Tanah dari Terdakwa Jonas Salean


PEMERIKSAAN SAKSI. Saksi Yanuar Dalli (kanan) memberi kesaksian dalam sidang lanjutan dugaan korupsi bagi-bagi tanah Pemkot Kupang untuk terdakwa Jonas Salean selaku mantan Wali Kota Kupang di Pengadilan Tipikor Kupang, Senin (23/11). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Jadi Saksi, Yanuar Dalli Akui Terima Tanah dari Terdakwa Jonas Salean


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pengadilan Tipikor Kupang kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan korupsi bagi-bagi tanah Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tahun 2016 – 2017 senilai Rp 66 miliar.

Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kupang, Senin (23/11) sekira pukul 10.30 Wita itu beragenda pemeriksaan saksi. Sebanyak enam orang saksi dihadirkan dalam sidang tersebut, yakni Yanuar Dalli, SH, M.Si, Max D. Bunganawa, SH, Drs. Yos Rera Beka, Jefri Baitanu, Drs. Jacob Laurens Tokoh, dan Drs. Djama Mila Meha.

Sementara sidang itu dipimpin Ketua Majelis Hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi, SH, MH, didampingi hakim anggota, Ari Prabowo dan Ibnu Kholiq. Turut hadir terdakwa, Jonas Salean didampingi penasihat hukum, Dr. Yanto MP. Ekon, SH, MH, dan Dr. Mel Ndaomanu, SH, MH cs., serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Herry C. Franklin, Hendrik Tiip, dan Emerensiana Jehamat.

Saksi pertama yang dihadirkan dalam persidangan itu adalah Yanuar Dalli. Yanuar dimintai keterangannya karena pada tahun 2015 ia menjabat sebagai Kabag Tata Pemerintah Setda Kota Kupang. Saat pelaksanaan bagi-bagi tanah oleh terdakwa Jonas Salean selaku mantan Wali Kota Kupang itu terjadi tahun 2016-2017.

Terhadap Yanuar, Hakim Dju Jhonson Mira Mangngi bertanya sebagai saksi apakah juga menerima tanah dari terdakwa Jonas Salean. Saat itu Yanuar mengakui bahwa ia menerima tanah dari terdakwa Jonas Salean seluas 500 m².

“Saya juga dapat tanah, kemudian saya usulkan dua orang staf saya juga dapat tanah masing-masing 400 m²,” jelasnya.

BACA JUGA: Tim PH JS Sebut Dakwaan JPU tidak Cermat, Jelas, dan Lengkap

Bagi yang mendapatkan tanah kavling tersebut, lanjut Yanuar Dalli, dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 200.000. Biaya tersebut masuk ke Kas Daerah Kota Kupang.

Majelis Hakim kembali menanyakan kepada saksi atas dasar apa sehingga saksi Yanuar Dalli mendapatkan tanah kavling? Menjawab ini Yanuar menjelaskan bahwa berdasarkan pertimbangan dari terdakwa Jonas Salean.

“Setelah ada temuan dari BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan) Perwakilan NTT telah menyalahi aturan sehingga saya dan dua orang staf saya yang dapat tanah kavling yang telah bersertifikat hak milik itu telah kami kembalikan pada tahun 2018,” jelasnya.

Sementara untuk nama-nama penerima tanah kavling itu, Yanuar mengaku ditentukan oleh terdakwa Jonas Salean selaku Wali Kota Kupang ketika itu.

Terpantau, Majelis Hakim sempat menskors sidang di skors selama satu jam pada pukul 12.17 Wita untuk ISOMA. (mg22)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top